Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Antara Membaca atau Deklamasi Puisi, Ternyata Peserta Belum Paham

Antara Membaca atau Deklamasi Puisi, Ternyata Peserta Belum Paham

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
  • visibility 631
  • comment 0 komentar

Semarang – Juri Lomba Baca Puisi Religi Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah memberikan catatan bermakna dan menarik. Sastrawan Mirza Sastroatmodjo Juri Lomba Baca Puisi Religi memberikan beberaba catatan terkait perlombaan tersebut.

“Hanya catatan singkat.

Sebelumnya, kami sangat mengapresiasi seluruh peserta dan pendamping yang telah memberikan penampilan terbaik. Tentunya bukan perkara yang mudah untuk sampai di titik ini, butuh pengorbanan waktu dan tenaga. Adik-adik dan pendamping yang kami hormati, ada beberapa hal yang perlu kami luruskan perihal lomba pembacaan puisi. Sekali lagi ini pembacaan puisi dalam konteks perlombaan,” kata pria yang meraih Juara I pada Sayembara Cipta Puisi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Malaysia Gabungan Komunitas Sastra Asia Tenggara (Gaksa) tahun 2021 tersebut.

Pertama, salah menafsirkan perlombaan baca puisi. Hampir seluruh peserta terjebak dalam deklamasi puisi maupun semi deklamasi. Banyak yang tidak bisa membedakan antara lomba membaca puisi dengan lomba deklamasi puisi. Menurut Mirza, membaca puisi berarti membaca teks/naskah puisi. Fokus pada interpretasi puisi, intonasi, artikulasi, dan mimik wajah. Sementara gestur/gerak tubuh hanya digunakan untuk kondisi yang memang membutuhkan penekanan. Deklamasi menyampaikan puisi tanpa membawa/membaca teks, atau membawa teks tetapi tidak dibaca, hanya dipegang tanpa diapa-apakan . Selain fokus intonasi, artikulasi, deklamasi juga fokus pada pemanfaatan gerak tubuh untuk menyampaikan isi puisi. “Semi deklamasi, membaca teks tetapi hanya beberapa kali selebihnya dihafalkan dan disertai gerakan seperti deklamator,” katanya, Sabtu (12/2/2023).

Kedua, salah menafsirkan/menginterpretasi puisi. Salah menafsirkan puisi berarti akan salah menyampaikan puisi. Misal: puisi cinta ditafsirkan dan disampaikan dengan kemarahan. Salah menafsirkan puisi berarti nanti juga akan salah menentukan nada pembacaan. 

Ketiga, memaksakan diri untuk mengubah suara menjadi suara orang lain atau karakter tertentu. “Yang perlu diingat, lomba baca puisi bukan lomba besar-besaran suara. Lomba baca puisi bukan lomba keras-kerasan volume suara. Tidak semua hal harus disampaikan dengan suara yang menggelegar,” tegas Mirza.

Keempat, over gesture/gerak tubuh yang berlebihan. “Tidak semua kata di dalam puisi harus menggunakan gesture. Misal: selalu menunjuk semua benda yang disebut dalam puisi, bergoyang-goyang padahal tidak ada sangkut pautnya dengan teks. Gerak hanya digunakan dalam situasi yang memang memerlukan gerakan untuk memberi penekanan. “Lomba baca puisi bukan kontes tari,” tegas dia.

Kelima, salah memaknai kata penampilan. “Penampilan dalam lomba baca puisi bukanlah tampilan kostum, tetapi bagaimana si pembaca menyampaikan puisi, apakah puisi itu berhasil disampaikan atau tidak. Penampilan meliputi penghayatan, mimik wajah, sorot mata.

Sekali lagi, kostum tidak dinilai. Kecuali ada kesepakatan sebelumnya. Misal pun ada, maksimal hanya 5 persen,” lanjut dia.

Sementara itu, sastrawan Puji Pistols Juri Lomba Baca Puisi Religi juga memberikan catatan. “Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, sebagai catatan sederhana. Pertama, puisi yang baik itu tetap memberi ruang penafsiran, tidak seterang penulisan non fiksi, tidak juga seabsurd mantra. Kebanyakan puisi yang saya baca tidak memberikan ruang penafsiran bagi pembaca,” kata sastrawan yang karyanya terpilih dalam Jogjakarta International Literary Festival tahun 2019 tersebut.

