Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Dari Pati untuk Dunia: Gong Cik sebagai Simfoni Tradisi yang Memadukan Beladiri, Kesenian, dan Falsafah Jawa

Dari Pati untuk Dunia: Gong Cik sebagai Simfoni Tradisi yang Memadukan Beladiri, Kesenian, dan Falsafah Jawa

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • visibility 562
  • comment 0 komentar
ditulis: Arif Khilwa (Ketua Lesbumi PCNU Pati) Seni tradisi bukan sekadar pertunjukan warisan masa silam. Ia adalah cermin nilai-nilai luhur, identitas kolektif, sekaligus denyut kebudayaan yang senantiasa hidup di tengah masyarakat. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kita menjumpai sebuah bentuk seni tradisi yang unik dan sarat makna: Gong Cik, sebuah ekspresi kebudayaan yang memadukan seni bela diri dan seni pertunjukan, sekaligus menyiratkan filosofi sosial yang mendalam. Gong Cik tumbuh dan berkembang di beberapa desa di Pati, meski dengan penyebutan yang beragam, ada yang menyebutnya Mencik, ada pula yang menyebutnya ncak-ncik. Namun akar dan ruhnya tetap sama: sebuah seni bela diri silat yang dibalut dalam bentuk tarian ritmis, guna menghibur masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebajikan. Di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Gong Cik masih dilestarikan secara turun-temurun. Menurut Ahmad Faozi, salah satu pewaris Gong Cik Pasucen, kesenian ini bermula dari masa kolonial Belanda sekitar tahun 1835. Kala itu, pemerintah kolonial melarang praktik bela diri karena dikhawatirkan bisa membangkitkan semangat perlawanan rakyat. Namun di sinilah tampak kecerdasan budaya masyarakat lokal. Silat tidak ditinggalkan begitu saja, melainkan disamarkan dalam bentuk seni pertunjukan yang memukau, lahirlah Gong Cik sebagai kamuflase budaya yang cerdik. Silat tetap diajarkan secara diam-diam, sedangkan Gong Cik dipertontonkan kepada khalayak luas sebagai bentuk hiburan rakyat. Namun nilai Gong Cik tak berhenti pada kelihaian gerak dan ketajaman strategi beladiri semata. Lebih dalam dari itu, Gong Cik memuat nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh para pelakunya. Muchtar Faqih, seorang pesilat dan pelestari Gong Cik dari Pasucen, menjelaskan filosofi yang hidup dalam tubuh kesenian ini: “Srawung Tanpa Nyandhung.” Srawung bermakna menjalin silaturahmi, membangun hubungan baik antar individu dalam konteks Gong Cik, ini berarti hubungan harmonis antarpemain dan dengan masyarakat. Sementara Nyandhung berarti menjatuhkan atau mencelakai, baik secara fisik maupun mental. Maka, “Srawung Tanpa Nyandhung” adalah prinsip luhur yang mengajarkan bahwa dalam permainan Gong Cik, tidak boleh ada gerakan yang melukai, mempermalukan, atau menjatuhkan lawan main. Serangan dan pertahanan dilakukan secara bergantian, dalam semangat kesepahaman dan keharmonisan. Inilah estetika sekaligus etika dalam Gong Cik. Nilai ini lantas melampaui panggung pementasan. Ia menjadi cermin kehidupan sosial, bahwa hidup bermasyarakat menuntut kita untuk saling memberi dan menerima, tanpa saling mencederai. Bahwa kehidupan yang harmonis dibangun bukan dengan adu kekuatan, melainkan dengan saling pengertian. Dalam Gong Cik, setiap gerak adalah bahasa dan setiap bahasa menyampaikan kebajikan. Kesenian Gong Cik adalah bukti bahwa seni tradisi tidak pernah sekadar pelengkap pesta rakyat. Ia adalah bentuk perlawanan, ruang edukasi, dan wahana spiritualitas sosial. Melalui Gong Cik, kita diajak kembali kepada akar kebudayaan yang menghargai keselarasan, menjunjung martabat kemanusiaan, dan menolak kekerasan dalam bentuk apa pun. Di tengah gelombang modernisasi dan budaya massa yang kerap menenggelamkan tradisi lokal, Gong Cik berdiri sebagai saksi kekuatan budaya rakyat. Ia mengajarkan bahwa seni adalah jalan untuk bertahan, dan bahwa dalam setiap gerakan tari dan silat, tersimpan pesan damai yang bisa diwariskan lintas generasi. Pati, 22 Juli 2025   Lihat Dokumentasi di sini.
  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua FKPT Jateng: Pencegahan Terorisme itu Tugas Bersama

