Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Pembinaan Dai dan Daiyah di Pati: Meningkatkan Kemampuan Dakwah di Era Digital

Pembinaan Dai dan Daiyah di Pati: Meningkatkan Kemampuan Dakwah di Era Digital

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
  • visibility 377
  • comment 0 komentar

 

Hariannu.com –  Sebanyak 60 dai dan daiyah dari berbagai elemen keagamaan se-Kabupaten Pati mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Kegiatan berlangsung di Gedung Islamic Center Masjid Baitunnur Pati, Rabu (9/7/2025).

Peserta yang hadir berasal dari unsur mubaligh-mubalighah, pembina majelis taklim, serta penyuluh agama Islam. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para penceramah dalam menyampaikan dakwah yang efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dua narasumber dihadirkan untuk memberikan materi, yaitu Ilham Suprianto (Ketua LDNU Kabupaten Pati) dan Ahmad Nadhif Abdul Munif (Perwakilan MUI Pati). Mereka membawakan dua tema penting: “Teori Retorika Dakwah” dan “Dakwah di Era Digital dan Disinformasi.”

Dalam penyampaian materinya, Ilham Suprianto menekankan bahwa ceramah yang mengena tidak cukup hanya dengan isi yang bagus, tetapi juga teknik komunikasi yang kuat. Ia memaparkan lima kunci utama dalam komunikasi verbal, di antaranya penguasaan kosa kata (vocabulary), kecepatan bicara, intonasi suara, humor, serta ketepatan waktu (timing).

“Ceramah itu ada rahasianya,” ungkap Ilham.

Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen istirahat suara, agar para penceramah bisa menjaga kesehatan pita suara dalam jangka panjang.

Sementara itu, Ahmad Nadhif menjelaskan soal pentingnya wawasan teknologi dan media digital bagi para dai dan daiyah. Menurutnya, dakwah hari ini tidak bisa lepas dari dunia digital, karena informasi menyebar sangat cepat dan sering kali disertai disinformasi.

“Karakteristik era digital seperti sebilah pedang bermata dua. Ia bisa memudahkan dakwah, tapi juga bisa melukai jika disalahgunakan,” jelasnya.

Kadapun kegiatan ini dibuka oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Pati, Abdul Khamid. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis para dai, tapi juga memperkuat sisi mental dan karakter.

“Hari ini kita lebih sering menemui orang yang suka bicara daripada mendengar. Kadang pengajian sedikit lama dan tidak lucu langsung ditinggal. Kita harus mendidik umat agar mengaji bukan sekadar untuk viral atau banyak undangan, tapi untuk perbaikan diri dan masyarakat,” tegasnya.

Melalui pembinaan ini, Kemenag berharap para dai-daiyah dapat menjadi penyampai pesan agama yang cerdas, bijak, dan relevan dengan dinamika zaman. (*/Angga/Ltn)

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog Bu Nyai dan RMI PCNU Pati: Meningkatkan Kesadaran tentang Pelecehan Seksual di Pesantren

    Dialog Bu Nyai dan RMI PCNU Pati: Meningkatkan Kesadaran tentang Pelecehan Seksual di Pesantren

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 368
    • 0Komentar

      hariannu.com – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Pati mengadakan dialog dengan Bu Nyai dari berbagai pesantren di Kabupaten Pati pada Jumat (18/72025), di Aula Barat Madrasah Alhikmah Kajen, Kecamatan Margoyoso. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap pelecehan seksual di lingkungan pesantren. Dialog ini dihadiri oleh 100-an Bu Nyai dari berbagai […]

  • NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Temanggung – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Temanggung memadati Alun-alun Kabupaten dalam Apel dan Parade 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100 Masehi. Momentum bersejarah ini menjadi ajang penegasan komitmen NU sebagai pilar utama Islam rahmatan lil alamin sekaligus penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bupati Temanggung Agus Setiawan dalam sambutannya pada hari Sabtu Pagi […]

  • Gus Rozin: Sakomanu Beda dengan Sako Lain

    Gus Rozin: Sakomanu Beda dengan Sako Lain

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Hariannu.com-Semarang – Ketua Majelis Pembimbing Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya pengakuan generasi milenial terhadap Nahdlatul Ulama (NU). “Dari data yang kami terima, hanya sekitar 8 persen generasi milenial yang mengakui dan merasa memiliki NU. Ini tentu sangat […]

  • Hebat, Siswa MI Mambaul Ulum Grogolan Dukuhseti Sabet Juara 1 Lari Jarak Jauh

    Hebat, Siswa MI Mambaul Ulum Grogolan Dukuhseti Sabet Juara 1 Lari Jarak Jauh

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Hariannu, Jateng – Kabar menggembirakan datang dari even Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Jawa Tengah. Pasalnya, salah satu atlet dari Kabupaten yakni Pati Muhammad Andrean Saputra (12) torehkan prestasi dari cabor lari jarak jauh.  Andrean merupakan pelajar kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ulum, Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Ia berhasil meraih juara l lari […]

  • Pra Liga Samurai Paint sesi ke-3 oleh Maarif NU Jateng

    Pra Liga Samurai Paint sesi ke-3 oleh Maarif NU Jateng

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Hariannu.com- Pekalongan – Untuk meningkatkan kompetensi murid SMK di bidang body repair pada jurusan otomotif Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerjasama dengan PT. Samurai Kurobusi menyelenggarakan kegiatan Pra Liga SamuraiPaint putaran ke-3 sesi kedua yang dilaksanakan di SMK Ma’arif NU Kab. Pekalongan pada (29-31/05/25). Kegiatan ini diikuti oleh 12 SMK dengan masing terdiri […]

  • Dari Pati untuk Dunia: Gong Cik sebagai Simfoni Tradisi yang Memadukan Beladiri, Kesenian, dan Falsafah Jawa

    Dari Pati untuk Dunia: Gong Cik sebagai Simfoni Tradisi yang Memadukan Beladiri, Kesenian, dan Falsafah Jawa

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 357
    • 0Komentar

    ditulis: Arif Khilwa (Ketua Lesbumi PCNU Pati) Seni tradisi bukan sekadar pertunjukan warisan masa silam. Ia adalah cermin nilai-nilai luhur, identitas kolektif, sekaligus denyut kebudayaan yang senantiasa hidup di tengah masyarakat. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kita menjumpai sebuah bentuk seni tradisi yang unik dan sarat makna: Gong Cik, sebuah ekspresi kebudayaan yang memadukan seni […]

expand_less