Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar


‎Temanggung – Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., dosen sekaligus Direktur Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, memaparkan materi krusial mengenai dinamika kekuasaan dunia dalam seminar internasional bertajuk “Disorientation of Global Imperialism”. Presentasi ini menyoroti bagaimana pola penjajahan telah berevolusi dari pendudukan fisik menjadi kontrol digital dan ekonomi yang kerap tidak disadari oleh masyarakat modern.

‎Hal itu terungkap dalam International Seminar with Tezpur Collage, Assam, Indonesia bertajuk “War and The Global Economy Impact” di kampus Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman (GUPPI) Undaris Semarang, Kamis (12/2/2026).

‎Dalam paparan materinya, Dr Syakur menyampaikan salah satu poin paling menarik yang disampaikan adalah kontradiksi antara makna bahasa dan realitas sejarah istilah imperialisme (dalam bahasa Arab disebut Al-Isti’mar).

‎Makna teologis dan linguistiknya berakar dari kata amara yang berarti “memakmurkan” atau “membangun”. Hal ini merujuk pada QS. Hud: 61, di mana manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi.

‎Namun dalam realitas sosiopolitik, Dr. Syakur menegaskan bahwa imperialisme justru tidak memiliki hubungan dengan upaya memakmurkan. Sebaliknya, ia menjadi instrumen bagi negara atau kelompok terorganisir untuk menguasai wilayah, sumber daya, dan penduduk secara sistematis.

‎Dr. Syakur menjelaskan bahwa imperialisme tidak lagi identik dengan ekspansi militer atau pendudukan wilayah secara langsung. Ia mengalami transformasi dalam tiga fase utama.

‎Pertama, imperialisme klasik, yakni kolonialisme melalui pendudukan teritorial secara langsung.

‎Kedua, imperialisme modern, yang beroperasi melalui dominasi ekonomi, penetrasi budaya, kontrol media, serta ketergantungan teknologi.

‎Ketiga, imperialisme digital, sebagai bentuk mutakhir yang mengontrol data, algoritma, infrastruktur platform global, serta arus informasi lintas negara.

‎Seminar ini juga menyoroti adanya fenomena “disorientasi”, yaitu ketika praktik penjajahan gaya baru dibungkus dengan narasi yang tampak positif.

‎Eksploitasi ekonomi sering dilakukan atas nama investasi.

‎Homogenisasi budaya dipromosikan atas nama globalisasi.

‎Intervensi politik dijalankan dengan dalih penegakan demokrasi dan hak asasi manusia.

‎Kondisi inilah yang disebut sebagai disorientasi imperial global, ketika kemajuan dan modernitas menjadi retorika yang menutupi ketimpangan struktural dan ketergantungan sistemik.

‎Imperialisme gaya baru membawa dampak signifikan, khususnya bagi institusi pendidikan dan negara berkembang.

‎Dalam konteks akademik, muncul hegemoni kurikulum dan riset, di mana standar publikasi dan metodologi global sering kali meminggirkan pengetahuan lokal serta tradisi intelektual berbasis komunitas.

‎Sementara itu, pada tingkat negara, ketergantungan terhadap pasar global dan teknologi asing berpotensi melemahkan kedaulatan nasional secara struktural.

‎Sebagai penutup, Dr. Syakur menegaskan bahwa universitas seperti INISNU Temanggung harus mengambil peran strategis sebagai pusat kesadaran kritis dan pembebasan intelektual.

‎Peran tersebut mencakup pengembangan keilmuan yang kontekstual dan kritis, penguatan riset berbasis kebutuhan masyarakat lokal, serta pembangunan etika akademik yang berpihak pada keadilan dan kedaulatan pengetahuan.

‎Dijelaskan Syakur, bahwa imperialisme global bukanlah fenomena masa lalu. Ia hadir dalam bentuk yang lebih halus, sistemik, dan canggih. Melalui forum akademik internasional ini, INISNU Temanggung menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong pemikiran kritis dan membangun kesadaran intelektual dalam menghadapi hegemoni global yang merugikan.

