Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » SANTRI, GENERASI EMAS, DAN TRANSFORMASI BANGSA

SANTRI, GENERASI EMAS, DAN TRANSFORMASI BANGSA

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
Oleh: Jamal Ma’mur Asmani
Wakil Ketua PCNU Pati, Dosen IPMAFA Pati
Kontribusi santri untuk kebangkitan bangsa tak terhitung nilainya. Partisipasi aktifnya dalam mencerdaskan masyarakat menjadi sumber nilai dan elan vital transformasi bangsa dalam ranah pendidikan, budaya, sosial, dan politik. Konsolidasi nasional tidak lepas dari konsolidasi kaum santri. Keberhasilan perjuangan kaum santri lahir dari kharisma besar kiai, pemimpin kaum santri, di tengah-tengah masyarakat. Kiai adalah pemimpin kultural masyarakat yang menjadi rujukan dalam merespons segala persoalan sosial. Ketulusan, kesungguhan, dan konsistensi kiai dalam membimbing umat menjadi starting point pengaruh kiai yang besar di tengah masyarakat. Kiai menjadi teladan masyarakat dalam bertutur, bersikap, dan mengambil keputusan.
Santri-santri zaman dulu berhasil tampil sebagai lokomotif gerakan pemikiran dan transformasi sosial politik sekaligus. Sebagai gerakan pemikiran, santri terlibat dalam wacana pemikiran dan diskusi keagamaan dan kebangsaan yang berlangsung secara intens. Menurut KH. A. Mustafa Bisri, salah satu kunci keunggulan santri adalah budaya self study (belajar mandiri). Santri tidak mengaji seluruh kitab. Hanya sebagian kitab yang dipelajari santri kepada kiai. Selebihnya, santri belajar secara otodidak sehingga mampu menguasai banyak kitab dan membandingkannya dengan khazamah pemikiran lain sehingga tercipta bangunan pemikiran yang kokoh. Prof. Dr. Nurcholis Madjid menyatakan bahwa keunggulan santri adalah menggabungkan otentisitas (ashalah) dan modernitas (hadatsah) sehingga mampu melahirkan pemikiran cemerlang dan genuine.
KH. A. Wahid Hasyim, KH. Idam Chalid, KH. Saifuddin Zuhri, KH. Mahfudh Salam, dan KH. Bisri Mustafa adalah sebagian santri yang tampil dalam kancah kepemimpinan politik yang mewarnai perjalanan bangsa ini dengan pemikiran dan aksi yang hebat yang dikuai elemen bangsa lintas sektoral.
Eksemplar sejarah ini menjadi refleksi mendalam bagi para santri era now dan bagi bangsa ini pada umumnya. Pada santri era now, jejak perjuangan santri terdahulu harus menjadi pelecut semangat untuk mempersiapkan bekal yang matang dalam menghadapi tantangan zaman ke depan. Totalitas belajar untuk menguasai ilmu mutlak dilakukan. Tanpa pondasi keilmuan yang matang, sulit bagi santri berkiprah secara lebih luas. Ilmu adalah kunci aktualisasi. Setelah menguasai ilmu, santri harus tergugah jiwa nasionalismenya untuk membangun masyarakat dan bangsa sebagai manifestasi dari jihad membumikan Islam yang rahmatan lil-‘alamin.
Generasi Emas Santri
Indonesia mencanangkan tahun 2045 sebagai tahun emas. Tentu yang diharapkan adalah tampilnya Indonesia sebagai Negara maju yang dibanggakan, baik aspek religuisitasnya, moralitasnya, pengetahuannya, teknologinya, ekonominya, seni dan budayanya, sosialnya, pendidikannya, dan politiknya. Untuk mencapai cita-cita besar ini, harapan terbesarnya ada pada generasi muda. Tersisa kurang lebih 19 tahun lagi bagi bangsa ini untuk membangun generasi emas yang diharapkan mampu menjadi dinamisator, fasilitator, dan inspirator kebangkitan bangsa. Santri sebagai bagian dari kader-kader muda diharapkan mampu memenuhi ekspektasi besar bangsa sebagai generasi emas yang mampu menjadi lokomotif kemajuan bangsa.
Menurut Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A (2026), generasi emas bangsa harus menggabungkan tiga kompetensi. Pertama, penguasaan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Generasi muda dipersilahkan memilih disiplin ilmu sesuai dengan potensi terbesarnya. Ilmu keagamaan, sosial humaniora, alam, dan lain-lain. Untuk menguasai ilmu yang mendalam ini dibutuhkan kecerdasan (dzaka’), semangat tinggi dalam memburu ilmu (hirsh), kesabaran dalam menghadapi segala rintangan tanpa punya mental putus asa (ishtibar), bekal yang cukup (bulghah), bimbingan guru (irsyadzu ustadz) dan waktu yang panjang (thuulu zaman). Dalam konteks santri, tentu saja, keilmuan keagamaan yang dipresentasikan dalam kitab kuning harus dikaji, dikuasai, dan dikembangkan secara optimal sehingga selalu relevan dengan dinamika zaman.
