PCNU Pati Siap Tampung dan Dampingi Santri Korban Kekerasan Seksual
- account_circle Harian NU
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar

PCNU Pati Siap Tampung dan Dampingi Santri Korban Kekerasan Seksual
PCNU Pati – PCNU Kabupaten Pati mengawal kasus dugaan kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Mereka pun siap menampung dan mendampingi para korban.
Jajaran pengurus PCNU Pati, RMI NU Pati, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati, GP Ansor Pati, Fatayat NU dan pengurus PCNU lainnya mendatangi Markas Polresta Pati, Senin (4/5/2026) sore. Mereka menayakan perkembangan kasus ini.
”Kita komitmen bersama, bahwa apapun namanya itu adalah tindakan yang memalukan dan keji. kita ikut mengawal para korban agar ada kepastian hukum,” ujar Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim.
Selain mengawal kasus, PCNU Pati dan jajarannya juga ikut memikirkan nasib para santri yang ada di sana. Pasalnya, ponpes tersebut sudah ditutup sementara waktu dan ini masih proses pengawasan.
”Jangan sampai santri tidak punya kesempatan untuk pendidikan. Yang terpenting kita minta Polresta untuk segera melakukan tindakan hukum yang menjadi tersangka agar segera penahan. Sehingga ketika ada penahanan ada,” tutur dia.
Ia mengaku PBNU ikut mengawal kasus ini. Pihaknya pun meminta korban untuk tidak takut untuk memberikan keterangan. Maka dari itu, dari itu pihaknya siap mendampingi korban.
Ketua RMI Pati, KH M Liwa’udin menambahkan bahwa ponpes tersebut tidak di bawah RMI Kabupaten Pati.
”Ponpes itu tidak di bawah RMI dan kami membangun jaringan PBNU sudah berkoordinasi dengan Kemenag Pusat, Wilayah, dan daerah. InsyaAllah satu-dua hari ini insyaallah ada penutupan daftar oprasional pondok,” kata dia.
Ia pun meminta tersangka yang berinisial A tersebut secepatnya ditahan. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PBNU untuk menangani kasus yang menggegerkan dunia pesantren ini.
”Melalui RMI membuka seluas-luasnya (laporan). kami ingin pesantren di Pati menjadi pesantren yang ramah anak dan bersih dari itu. Korban silahkan melaporkan ke RMI,” ungkap dia.
Saat ini, santri-santri sudah dijemput orang tuanya. Sementara sebanyak santri 7 anak yang yatim piatu sudah dijemput keluarganya. PCNU Pati pun siap menyediakan pesantren kepada mereka apabila distribusi ke saudara mereka belum terpenuhi.
”Kita tadi ketemu ketua yayasan semua sudah dipulangkan dan tidak ada kendala. Tadi siang pondok sudah tekunci,” kata dia.
Pengasuh Ponpes Al-Akrom: KH. Moh. Imam Al-Mukromin, menambahkan pihaknya bekerja sama dengan RMI dan PCNU Pati untuk menampung santri yang terlantar. Ia siap memberikan beasiswa kepada para santri.
”Yang terlantar kami siap. Anak-anak banyak yang anak yatim. Siap digratiskan,” tandas dia.
- Penulis: Harian NU
