Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar

Sebuah pertanyaan satir menyeruak saat Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin membuka NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (18/7) malam. Dia melempar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini.
Meski terasa sederhana, namun pertanyaan ini merupakan upaya eksplorasi filosofis mengenai sifat manusia, keberadaan, dan kondisi manusia di era modern.
Anis Sholeh Ba’asyin menantang para hadirin untuk merenungkan apakah apa yang sejatinya mereka kejar. Apakah kekayaan, kekuasaan, atau status merupakan kebutuhan sejati atau pengaruh yang didorong oleh tekanan eksternal, budaya, dan kekuatan sistemik modern?
Menurut Anis, manusia seolah-olah dikejar-kejar oleh kebutuhan; padahal seringkali itu bukan kebutuhan melainkan keinginan.
“Sekarang ini batas antara keinginan dan apa yang benar-benar kebutuhan menjadi bias. Kita menganggap semua keinginan harus terpenuhi sehingga memosisikan kita sebagai pengemis dunia. Pada dasarnya kita memang dikondisikan menjadi paria, menjadi masyarakat faqir yang setiap hari dipaksa mengemis dunia,” ucap Anis satir.
Anis menyebut bahwa saat ini orang dikondisikan untuk tidak pernah merasa puas terhadap apa pun yang sudah dia dapat. Dan pada tahap tertentu, ini merupakan sumber lahirnya kriminalitas.
“Jika dirunut, perampokan, korupsi sampai penghancuran alam secara membabi buta pada dasarnya berawal dari kontruksi yang sama, yaitu dari kondisi tidak pernah puas. Kondisi yang telah menjadi standar baru gaya hidup,” imbuh dia.
Anis mencatat bagaimana orang sering merasa dipaksa untuk mengadopsi gaya hidup modern, mulai dari kebutuhan akan listrik sampai dengan konektivitas terus-menerus melalui ponsel pintar misalnya, yang setahap demi setahap mengubah pola perilaku, harapan dan kecemasannya.
Anis menceritakan, dulu para petani memiliki peradaban yang tampak berjalan lebih lambat namun terasa menenangkan. Mereka hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhannya. Sehingga memiliki waktu yang cukup untuk merenung, mencari makna dan nilai kerohanian.
“Kebutuhan hidup mereka belum terlalu kompleks, sehingga punya banyak waktu untuk menghayati dan merenungi kehidupan; tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu,” imbuh dia.
Manusia saat ini, lanjut Anis, terus menerus disuguhi fatamorgana air di tengah gurun. Kita dikondisikan untuk terus mengejar, meski tak akan pernah menemukan. Kita hanya hanya terus berlari meski sebenarnya tanpa pencapaian apa pun.
Anis juga menyinggung narasi modern tentang kelangsungan hidup dan mengkritik pola pikir berdasar hukum seleksi alam yang diimpor dari ideologi Barat. Kecuali menyuguhkan fatamorgana, modernitas juga menanam pola pikir yang menciptakan keadaan konflik dan persaingan yang tak berkesudahan dan tidak perlu. Kombinasi kedua hal ini mengekploitasi sifat-sifat buruk manusia.
“Hidup kita dikondisikan terus saling berkejaran dan saling membinasakan untuk mengejar sesuatu yang tidak pernah bisa memuaskan kita. Itu yang merangsang orang berebut kekuasaan dan menghancurkan bumi tanpa pernah berfikir tentang nasib anak cucunya. Lalu apa yang dicari?” ucap dia.
“Karena peradaban kita dikendalikan oleh sifat tamak, maka yang paling beruntung adalah yang mampu mensucikan hatinya. Membersihkan hati supaya tidak terkontaminasi oleh sifat-sifat tersebut. Kita diberi Allah kemampuan untuk mengolah hal negatif dari luar menjadi positif di dalam diri. Seburuk-buruk diluar tidak meracuni diri kita jika punya filter yang canggih, yakni hati kita,” ingat Anis.
Oleh karena itu Anis mengingatkan jika saat ini harus memiliki pijakan dan ukuran yang kuat. Mencari apa yang ada di dunia harus direnungkan setiap hari agar tidak salah arah. Orang yang tak punya pijakan bisa salah menempatkan sesuatu yang tidak penting menjadi penting, begitu pula sebaliknya.
Untuk mengatasi kegelisahan dalam kehidupan modern, Anis menekankan pentingnya dzikir, mengingat Allah. Dzikir bukan sekadar ritual, melainkan sebagai cara untuk menemukan keridhaan, kepuasan, penerimaan dan kedamaian di dalam hati, yang menghubungkan diri manusia kembali ke asal-usulnya.
“Maka salat lima waktu dan membaca Qur’an mengingatkan kita kembali ke jalan itu. Seolah-olah sedang bercakap dengan Allah. Allah itu guru, maka setiap saat kita butuh dibimbingnya. Karena tujuan hidup kita hanyalah dari Allah menuju Allah,” imbuh dia.
Sementara itu budayawan, Nur Cahyo juga menyebut di Jawa ada istilah “ndok amun-amun”. Istilah itu juga mengingatkan pada sesuatu yang bersifat fatamorgana. Sekencang apapun orang mengejar maka tidak akan terkejar.
“Dunia ini bagai ndok amun-amun, kemana kita kejar tetap tidak akan terkejar,” imbuh dia.
Topik bahasan yang begitu menyentil itu membuat ratusan masyarakat antusias menyaksikan baik datang secara langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia maupun melalui berbagai kanal media sosial Suluk Maleman. Suasana kian hangat dengan iringan musik Sampak GusUran dan Hadrah Syubbanul Muttaqin.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dan Nur Cahyo dalam NgAllah Suluk Maleman “Apa Yang Kau Cari?” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (18/7).

