Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026

MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar

PATI — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-35, MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026, pada Rabu (29/7/2026). Seminar tersebut mengusung tema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak.”

​Kegiatan ini diikuti sebanyak 145 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping dari 48 sekolah di Jawa Tengah. Selain itu, hadir pula perwakilan alumni MAN 1 Pati yang saat ini menempuh pendidikan di 10 perguruan tinggi di Indonesia.

​Acara tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Faisa Mukti Septyani, serta Guru Besar Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Tri Marhaeni Pudji Astuti.

​Kepala MAN 1 Pati, Moh. Kodri, menegaskan bahwa seluruh program yang dirancang di madrasah bertujuan untuk melindungi dan menyelamatkan anak-anak melalui langkah-langkah nyata.

​”Semua kegiatan yang ada di madrasah ini mau direalisasikan untuk menyelamatkan anak-anak. Ini sudah kita upayakan dengan memberikan bimbingan teknis kepada teman-teman guru, edukasi kepada anak-anak, dan terus menambah pembenahan sarana prasarana agar betul-betul kegiatan ramah anak ini bisa direalisasikan,” ungkap Kodri.

​Kodri menambahkan, lewat materi yang disampaikan para narasumber, pihak sekolah berharap tercipta ruang lingkup yang memungkinkan siswa untuk bereksplorasi dan berekspresi secara nyaman, serta membangun sinergi yang lebih kuat antara guru dan siswa.

​Dukungan penuh turut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Syaiku. Ia mengapresiasi langkah MAN 1 Pati karena sejalan dengan salah satu dari delapan program prioritas Kementerian Agama, yakni mewujudkan madrasah yang unggul, ramah, dan terintegrasi.

​Syaiku menjelaskan bahwa langkah ini beriringan dengan peluncuran ekosistem pendidikan madrasah berkonsep SENYAMAN, yaitu:

​Sehat: Jaminan kesehatan dari segi sarana prasarana, pengelolaan lingkungan, hingga bebas dari polusi pembakaran sampah bagi seluruh stakeholder madrasah.

​Aman: Bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) serta pelecehan, baik fisik maupun psikologis.

​Nyaman: Menciptakan suasana yang membuat siswa, guru, hingga kepala madrasah merasa betah dan terlindungi selama berada di lingkungan sekolah.

​Menyenangkan: Proses pembelajaran yang dapat dinikmati siswa dengan penuh kebahagiaan tanpa adanya tekanan.

​”Keberhasilan pendidikan itu memang diawali bagaimana anak itu merasa aman dan merasa nyaman di madrasah. Pembelajaran yang bisa dinikmati artinya anak mengikuti pembelajaran dengan penuh kebahagiaan dan tidak merasa terpaksa. Modal ini sangat penting, tidak hanya di madrasah tetapi juga untuk pendidikan secara umum,” pungkas Syaiku.

Sementara itu Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir pada acara tersebut menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng generasi muda di era pesatnya perkembangan teknologi.

​”Pendidikan karakter ini sangat penting, jadi ruang pendidikan khususnya madrasah di Kabupaten Pati ini perlu ditingkatkan. Dengan teknologi yang sekarang luar biasa, anak-anak kita perlu didasari oleh pendidikan karakter dan agama yang kuat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Risma.

​Ia juga mengimbau agar para siswa memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung proses belajar, bukan justru dikendalikan oleh teknologi itu sendiri.

​”Anak-anak ini lebih mengutamakan menggunakan teknologi untuk membantu pendidikan, bukan untuk dimanfaatkan oleh teknologi. Persaingan ke depan, baik usaha maupun pendidikan, sangat berat. Makanya kami kedepankan anak-anak generasi muda untuk selalu belajar dan meningkatkan ilmunya demi masa depan yang lebih baik,” tandas dia. (Anang/LTN)

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 1.977
    • 0Komentar

    Ustadz Hanan Attaki menyatakan resmi menjadi warga NU di bawah baiat Ketua PW NU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar. Kejadian yang cukup menghebohkan dunia maya tersebut berlangsung pada Kamis (11/5) di Ponpes Sabilurrosyad, Malang. Proses baiat ini disaksikan ribuan santri Sabilurrosyad dan juga beberapa kiai yang hadir, seperti Gus Nadirsyah Hosen dan KH. Anwar Zahid. […]

  • ‎Hanya Ada Di INISNU, Kampus Gelar Nyadran Kampus Hijau

    ‎Hanya Ada Di INISNU, Kampus Gelar Nyadran Kampus Hijau

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 416
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi atau 1 Abad NU, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung bersama keluarga besar Kampus Hijau menggelar Nyadran Kampus Hijau yang dipusatkan di Komplek Masjid Al-Ittihad INISNU Temanggung, Jumat pagi (30/1/2026). ‎ ‎Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika dan lembaga di lingkungan […]

  • MK Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan, LP Ma'arif NU Jateng: Penyelamat Sekolah Swasta

    Cegah Anggaran Pendidikan “Terganggu”, LP Ma’arif NU Jateng Apresiasi Putusan MK Soal MBG

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 126
    • 0Komentar

    SEMARANG — Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari porsi wajib (mandatory spending) anggaran pendidikan sebesar 20% mendapat sambutan positif dari kalangan pengelola pendidikan swasta. Langkah ini dinilai sebagai angin segar sekaligus upaya nyata penyelamatan anggaran pendidikan nasional agar tidak “terpangkas” oleh program di luar sektor pembelajaran. Dalam […]

  • Diseminasi BNPT dan FKPT Jateng, Indeks Potensi Radikalisme Jateng Turun di Angka 10,9

    Diseminasi BNPT dan FKPT Jateng, Indeks Potensi Radikalisme Jateng Turun di Angka 10,9

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang diikuti 372 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi masyarakat, media, dan pemangku kepentingan lainnya pada Kamis, 2 Juli […]

  • SMK NU Entrepreneur Uji Sertifikasi Kompetensi Siswa bersama LSP P2 Ma’arif Jateng

    SMK NU Entrepreneur Uji Sertifikasi Kompetensi Siswa bersama LSP P2 Ma’arif Jateng

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Tegal – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) peserta didik merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa SMK kelas XII. Selain sebagai kewajiban, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah bagi siswa sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja. Dalam hal ini, SMK NU Entrepreneur 01 Lebaksiu Kab. Tegal menggandeng LSP P2 Ma’arif Jateng untuk pelaksanaan […]

  • Daripada Pidato, Peserta Lebih Suka Berkhotbah

    Daripada Pidato, Peserta Lebih Suka Berkhotbah

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam perlombaan Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, juri berkomentar peserta masih terjebak ke dalam khotbah daripada pidato. Hal itu diungkapkan Dr. S. Prasetyo Utomo juri Lomba Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP di sela-sela lomba. […]

expand_less