Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Rektor Inisnu Sebut Guru MI/SD Profesional Wajib Kuasai Kompetensi Plus

Rektor Inisnu Sebut Guru MI/SD Profesional Wajib Kuasai Kompetensi Plus

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
  • visibility 198
  • comment 0 komentar

SEMARANG — Era disrupsi digital yang bergerak begitu cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Mahasiswa sebagai calon pendidik tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara konvensional jika ingin bertahan dan relevan di masa depan. Menanggapi tantangan besar ini, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang menggelar Seminar Karier Pendidikan bertajuk “Merancangkan Masa Depan Gemilang Melalui Karier di Dunia Pendidikan” di Audit 1 Kampus 1, Senin (18/5/2026).

Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Rektor INISNU Temanggung, memberikan sorotan tajam mengenai realitas yang harus dihadapi oleh para calon guru madrasah dan sekolah dasar saat ini.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati ruangan, Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa lanskap global saat ini dikendalikan oleh dinamika yang sangat kompleks. Mahasiswa dan calon guru wajib merespon tantangan nyata dari era VUCA atau Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity serta konsep yang lebih mutakhir, yakni era BANI alias Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible.

“Dunia pendidikan kita saat ini tidak hanya rapuh dan penuh ketidakpastian, tetapi juga sering kali tidak selaras secara linear dan sulit dipahami secara instan. Menghadapi era BANI dan VUCA, calon guru tidak boleh hanya menjadi pengajar yang biasa-biasa saja. Respons terbaik adalah dengan meningkatkan kapasitas diri secara radikal,” ujar Ibda dalam paparannya.

Ibda yang juga Wisudawan Terbaik Prodi S3 Pendidikan Dasar UNY 2024 itu menambahkan bahwa jika mahasiswa PGMI atau PGSD hanya puas dengan pemahaman teoretis normatif tanpa mau menyentuh aspek teknologi dan dinamika zaman, maka mereka akan tergilas oleh perkembangan peradaban digital.

Sebagai solusi konkret atas kegelisahan akademik tersebut, Hamidulloh Ibda memaparkan model mutakhir bertajuk “Prototipe Guru SD Profesional Era Digital”. Rumusan ini merupakan buah pemikiran mendalam yang diangkat langsung dari temuan disertasinya di Prodi S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2024 lalu.

Ibda menjelaskan bahwa guru SD/MI masa depan wajib menguasai Kompetensi Plus, sebuah formulasi komprehensif yang mengintegrasikan aspek regulasi nasional dengan tuntutan global. Kompetensi tersebut mencakup lima pilar utama. Pertama, 4 Kompetensi Inti Guru. Landasan utama seorang pendidik tetap berpijak pada amanat undang-undang yang meliputi kompetensi pedagogi (kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, kompetensi kepribadian, yaitu memiliki akhlak mulia, mantap, stabil, dan dewasa, kompetensi sosial, sebuah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan komunitas sekolah dan masyarakat, dan kompetensi profesional, yaitu penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

Kedua, Kompetensi Digital Pedagogi (Digital Pedagogical Competence). Calon guru harus mampu mengemas proses pembelajaran berbasis digital secara taktis. Komponen ini melingkupi penguasaan terhadap Kebijakan Digital, Kurikulum Digital, Perencanaan Digital, Pembelajaran Digital, Penilaian Digital, hingga Inovasi Digital.

Ketiga, Kompetensi Digital Masa Kini. “Guru tidak hanya sekadar bisa menggunakan gawai, melainkan wajib memiliki pemahaman holistik,” kata Ibda. Hal itu mencakup pengetahuan digital (Digital Knowledge), budaya digital (Digital Culture), keamanan digital (Digital Safety), dan etika digital (Digital Ethics).

Keempat, Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Sebuah kerangka kerja yang memadukan tiga komponen pengetahuan krusial secara beririsan, yaitu Pengetahuan Teknologi (Technological Knowledge – TK), Pengetahuan Pedagogi (Pedagogical Knowledge – PK), dan Pengetahuan Konten/Materi (Content Knowledge – CK). “Guru masa depan wajib tahu bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengajarkan konten tertentu dengan cara yang efektif dan interaktif,” kata dia.

Kelima, ICT Competency Framework for Teachers (ICT CFT) Version 3. Ini mengadopsi standar internasional, guru madrasah/SD era digital harus menyelaraskan diri dengan enam poin dalam kerangka kerja TIK, yaitu: Understanding ICT in Education (Memahami TIK dalam Pendidikan), Curriculum and Assessment (Kurikulum dan Penilaian), Pedagogy (Pedagogi), ICT (Aplikasi Teknis TIK), Organization and Professional Learning (Organisasi dan Pembelajaran Profesional), dan Teacher Professional Learning (Pembelajaran Profesional Guru)

Seminar yang dipandu oleh Ni’matul Hamidah sebagai moderator ini juga menghadirkan Ilining Uswatuun K., S.Pd., sebagai pemateri kedua untuk memberikan perspektif praktis di lapangan.

