Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
  • visibility 276
  • comment 0 komentar

 

hariannu.com – Tradisi manuskrip di wilayah Kajen, Pati, bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan cermin dari keberislaman masyarakat Jawa yang khas. Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taufiq Hakim, mengungkapkan bahwa Islam di wilayah ini diresapi secara konvergen dan vernakular, menggabungkan ketauhidan yang kokoh dengan ekspresi rasa dan simbol budaya lokal.

​Poros dari peradaban Jawa-Muslim di Kajen ini tak lepas dari sosok Syekh Mutamakkin. Pangeran asal Tuban sekaligus waliyullah ini membangun fondasi literasi yang kritis dan kontemplatif sejak awal abad ke-18, sebuah era yang terekam jelas dalam arsitektur Masjid Kajen.

​Salah satu bukti otentik dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah Suluk Alif. Manuskrip yang ditulis oleh santri kesayangan beliau, Syekh Abdul Karim Al Haj, menggunakan aksara Pegon dalam bentuk tembang Macapat.

​”Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim, Selasa (24/3/2026).

​Secara turun-temurun, manuskrip ini rutin ditembangkan dalam peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi lisan ini sempat terhenti pada tahun 1950-an karena minimnya generasi yang mampu menembangkannya.

​Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin menggunakan lakon wayang Dewa Ruci sebagai media dakwah. Beliau mengajarkan masyarakat untuk membaca keadaan melalui parameter kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan sekadar mengejar viralitas atau retorika.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkap Taufiq Hakim.

​Inti dari ajaran tersebut dirangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya penyucian jiwa.

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

​Menurut Taufiq, laku keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin adalah bentuk tanggung jawab sosial-ontologis. Manusia dipandang sebagai makhluk spiritual yang tujuannya (paran) adalah kejernihan niat dan konsistensi antara pikiran, perasaan, serta dharma kepada sesama.

​Upaya membedah kembali Suluk Alif bukanlah bentuk nostalgia semata, melainkan upaya menemukan “peta jalan” yang aktual untuk menghadapi tantangan masa depan dengan batin yang teguh dan identitas yang tidak membeku.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia. (Angga/LTN)

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkat Koin NU, Ratusan Warga Purwokerto Tayu Dapatkan Kartu Sehat dan Pengobatan Gratis

    Berkat Koin NU, Ratusan Warga Purwokerto Tayu Dapatkan Kartu Sehat dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PATI — Pengurus Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Purwokerto Timur, Kecamatan Tayu, Pati, menyediakan program khusus pelayanan kesehatan gratis bagi warga setempat. ​Bekerja sama dengan Klinik Pusat Perawatan Luka dan Sunat Modern Anak Sholeh, program tersebut diwujudkan dalam bentuk Kartu Sehat yang praktis. Hingga saat ini, lebih dari 300 warga telah […]

  • Sakoma NU Rembang Buat Badan Kerja

    Sakoma NU Rembang Buat Badan Kerja

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Rembang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakoma NU) Cabang Rembang menggelar acara pembentukan badan kerja pada Sabtu, 22 Februari 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pengembangan Sakoma NU di Kabupaten Rembang. Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten […]

  • Malam di Bumi Tamiang: Langkah Awal Relawan NU Peduli Menyemai Harapan

    Malam di Bumi Tamiang: Langkah Awal Relawan NU Peduli Menyemai Harapan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 371
    • 0Komentar

      Malam belum sepenuhnya usai ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah akhirnya tiba di Bumi Tamiang pada pukul 20.30 WIB. Wajah-wajah lelah terlihat jelas setelah perjalanan panjang, namun semangat tetap terjaga. Di bawah langit Aceh yang tenang, langkah pertama misi kemanusiaan resmi dimulai. Tanpa banyak jeda, para relawan langsung mempersiapkan perjalanan lanjutan menuju […]

  • Diseminasi BNPT dan FKPT Jateng, Indeks Potensi Radikalisme Jateng Turun di Angka 10,9

    Diseminasi BNPT dan FKPT Jateng, Indeks Potensi Radikalisme Jateng Turun di Angka 10,9

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang diikuti 372 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi masyarakat, media, dan pemangku kepentingan lainnya pada Kamis, 2 Juli […]

  • Asesmen Lapangan S1 PAI INISNU Temanggung Dimulai, Asesor LAMDIK Tekankan Budaya Mutu

    Asesmen Lapangan S1 PAI INISNU Temanggung Dimulai, Asesor LAMDIK Tekankan Budaya Mutu

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 128
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi memulai Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, pada Jumat (17/7/2026) di ruang rapat BPP INISNU Temanggung. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Juli 2026, menjadi momentum penting bagi institusi untuk menunjukkan komitmen dalam membangun budaya mutu […]

  • PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

    PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 368
    • 0Komentar

    JAWA TENGAH – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, melepas keberangkatan rombongan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Bertempat di Gedung PWNU Jateng, pelepasan ini menandai dimulainya misi kemanusiaan tahap pertama yang melibatkan 22 relawan pilihan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. ​Sebelum bertolak ke […]

expand_less