MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026
- account_circle Harian NU
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026
PATI — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-35, MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026, pada Rabu (29/7/2026). Seminar tersebut mengusung tema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak.”
Kegiatan ini diikuti sebanyak 145 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping dari 48 sekolah di Jawa Tengah. Selain itu, hadir pula perwakilan alumni MAN 1 Pati yang saat ini menempuh pendidikan di 10 perguruan tinggi di Indonesia.
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Faisa Mukti Septyani, serta Guru Besar Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Tri Marhaeni Pudji Astuti.
Kepala MAN 1 Pati, Moh. Kodri, menegaskan bahwa seluruh program yang dirancang di madrasah bertujuan untuk melindungi dan menyelamatkan anak-anak melalui langkah-langkah nyata.
”Semua kegiatan yang ada di madrasah ini mau direalisasikan untuk menyelamatkan anak-anak. Ini sudah kita upayakan dengan memberikan bimbingan teknis kepada teman-teman guru, edukasi kepada anak-anak, dan terus menambah pembenahan sarana prasarana agar betul-betul kegiatan ramah anak ini bisa direalisasikan,” ungkap Kodri.
Kodri menambahkan, lewat materi yang disampaikan para narasumber, pihak sekolah berharap tercipta ruang lingkup yang memungkinkan siswa untuk bereksplorasi dan berekspresi secara nyaman, serta membangun sinergi yang lebih kuat antara guru dan siswa.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Syaiku. Ia mengapresiasi langkah MAN 1 Pati karena sejalan dengan salah satu dari delapan program prioritas Kementerian Agama, yakni mewujudkan madrasah yang unggul, ramah, dan terintegrasi.
Syaiku menjelaskan bahwa langkah ini beriringan dengan peluncuran ekosistem pendidikan madrasah berkonsep SENYAMAN, yaitu:
Sehat: Jaminan kesehatan dari segi sarana prasarana, pengelolaan lingkungan, hingga bebas dari polusi pembakaran sampah bagi seluruh stakeholder madrasah.
Aman: Bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) serta pelecehan, baik fisik maupun psikologis.
Nyaman: Menciptakan suasana yang membuat siswa, guru, hingga kepala madrasah merasa betah dan terlindungi selama berada di lingkungan sekolah.
Menyenangkan: Proses pembelajaran yang dapat dinikmati siswa dengan penuh kebahagiaan tanpa adanya tekanan.
”Keberhasilan pendidikan itu memang diawali bagaimana anak itu merasa aman dan merasa nyaman di madrasah. Pembelajaran yang bisa dinikmati artinya anak mengikuti pembelajaran dengan penuh kebahagiaan dan tidak merasa terpaksa. Modal ini sangat penting, tidak hanya di madrasah tetapi juga untuk pendidikan secara umum,” pungkas Syaiku.
Sementara itu Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir pada acara tersebut menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng generasi muda di era pesatnya perkembangan teknologi.
”Pendidikan karakter ini sangat penting, jadi ruang pendidikan khususnya madrasah di Kabupaten Pati ini perlu ditingkatkan. Dengan teknologi yang sekarang luar biasa, anak-anak kita perlu didasari oleh pendidikan karakter dan agama yang kuat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Risma.
Ia juga mengimbau agar para siswa memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung proses belajar, bukan justru dikendalikan oleh teknologi itu sendiri.
”Anak-anak ini lebih mengutamakan menggunakan teknologi untuk membantu pendidikan, bukan untuk dimanfaatkan oleh teknologi. Persaingan ke depan, baik usaha maupun pendidikan, sangat berat. Makanya kami kedepankan anak-anak generasi muda untuk selalu belajar dan meningkatkan ilmunya demi masa depan yang lebih baik,” tandas dia. (Anang/LTN)
- Penulis: Harian NU