Melalui kegiatan ini, HMJ PGMI UIN Walisongo berharap para peserta tidak sekadar pulang membawa e-sertifikat atau fasilitas seminar, melainkan membawa bekal pola pikir baru. Turut hadir Wakil Dekan III FTIK Dr. H. Karnadi, M.Pd., Kajur PGMI Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I., dan ratusan peserta dari UIN Walisongo, UNWAHAS, UIN Salatiga, UPGRIS, dan tamu undangan.

Dengan penguasaan konsep “Kompetensi Plus” temuan Dr. Hamidulloh Ibda, para calon guru diharapkan tidak lagi cemas menghadapi ketidakpastian dunia kerja. Sebaliknya, mereka akan menjadi agen perubahan yang siap merancang masa depan pendidikan dasar yang gemilang di Indonesia. (*)

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Desak Pemkab dan DPRD Pati Segera Terbitkan Perda Ketertiban

    GP Ansor Desak Pemkab dan DPRD Pati Segera Terbitkan Perda Ketertiban

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PATI — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Pati Desak penyusunan Peraturan Daerah (Perda) baru yang secara komprehensif mengatur ketertiban dan ketenteraman masyarakat. Dorongan tersebut mencuat di tengah kembali menghangatnya polemik penggunaan sound horeg di sejumlah wilayah Kabupaten Pati. Persoalan tersebut dinilai mendesak dan tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan yang bersifat sementara, tetapi […]

  • Tiga Video Terbaik Menang Lomba FKPT Jateng 2025, Ketua FKPT: Kreativitas Anak Muda Luar Biasa!

    Tiga Video Terbaik Menang Lomba FKPT Jateng 2025, Ketua FKPT: Kreativitas Anak Muda Luar Biasa!

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 423
    • 0Komentar

      Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mengumumkan para pemenang lomba pembuatan video pendek bertema “Pitutur Cinta: Implementasi Ajaran Agama dalam Bingkai NKRI dengan Semangat Cinta Kasih” tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukatif FKPT dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda. Tiga video terbaik berhasil menyita perhatian […]

  • Peserta Lomba Porsema Komplain, Juri Telat

    Peserta Lomba Porsema Komplain, Juri Telat

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 645
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah telah berjalan hari pertama pada Jumat (10/2/2023). Sejumlah perlombaan mulai dilaksanakan dan berlangsung seru. Pantauan di lapangan, ada beberapa cabang lomba yang jurinya telat. Salah satunya adalah Lomba Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP. “Tadi jurinya telat […]

  • PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Sepakat Perkuat Diplomasi Pendidikan

    PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Sepakat Perkuat Diplomasi Pendidikan

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Semarang – Penguatan kerja sama pendidikan menjadi titik temu dalam pertemuan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Semarang, Kamis (23/7/2026). Kedua pihak sepakat memperluas kolaborasi melalui pengembangan pembelajaran Bahasa Mandarin, pertukaran akademik, pemberian beasiswa, hingga kemudahan layanan visa bagi kalangan pendidikan. Di balik agenda tersebut, terselip […]

  • Siap Tumbuhkan Tunas Huffadz, IPNU IPPNU Pati Kukuhkan Jam'iyyah Mudarosah

    Siap Tumbuhkan Tunas Huffadz, IPNU IPPNU Pati Kukuhkan Jam’iyyah Mudarosah

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Hariannu.com – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati, mengukuhkan Jam’iyyah Mudarosah Pelajar NU (JMPNU). Pengukuhan berlangsung di Lantai 4 Kampus 2 Madinatul Qur’an, Kecamatan Winong, Kamis (27/3/2025). JMPNU merupakan salah satu program unggulan dari Departemen Dakwah & Komunikasi (Dakom) PC IPNU IPPNU Pati. Program […]

  • Kampanye Anti Bullying Menutup Rangkaian MATAMUDA 2026 MTs-MA Manbaul Ulum

    Kampanye Anti Bullying Menutup Rangkaian MATAMUDA 2026 MTs-MA Manbaul Ulum

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Pati, Sabtu, 18 Juli 2026 – MTs-MA Manbaul Ulum sukses mengakhiri rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Kampanye Anti Bullying yang dikemas melalui kegiatan Jalan Sehat sejauh kurang lebih 1,5 kilometer. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid baru dengan pendampingan bapak dan ibu guru. Sepanjang rute yang dilalui, para […]

expand_less