Kedua, mampu melakukan integrasi isi, metodologi, dan etis. Dalam konteks santri, integrasi isi dilakukan dengan mengkaji dan menguasai ilmu klasik yang menjadi kebangggaan pesantren yang dikenal dengan kitab kuning dan sekaligus membaca dan menguasai ilmu-ilmu modern. Dalam bahasa pesantren, adagium populernya adalah al-muhafadhatu ala al-qadim as-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah, konsisten melestarikan khazanah pemikiran terdahulu yang masih relevan dan aktif mengakomodir khazanah pemikiran kontemporer yang lebih dinamis dan transformatif. Dalam konteks integrasi metodologi dilakukan dengan menggabungkan pendekatan tekstual-kontekstual, qouli-manhaji, bayani-qiyasi-istishlahi dengan pendekatan sosiologis-antropologis-historis sehingga ditemukan bangunan pemikiran yang kokoh. Sedangkan integrasi etis dilakukan dengan mempelajari sumber nilai etika dari agama, budaya, dan dunia untuk dijadikan nilai universal yang menjadi panduan kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh.
Ketiga, mempunyai karakter yang unggul. Keunggulan para santri tentu saja karakter religius-nasionalis. Karakter religius bersumber dari kajian kitab kuning yang selalu menekankan keimanan dan ketakwaan tinggi. Sedangkan karakter nasionalis bersumber dari jejak perjuangan para kiai yang selalu membimbing dan memberdayakan masyarakat dengan tulus tanpa pamrih.
Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Raden Asnawi Kudus, KH. Abdul Wahab Hazbullah, KH. Bisri Syansuri, KH. Abbas Buntet Cirebon, KH. Mahfudh Salam Kajen Pati, KH. Abdullah Zain Salam Kajen Pati, KH. MA. Sahal Mahfudh, KH. Ahmad Fayumi Munji dan KH. Maimoen Zubair adalah oase yang tidak pernah kering dikaji dan diteladani sepanjang hayat. Mereka adalah para pahlawan santri yang mendarmabaktikan ilmu, jiwa dan raganya untuk tegaknya Islam dan demi berkibarnya Indonesia sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat.
Transformasi Bangsa
Bangsa ini sedang bergerak menuju Negara yang adil, makmur, dan maju. Keadilan ditegakkan dengan cara memberdayakan masyarakat bawah dengan program jangka pendek, menengah dan panjang. Kemakmuran diwujudkan dengan swasembada pangan dan energi. Sedangkan kemajuan digerakkan lewat pendidikan yang berkualitas tinggi. Transformasi bangsa menuju cita-cita besar ini menjadi momentum yang menyadarkan seluruh elemen bangsa untuk berpartipasi secara maksimal.
Santri sebagai salah satu elemen bangsa harus tergerak untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses transformasi bangsa dengan aksi-aksi riil yang strategis dan produktif. Peningkatan kualitas pendidikan pesantren menjadi pekerjaan mendesak yang harus dilakukan. Peningkatan ini membutuhkan kualitas guru yang memadai, sarana prasarana yang lengkap, serta himmah ‘aliyyah (cita-cita tinggi) dan ijtihad (totalitas daya juang) para santri. Baru kemudian merambah agenda pemberdayaan ekonomi dan penguatan nasionalisme dengan terlibat langsung dalam program kemasyarakatan dan kebangsaan.
Penutup
Santri adalah generasi muda bangsa Indonesia yang diharapkan tampil sebagai generasi emas yang unggul dalam bidang keilmuan dan nasionalisme. Santri diharapkan mampu berkiprah sebagai dinamisator dan inspirator kebangkitan bangsa. Santri identik dengan moralitas luhur, semangat mencari dan memburu ilmu yang tinggi, dan selalu mengedepankan ketulusan dalam berjuang di tengah masyarakat. Maka sangat wajar, jika bangsa ini mempunyai harapan besar kepada santri supaya menjadi inspirator dan dinamisator kebangkitan bangsa.
  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASWAJA FEST 2025: Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah MTs/SMP LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung Sukses Digelar

