Purworejo Matangkan Persiapan MAPSI XXVII Jateng 2026
- account_circle Harian NU
- calendar_month Rab, 30 Sep 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar

Purworejo Matangkan Persiapan MAPSI XXVII Jateng 2026
PURWOREJO — Kabupaten Purworejo bersiap menjadi tuan rumah Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) XXVII Provinsi Jawa Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November 2026. Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Rabu (30/9/2026).
MAPSI Jateng 2026 akan mempertemukan ribuan peserta dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah dalam berbagai cabang lomba. Selain mengasah kemampuan keagamaan dan seni Islami, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Rakor diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Tengah, pengurus KKG PAI kabupaten/kota se-Jawa Tengah, dewan hakim, dewan juri, panitera, dan panitia MAPSI.
Pembahasan dalam rakor mencakup kesiapan teknis, kepanitiaan, perangkat lomba, serta dukungan fasilitas agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan adil.
Ketua KKG PAI SD Provinsi Jawa Tengah Edi Rohani, M.Pd.I., mengatakan rakor tersebut penting untuk menyamakan persepsi dan langkah pelaksanaan lomba sejak awal.
Menurutnya, MAPSI merupakan ajang silaturahmi sekaligus perlombaan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga harus memberikan pengalaman pendidikan yang baik bagi peserta didik.
“Yang kita persiapkan bukan hanya sebuah lomba, tetapi jalinan silaturahmi dan sebuah kegiatan pendidikan yang akan menjadi pengalaman bagi ribuan anak dari seluruh Jawa Tengah,” ujar Edi.
Ia menambahkan, MAPSI diharapkan menjadi ruang untuk mengembangkan potensi anak sekaligus memperkuat nilai-nilai pendidikan agama Islam.
Edi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menerima dan mendukung penyelenggaraan MAPSI, terutama melalui dukungan APBD dan berbagai fasilitas yang disediakan.
Kehadiran ribuan peserta, pendamping, panitia, dan tamu dari berbagai daerah diperkirakan akan meningkatkan aktivitas masyarakat Purworejo. Karena itu, Edi berharap keramaian tersebut juga membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat Purworejo kalau nanti Purworejo sedikit ramai. Mudah-mudahan ramainya bukan sekadar karena macet, tetapi juga membawa berkah karena warung-warung laris, hotel terisi, UMKM bergerak, transportasi mendapat manfaat, dan produk-produk lokal semakin dikenal,” katanya.
Dengan demikian, MAPSI diharapkan tidak hanya menjadi ruang edukatif, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat serta memperkenalkan potensi Purworejo kepada masyarakat Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Purworejo sebagai tuan rumah MAPSI Jateng 2026.
Menurutnya, kegiatan tingkat provinsi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi berbagai sektor di Purworejo, termasuk kuliner, pariwisata, transportasi, dan UMKM.
Ia berharap penyelenggaraan MAPSI di Purworejo dapat menjadi momentum untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan dan menjadi referensi bagi kabupaten lain dalam penyelenggaraan kegiatan serupa.
“Harapannya, pelaksanaan MAPSI di Purworejo dapat menjadi referensi bagi kabupaten lain dalam penyelenggaraan kegiatan serupa,” ujarnya.
Yudhie juga menyebut MAPSI sejalan dengan salah satu program strategis Kabupaten Purworejo, yakni “Pinter Bocahe, Religius Masyarakate.” Karena itu, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala PAIS Kanwil Kemenag Jawa Tengah Hj. Aini Sa’adah, S.Ag., M.S.I., mengapresiasi kerja keras para guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dalam mendampingi dan mengembangkan potensi peserta didik.
Menurut Aini, MAPSI tidak semestinya dipahami hanya sebagai ajang mencari juara. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menemukan potensi anak sekaligus membentuk karakter mereka.
“Ukuran keberhasilan MAPSI bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana karakter anak-anak kita terbentuk,” tuturnya.
Ia mengajak para guru PAI untuk mengubah cara pandang terhadap kompetisi. Anak-anak tidak cukup hanya didampingi ketika mengikuti lomba, tetapi juga perlu dibimbing dalam kehidupan dan pembelajaran sehari-hari.
Aini berharap MAPSI tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Kegiatan tersebut perlu menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, karakter, dan kecintaan peserta didik terhadap pendidikan agama Islam.
Terkait pelaksanaan lomba, ia mengingatkan seluruh pihak agar berpedoman pada petunjuk teknis. Apabila terdapat hal-hal yang perlu dikomunikasikan, penyampaiannya hendaknya dilakukan dengan cara yang baik dan santun.
Aini juga menyampaikan bahwa MAPSI saat ini menjadi salah satu kegiatan yang berkembang di Jawa Tengah dan ke depan diupayakan dapat berkembang menjadi kegiatan tingkat nasional.
Rakor tersebut menjadi forum untuk menyatukan langkah seluruh unsur yang terlibat, mulai dari KKG PAI kabupaten/kota, panitia, dewan hakim, dewan juri, panitera, hingga unsur pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Purworejo bersiap menyambut ribuan peserta MAPSI dari seluruh Jawa Tengah. Mereka tidak hanya akan bertanding dan membawa pulang prestasi, tetapi juga belajar, bersilaturahmi, serta memperoleh pengalaman yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan.
Rakor MAPSI Jateng 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Hj. Aini Sa’adah dengan membaca basmalah.
- Penulis: Harian NU