    Ketua FKPT Jateng: Pencegahan Terorisme itu Tugas Bersama

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Semarang – Bertempat di Ruang Rapat lt. 2 Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi perdana pada Kamis sore (17/4/2025). Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa sejak ditetapkan oleh tim formatur pada 26 Juli 2024 lalu, kepengurusan FKPT Jawa Tengah periode […]

  • Pengukuhan Duta Literasi SMAN 1 Tayu

    Pengukuhan Duta Literasi SMAN 1 Tayu

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Harian NU
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Tayu. Puncak Acara Kegiatan Bulan Bahasa SMA Negeri 1 Tayu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96. Tema kegiatan “Bangkit Bersama Bahasa dan Budaya untuk Bangsa” yg dimotori oleh GANTARI (Gerakan Literasi Mandiri) SMA Negeri 1 Tayu, Senin, 28 Oktober 2024 di aula SMA Negeri 1 Tayu “Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga sekolah (peserta […]

  • LP Ma’arif NU Jateng dan BDK Semarang Perkuat Kapasitas Kepala Madrasah

    LP Ma’arif NU Jateng dan BDK Semarang Perkuat Kapasitas Kepala Madrasah

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 506
    • 0Komentar

        Hariannu.com.Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU yang juga menjabat Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., menyampaikan pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin yang cepat dan tanggap dalam berbagai hal. “Kepala madrasah menjadi lokomotif pergerakan yang cepat. Dalam […]

  • ‎Peduli Pendidikan, Program NU Pendidikan PWNU Jateng Dilaunching

    ‎Peduli Pendidikan, Program NU Pendidikan PWNU Jateng Dilaunching

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 284
    • 0Komentar

    ‎Semarang – Bertempat di MG Setos Hotel Semarang, Menteri Sosial Republik Indonesia Drs. KH. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), secara resmi melaunching Program NU Pendidikan PWNU Jawa Tengah pada Kamis (9/4/2026). ‎ ‎Hal itu terungkap dalam rangkaian kegiatan Halalbihalal dan Launching Program NU Pendidikan PWNU Jawa Tengah kerjasama antara LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, LAZISNU […]

  • Gandeng UPZIS MWCNU Pucakwangi, Paguyuban Sopir Pati Salurkan Air Bersih

    Gandeng UPZIS MWCNU Pucakwangi, Paguyuban Sopir Pati Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 52
    • 0Komentar

    PATI— Paguyuban Sopir Pati (PSP) berkolaborasi dengan Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) MWCNU Pucakwangi merespons krisis air bersih yang melanda sebagian warga di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Sabtu (19/9/2026). ​Ketua PSP, Muhammad Syahidul Anam, mengatakan bahwa penyaluran air bersih ini didanai secara swadaya oleh para anggota PSP. Melalui aksi ini, PSP membuktikan komitmennya […]

  • ‎Jadwal Diubah, Diklat Kepala Madrasah LP Ma’arif NU Jateng Digelar 12–16 Oktober 2026

    ‎Jadwal Diubah, Diklat Kepala Madrasah LP Ma’arif NU Jateng Digelar 12–16 Oktober 2026

    • calendar_month Sab, 26 Sep 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 25
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG — Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengubah jadwal pelaksanaan Diklat Kepala Madrasah MI, MTs, dan MA yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang. Kegiatan yang semula dijadwalkan pada 5–9 Oktober 2026 tersebut kini dilaksanakan pada Senin–Jumat, 12–16 Oktober 2026. ‎ ‎Perubahan […]

expand_less