    ASWAJA FEST 2025: Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah MTs/SMP LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung Sukses Digelar

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 509
    • 0Komentar

      Temanggung – MTs Integrasi Al Hudlori Kebonsari Temanggung menjadi tuan rumah Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah tingkat MTs dan SMP di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan semangat keagamaan serta melestarikan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di kalangan pelajar. Acara berlangsung pada Kamis, 19 Juni […]

  • Asesmen Lapangan Prodi PGMI, Rektor INISNU Sebut sebagai Wahana Belajar Mutu Eksternal

    Asesmen Lapangan Prodi PGMI, Rektor INISNU Sebut sebagai Wahana Belajar Mutu Eksternal

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 507
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada Senin–Selasa, 15–16 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik), yakni Prof. Dr. Siti Rochmiyati, M.Pd., dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta dan Dr. […]

  • LP Ma'arif Jateng Serahkan Bantuan Operasional MKKS SMK Ma’arif se Jateng: Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri

    LP Ma’arif Jateng Serahkan Bantuan Operasional MKKS SMK Ma’arif se Jateng: Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 439
    • 0Komentar

      Purworejo, 30 Oktober 2025, Sebagai wujud tanggungjawab dan bentuk dukungan konkret untuk mewujudkan visi organisasi yang berdaya dan mandiri, LP Ma’arif NU Jawa Tengah bersama Musyawaroh Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar kegiatan Rapat Koordinasi. Kegiatan tersebut juga sekaligus penyerahan bantuan dana operasional kepada MKKS SMK Ma’arif NU Jawa Tengah. Acara […]

  • ‎Bekali Mahasiswa, Asmadewa UST Gelar Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah

    ‎Bekali Mahasiswa, Asmadewa UST Gelar Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 157
    • 0Komentar

    ‎YOGYAKARTA – Asrama Mahasiswa Dewantara (Asmadewa) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menggelar Seminar dan Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menulis dengan Kualitas, Meneliti dengan Integritas: Mewujudkan Karya Ilmiah yang Unggul dan Publikatif” ini dilaksanakan di Gedung Ki Sarino, UST, dan wajib diikuti oleh seluruh […]

  • ‎Rektor INISNU Launching Tax Center INISNU

    ‎Rektor INISNU Launching Tax Center INISNU

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 319
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda secara resmi meluncurkan Tax Center INISNU pada Jumat (27/2/2026) di ruang rektorat lantai I kampus setempat. ‎ ‎Peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional pusat edukasi perpajakan tersebut. Launching ini menjadi […]

  • Dari Surodadi Menuju Dunia, LP Ma’arif NU Jateng Dorong Madrasah Kuasai Bahasa Inggris dan Berdaya Saing Global

    Dari Surodadi Menuju Dunia, LP Ma’arif NU Jateng Dorong Madrasah Kuasai Bahasa Inggris dan Berdaya Saing Global

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 109
    • 0Komentar

    BATANG — LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bersama tim MPM-Pearson melakukan pendampingan Program Madrasah Berstandar Global di MI Islamiyah Surodadi, Kabupaten Batang, Rabu (12/8/2026). Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya memantau progres sekaligus memastikan implementasi program berjalan sesuai target. Pendampingan secara luring berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026. Selain di MI Islamiyah Surodadi […]

expand_less