Kedua, kurang memaksimalkan pilihan diksi. “Ketiga, kurang memaksimalkan susunan kalimat,” kata Puji yang permah aktif dalam Komite Sastra Dewan Kesenian Pati tersebut. (Ibda).

  • Penulis: Harian NU

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Bekali Mahasiswa, Asmadewa UST Gelar Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah

    ‎Bekali Mahasiswa, Asmadewa UST Gelar Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 149
    • 0Komentar

    ‎YOGYAKARTA – Asrama Mahasiswa Dewantara (Asmadewa) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menggelar Seminar dan Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menulis dengan Kualitas, Meneliti dengan Integritas: Mewujudkan Karya Ilmiah yang Unggul dan Publikatif” ini dilaksanakan di Gedung Ki Sarino, UST, dan wajib diikuti oleh seluruh […]

  • Mahasiswa PMI IPMAFA Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan di Pati

    Mahasiswa PMI IPMAFA Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan di Pati

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan pada Minggu (11/10/2026). Penyaluran tahap kedua ini menyasar empat desa di dua kecamatan di Kabupaten Pati, yaitu Desa Treteg dan Kletek di Kecamatan Pucakwangi, serta Desa Mojoluhur dan Ronggo di Kecamatan Jaken. […]

  • SMP Eyzzul Moslem Tanamkan Pendidikan Karakter dan Bela Negara Melalui Kegiatan di Barak Militer Bantir, Sumowono

    SMP Eyzzul Moslem Tanamkan Pendidikan Karakter dan Bela Negara Melalui Kegiatan di Barak Militer Bantir, Sumowono

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 383
    • 0Komentar

    ‎ ‎Sumowono – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Eyzzul Moslem Temanggung melaksanakan kegiatan Pendidikan Karakter dan Bela Negara yang bertempat di Barak Militer Bantir, Kecamatan Sumowono, pada Jumat–Sabtu, 9–10 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMP Eyzzul Moslem dengan penuh semangat, antusiasme, dan kedisiplinan tinggi. ‎ ‎SMP Eyzzul Moslem merupakan salah satu lembaga pendidikan […]

  • MAPSI PAI SMK Se-Jawa Tengah Sukses Digelar, Kebumen Raih Juara Umum

    MAPSI PAI SMK Se-Jawa Tengah Sukses Digelar, Kebumen Raih Juara Umum

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 6
    • 0Komentar

    *SEMARANG* – Rangkaian Lomba Mata Pelajaran dan Seni Pendidikan Agama Islam (MAPSI PAI) jenjang SMK se-Jawa Tengah berlangsung lancar dan meriah di Universitas iVET Semarang. Ajang bergengsi yang mempertemukan pelajar SMK dari berbagai daerah di Jawa Tengah tersebut tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, keterampilan, serta pengamalan nilai-nilai […]

  • Fatayat NU Kawal Kasus di Polres Pati, Tegaskan Keadilan untuk Korban

    Fatayat NU Kawal Kasus di Polres Pati, Tegaskan Keadilan untuk Korban

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 252
    • 0Komentar

    PATI – Upaya mengawal keadilan bagi korban kembali ditegaskan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati. Bersama sejumlah badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama lainnya, Fatayat melakukan kunjungan ke Kepolisian Resor (Polres) Pati pada Senin (4/5/2026). Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris PC Fatayat NU Pati, serta Ketua LKP3A (Lembaga Konsultasi, Pemberdayaan Perempuan, dan […]

  • Perkuat Gerakan Literasi, Ma’arif NU Jateng Gandeng Harian NU

    Perkuat Gerakan Literasi, Ma’arif NU Jateng Gandeng Harian NU

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 488
    • 0Komentar

    HarianNU. Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Publikasi Media sekaligus melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan 14 media online. Kegiatan itu berlangsung di kantor LP Ma’arif NU PWNU Jalan Majapahit Nomor 70 Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (8/1/2025). Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus […]

expand_less