Gelar Istighotsah Bersama PCNU, PLT Bupati Pati: Kritik Adalah Bentuk Kasih Sayang
- account_circle Harian NU
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Gelar Istighotsah Bersama PCNU, PLT Bupati Pati: Kritik Adalah Bentuk Kasih Sayang
pcnupati.or.id – PLT Bupati Pati, Risma Ardhi Candra bersama dengan Ormas yang ada di Kabupaten Pati menggelar Istighotsah dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Pati. Agenda ini dilaksanakan pada Jumat (5/6) malam.
Dalam agenda itu, Risma menyebut anggaran yang tepat sasaran adalah tanggung jawab besar. Maka, dalam beberapa pengerjaan proyek infrastruktur yang telah dimulai sejak Mei 2026, dirinya serimg datang langsung ke lapangan untuk memberikan supervisi.
“Fungsi pengawasan ini sangat penting sekali dilakukan,” terang dia.
Pada akhir sambutan, pria Pati ini juga meminta kepada para ulama untuk senantiasa memberikan kritik, saran dan masukan kepada pemerintah. Sebab, menurutnya kritik adalah bentuk kasih sayang rakyat kepada pejabat.
“Monggo, pak yai, berikan kritik dan masukan kepada kami. Kami buka ruang diskusi, sebab masalah kita banyak, kalau difikir oleh orang banyak, maka pasti akan ada solusi,” lanjut dia.
Dihadiri Ratusan Tokoh
Tokoh-tokoh agama dari kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Pati menhgadiri agenda rutin ini. Mereka terdiri dari berbagai elemen, seperti MWCNU, Forkopimcam, dan juga para ulama serta pengurus PCNU Pati.
Mereka yang hadir mengaku cukup antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Fajar, salah satu peserta dari Tambakromo memberikan keterangan kepada pcnupati.or.id bahwa kedatangannya ke forum ini adalah sebagai bentuk usaha batin untuk mendoakan Pati dan Indonesia.
“Dolar naik samapai 18.000, pejabat banyak yang korup, pemuka agama jadi pelaku asusila. Kepada siapa lagi kami gandulan (bergantung-red) kalau bukan kepada Allah. Maka saya hadir di sini membawa semangat itu untuk berkontribusi mendoakan Pati dan Indonesia,” terang dia.
Sememtara itu, KH. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati, berharap agenda ini bisa berjalan secara rutin, seperti tradisi yang telah dijalankan sejak lama.
“Istighotsah itu semacam demo kepada Allah. Kalau yang berdoa satu orang, barangkali hatinya masoh kotor, sehingga belum dikabulkan, tapi kalau berdoa secara berjamaah seperti ini, akan diijabah oleh Allah,” tuturnya.
Selain itu, Kiai Yusuf juga menyoroti kasus oknum pemuka agama yang terjerat kasus asusila. Ia mengajak kepada para tokoh yang hadir, untuk menjaga nama baik NU. Menurutnya, banyak prestasi baik yang ditorehkan oleh warga asli Pati, namun, kebaikan itu tidak terlihat oleh publik karena ulah segelintir orang.
“Ilmunya ulama dan keadilan umaro adalah pilar kesejahteraan ummat,” pungkas dia. (lut/LTN)
- Penulis: Harian NU
