Kemenag Pati Gelontorkan Zakat Rp 782 Juta untuk Bedah Rumah dan Modal Usaha
- account_circle Harian NU
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Kemenag Pati Gelontorkan Zakat Rp 782 Juta untuk Bedah Rumah dan Modal Usaha
hariannu.com – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Memasuki pertengahan tahun ini, Kemenag Pati melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi menggelontorkan dana zakat dengan total mencapai Rp 782 juta. Dana yang terkumpul sepanjang triwulan kedua tersebut dialokasikan langsung untuk mendongkrak kesejahteraan warga, mulai dari urusan pemenuhan kebutuhan pokok, modal usaha, hingga perbaikan tempat tinggal.
Kepala Kemenag Pati, Ahmad Syaiku, menjelaskan bahwa penyaluran zakat ini merupakan komitmen nyata instansinya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menggerakkan roda ekonomi umat. Menurutnya, zakat tidak boleh hanya mengendap, melainkan harus segera ditasarufkan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat bawah.
”Pada periode triwulan kedua ini, dana yang ada kami salurkan untuk berbagai sektor. Mulai dari program bedah rumah, modal untuk pelaku usaha, bantuan operasional masjid dan madrasah diniyah, hingga santunan langsung untuk kaum miskin duafa,” ujar Syaiku, Kamis (8/7/2026).
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan merata, Kemenag Pati membagi area penyaluran ke dalam dua wilayah besar, yakni Eks Kawedanan Juwana dan Eks Kawedanan Tayu. Di setiap kecamatan pada kedua wilayah tersebut, tercatat ada sekitar 70 hingga 80 warga yang menerima manfaat.
Untuk Eks Kawedanan Juwana, wilayahnya mencakup Kecamatan Juwana, Batangan, Wedarijaksa, dan Trangkil. Sementara untuk Eks Kawedanan Tayu meliputi Kecamatan Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Cluwak, hingga Gunungwungkal.
Syaiku menambahkan, nominal bantuan yang dikucurkan bervariasi sesuai dengan jenis kebutuhannya. Salah satu yang menjadi prioritas adalah program bedah rumah tidak layak huni yang menyasar 19 titik.
“Untuk bedah rumah kami hanya stimulan. Jadi tidak bisa langsung jadi rumah. Kami ada 19 titik, yang kami bantu hanya Rp 12,5 juta. Masjid kami hanya sekitar Rp 5 jutaan termasuk madrasah. Guru kemarin bantu yang rumahnya tidak layak huni,” urainya.
Melalui program ini, Syaiku menaruh harapan besar agar bantuan yang diberikan tidak menguap begitu saja, melainkan bisa mengubah taraf hidup para penerimanya ke arah yang lebih baik.
“Harapan kami mudah-mudahan bantuan ini yang jelas bermanfaat bagi teman-teman yang butuh bantuan. Kemudian untuk bantuan yang lain, seperti konsumsif itu mudah-mudahan bisa membantu kehidupan sehari-hari. Bantuan usaha mudah-mudahan bisa dikembangkan. Bantuan rumah bisa ditempati lebih nyaman. Berpengaruh terhadap kesehatannya maupun ibadahnya,” pungkas Syaiku.
- Penulis: Harian NU
