Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Diskusi Publik, Gus Ulil Wonosobo Sebut Sistem Khilafah bukan Produk Alquran

Diskusi Publik, Gus Ulil Wonosobo Sebut Sistem Khilafah bukan Produk Alquran

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
  • visibility 642
  • comment 0 komentar

Hariannu.com-Temanggung – – Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Temanggung menggelar Diskusi Publik bertajuk “Temanggung Untuk Semua: Di Bawah Naungan Pancasila, Dari Temanggung untuk Indonesia,” pada Minggu (1/6/2025) di Pendopo Pengayoman Temanggung.

Sebelum diskusi publik dimulai, kegiatan diawali dengan Deklarasi Kembali Ke Pangkuan NKRI yang dilakukan oleh sepuluh eks anggota Jemaah Islamiyah (JI) Wilayah Kabupaten Temanggung. Dalam kesempatan itu, hadir narasumber Direktur Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi, Pengasuh Ponpes Al Falah Wonosobo M. Ulil Al-Bab Djalaludin, dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah yang juga dosen Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda sebagai moderator.

Islah Bahrawi yang hadir sebagai narasumber, mengaku sangat terharu atas deklarasi yang telah dilakukan oleh para eks napiter sekaligus eks anggota JI wilayah Kabupaten Temanggung tersebut. Ia juga berharap mereka benar-benar mendukung, tidak sekadar kembali ke NKRI karena hakikatnya mereka tidak pernah meninggalkan NKRI.

Dalam paparannya, dijelaskan Pancasila sebenarnya memiliki akar sejarah tersendiri yang bertentangan dengan faham Jemaah Islamiyah. “Padahal, pada zaman dahulu, Rasulullah (Nabi Muhammad SAW-red), telah merumuskan Perjanjian Madinah atau Shahifatul Madinah, demi menjaga hak dan kewajiban seluruh warga negara,” kata dia.

Begitu juga kerangka besar Pancasila, kata dia, adalah untuk memayungi semua perbedaan, dan penghargaan atas harkat martabat individu. Pancasila juga menjadi jembatan penghubung dan penaung seluruh warga negara Indonesia.

Semua sudah ada takdirnya sendiri-sendiri, kata Islah, Rasulullah pun sudah sejak dahulu menjunjung tinggi toleransi. “Tidak ada gunanya berdebat tentang dalil dan tafsir kitab suci masing-masing, berarti kita menjadikan Tuhan sebagai objek sengketa,” bebernya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Wonosobo, M.Ulil Albab Djalaludin (Gus Ulil), menyebut banyak literasi dan sumber bacaan apabila seseorang ingin memiliki paham moderat dalam mengawal NKRI. Dirinya juga berpesan agar tidak ada lagi pihak yang coba mengkhianati Pancasila. dan terus menjaga api nasionalisme.

“Sistem Khilafah bukan produk Alquran maupun ajaran Nabi Muhammad SAW. Indonesia bukan tempatnya sistem tersebut. Demokrasi sudah sesuai dengan ajaran Islam. Pancasila juga sudah final,” tegasnya.

Islah pada sesi diskusi, juga menegaskan bahwa substansi Pancasila selamanya tidak pernah tergantikan karena mengandung unsur ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, persatuan, yang menjadi penopang kehidupan manusia.

“Harus dipahami bersama, bahwa tidak ada satu aturan yang menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara. Tidak ada aturan itu. Mengapa tidak ada aturan itu? Kalau ada aturan yang mengatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara, maka aturan itu di atasnya Pancasila. Kalau aturan itu dicabut, maka Pancasila akan gugur dengan sendirinya sebagai dasar negara.

Di akhir sesi, Hamidulloh Ibda mengutip pendapat ilmuwan politik Muslim, Al-Mawardi yang menegaksan bahwa konsep politik yang tidak hanya berfokus pada kepentingan duniawi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keagamaan dan keselamatan di akhirat.

“Intinya, berpolitik harus membawa keselamatan dan kedamaian di dunia dan akhirat. Maka, jika kita menopangkan politik kita pada Pancasila, sudah seharusnya kita membawa kedamaian, bukan menyebar fitnah, ujaran kebencian, hoaks, isu SARA, apalagi mengebom,” kata dia. (*)

  • Penulis: Harian NU

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTN NU Temanggung Perkuat Dakwah Digital dan Literasi untuk Hadapi Arus Opini Negatif

    LTN NU Temanggung Perkuat Dakwah Digital dan Literasi untuk Hadapi Arus Opini Negatif

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 181
    • 0Komentar

      TEMANGGUNG — Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) PCNU Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Halal Bihalal Media Gathering Media NU Vol. 3 pada Jumat (1/5/2026) di Gedung PCNU Temanggung. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pegiat media NU sekaligus penguatan strategi dakwah digital di tengah derasnya arus informasi media sosial. Ketua LTN NU Temanggung, […]

  • Puluhan Anak Ikuti Khitan Massal di Kajen Pati

    Puluhan Anak Ikuti Khitan Massal di Kajen Pati

    • calendar_month Sen, 27 Jan 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 424
    • 0Komentar

    HarianNU – Puluhan anak mengikuti khitan massal di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Senin (27/1/2025). Khitan massal ini digelar oleh Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kajen dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhamad SAW dan Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU. Anak-anak ini tampak antusias mengikuti sunatan massal. Sebelum dikhitan, mereka diarak keliling desa menggunakan becak […]

  • ‎Dosen Inisnu Sigit Tri Utomo Resmi Sandang Gelar Doktor dari UIN Sunan Kalijaga

    ‎Dosen Inisnu Sigit Tri Utomo Resmi Sandang Gelar Doktor dari UIN Sunan Kalijaga

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 66
    • 0Komentar

    ‎YOGYAKARTA – Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor atas nama Sigit Tri Utomo, M.Pd.I., yang merupakan dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung pada Rabu (22/7/2026). ‎ ‎Sidang terbuka yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Aula Pertemuan Lantai […]

  • Gerakan Keluarga Maslahat Pati: Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan

    Gerakan Keluarga Maslahat Pati: Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 439
    • 0Komentar

      PATI – Sebanyak 72 tokoh agama dan penyuluh agama Islam di Kabupaten Pati mengikuti kegiatan “Pelibatan Masyarakat dalam Gerakan Keluarga Maslahat” yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pati, Selasa (29/7/2025), di aula Kankemenag. Acara ini mengusung tema Gerakan Keluarga Maslahat melalui Program Bimbingan Keluarga dan bertujuan untuk menguatkan sinergi antara penyuluh agama Islam […]

  • Inilah Daftar Pengurus Sakomanu Jateng Masa Bakti 2024-2029

    Inilah Daftar Pengurus Sakomanu Jateng Masa Bakti 2024-2029

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Semarang – Bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga Cabang Semarang, Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kakak Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., pada Sabtu (10/5/2025). Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Nomor 067 […]

  • SMK Salafiyah Kajen Pati Siap Salurkan Alumni Kerja di Jepang

    Kerja Sama dengan PT Japindo, SMK Salafiyah Kajen Pati Buka Kesempatan Kerja di Jepang

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 483
    • 0Komentar

      hariannu.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, menggelar seleksi bagi para alumni untuk bekerja di Jepang melalui kerja sama dengan PT Japindo. Seleksi ini dilakukan langsung di sekolah pada Rabu (16/7/2025) dengan tim penguji dari Jepang. Kepala SMK Salafiyah Kajen, Erni Sofa Nugraha, mengungkapkan bahwa kerja sama antara SMK Salafiyah dan […]

expand_less