‎Dalam acara sama, Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung bersama 8 perguruan tinggi lain di Jateng dan DIY melakukan kerjasama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)  dan Memorandum of Agreement (MoA) pada rangkaian kegiatan tersebut.

MoU diteken oleh Rektor Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dengan Principal of Tezpur College, Assam, India Dr. Manoj Kumar Hazarika. Sedangkan MoA dilakukan oleh Direktur Program Pascasarjana Inisnu Dr. Muhammad Syakur, M.H., Dekan FSHEI Inisnu Dr. Sumarjoko, M.S.I., Dekan FTK Inisnu Yenny Aulia Rachman, M.Pd. Hadir pula Wakil Rektor III INISNU Dr. Husna Nashihin, M.Pd.I.‎ (*)

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • INISNU Berangkatkan 157 Peserta Pancadharma Internasional di Singapura, Malaysia dan Thailand

    INISNU Berangkatkan 157 Peserta Pancadharma Internasional di Singapura, Malaysia dan Thailand

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 225
    • 0Komentar

      Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung secara resmi memberangkatkan 157 peserta dalam program Pancadharma Internasional ke tiga negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kegiatan ini dimulai dengan upacara pemberangkatan dan doa bersama yang berlangsung pada Senin, 25 Agustus 2025 di halaman rektorat kampus INISNU. Acara tersebut menjadi momentum penting dalam rangka internasionalisasi […]

  • Fakhruddin Karmani Tegaskan Urgensi Akidah Aswaja Annhdliyah

    Fakhruddin Karmani Tegaskan Urgensi Akidah Aswaja Annhdliyah

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Jepara – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menegaskan pentingnya penguatan akidah Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah. Hal itu terungkap dalam Halalbihalal Keluarga Besar LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Jepara yang bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Sabtu (12/4/2025). Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menuturkan Aswaja Annahdliyah […]

  • Ketua FKPT Jateng Sebut Lembaga Pers Siswa Urgen Bagi Sekolah

    Ketua FKPT Jateng Sebut Lembaga Pers Siswa Urgen Bagi Sekolah

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Semarang – Bertempat di Gedung WTC Kampus 2 UNWAHAS Semarang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda menjadi narasumber Training of Trainers (TOT) dan Diklat Pembina Komisariat yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah pada Jumat […]

  • Buka GLM Part 3, Ketua Ma’arif NU: Kita Darurat Literasi

    Buka GLM Part 3, Ketua Ma’arif NU: Kita Darurat Literasi

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Harian NU
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Ketua Ma’arif NU Jateng Sebut Literasi Indonesia Darurat Semarang – Melalui Zoom Meeting, Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 3 Gerakan Literasi Karya Tulis Ilmiah pada Selasa (12/11/2024) dibuka resmi oleh Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani. Pihaknya menyampaikan bahwa hasil asesmen kompetensi guru di madrasah Kemenag RI, tingkat literasi yang […]

  • Isra' Mi'raj Warga PGAP-NU Balung on Unsplash

    Mengenal Isra’ Mi’raj, Salah Satu Peristiwa Penting Dalam Islam

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Hariannu.com – Isra’ Mi’raj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadi bagian dari keyakinan dan ajaran agama. Isra’ Mi’raj terjadi ketika Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha dan bertemu dengan Allah SWT. Isra’ Mi’raj juga merupakan momen yang penuh […]

  • Gubernur Jateng Dukung Pelaksanaan PORSEMA XIII di Wonosobo

    Gubernur Jateng Dukung Pelaksanaan PORSEMA XIII di Wonosobo

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 339
    • 0Komentar

        Hariannu.com. SEMARANG – Dalam rangka mematangkan persiapan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII tingkat Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (11/8/2025) di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Audiensi ini juga dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) […]

expand_less