Menyiapkan Generasi Masa Depan, Kemenag dan INISNU Temanggung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah
- account_circle Harian NU
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

Menyiapkan Generasi Masa Depan, Kemenag dan INISNU Temanggung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah
TEMANGGUNG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kampus INISNU Temanggung ini diikuti secara antusias oleh puluhan mahasiswa. BRUN tersebut bertajuk “In This Economy Marriage Is Scary”
Program BRUN ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memberikan pemahaman, edukasi, dan pembekalan bagi generasi muda khususnya mahasiswa mengenai pentingnya kesiapan lahir dan batin sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kesiapan sebelum menikah merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang kokoh dan berkelanjutan.
“Menikah bukan sekadar urusan perasaan, melainkan butuh kesiapan yang matang. Jika kita merujuk pada Teori Kebutuhan Abraham Maslow, manusia harus memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu mulai dari kebutuhan fisik, rasa aman, hingga pemenuhan diri sebelum mampu menopang peran dalam kehidupan berumah tangga,” ujar Dr. Hamidulloh Ibda.
Lebih lanjut, beliau juga mengaitkan kearifan lokal Jawa mengenai pentingnya memperhatikan bibit, bebet, dan bobot dengan tuntunan ajaran Islam. Menurutnya, konsep tersebut sangat sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya untuk mempertimbangkan aspek agama, keturunan, rupa, dan harta dalam memilih pasangan hidup (jodoh).
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, H. Muhammad Soleh Mubin, S.Ag., M.H., yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan pencerahan mengenai pentingnya menjaga diri di usia muda. Beliau mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam bergaul serta mempersiapkan diri dari berbagai aspek sebelum memutuskan untuk menikah.
“Pernikahan memerlukan kesiapan mental, fisik, finansial, dan pemahaman agama yang memadai. Mahasiswa sebagai generasi terdidik harus mampu menjaga diri, menata masa depan, dan memastikan diri benar-benar siap sebelum memasuki gerbang rumah tangga demi mencegah risiko pernikahan dini dan perceraian di masa depan,” tegas H. Muhammad Soleh Mubin.
Melalui kegiatan BRUN ini, diharapkan para mahasiswa dapat menyerap ilmu dan bekal yang diberikan sehingga kelak mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta melahirkan generasi penerus yang berkualitas. (*)
- Penulis: Harian NU