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISNU Pati Digitalisasi Sedekah: Aplikasi SiKupat & CroPat.Go Mudahkan Berbagi

    LAZISNU Pati Digitalisasi Sedekah: Aplikasi SiKupat & CroPat.Go Mudahkan Berbagi

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 483
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati meluncurkan dua aplikasi bernama SiKupat (Sistem Informasi Keuangan LAZISNU Pati) dan CroPat.Go (Crowdfunding Lazisnu Pati Go), pada Ahad (27/7/2025). Peluncuran aplikasi-aplikasi tersebut sebagai komitmen LAZISNU Pati dalam memperkuat tata kelola keuangan dan inovasi sosial. Ketua LAZISNU Pati, menjelaskan bahwa aplikasi SiKupat […]

  • Dari Pati untuk Dunia: Gong Cik sebagai Simfoni Tradisi yang Memadukan Beladiri, Kesenian, dan Falsafah Jawa

    Dari Pati untuk Dunia: Gong Cik sebagai Simfoni Tradisi yang Memadukan Beladiri, Kesenian, dan Falsafah Jawa

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 530
    • 0Komentar

    ditulis: Arif Khilwa (Ketua Lesbumi PCNU Pati) Seni tradisi bukan sekadar pertunjukan warisan masa silam. Ia adalah cermin nilai-nilai luhur, identitas kolektif, sekaligus denyut kebudayaan yang senantiasa hidup di tengah masyarakat. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kita menjumpai sebuah bentuk seni tradisi yang unik dan sarat makna: Gong Cik, sebuah ekspresi kebudayaan yang memadukan seni […]

  • MI Walisongo Kalangan Peduli Siswa Lewat Home Visit

    MI Walisongo Kalangan Peduli Siswa Lewat Home Visit

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Hariannu.com. Sukoharjo – Pendidikan dasar bagi anak merupakan salah satu pondasi penting yang dapat mempengaruhi perkembangan anak di masa depan. Termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang merupakan lembaga pendidikan dasar berbasis agama Islam, yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum, akan tetapi juga mengajarkan pendidikan agama sebagai bekal siswa di masa depan. Dalam merumuskan program kegiatan sekolah, […]

  • Lembaga Pers Siswa Bermanfaat untuk Membranding Sekolah Madrasah

    Lembaga Pers Siswa Bermanfaat untuk Membranding Sekolah Madrasah

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Hariannu.com- Temanggung – Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 4 terlaksana di Pondok Pesantren Karang Santri Bendosari, Bandunggede, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Senin (17/3/2025). Kegiatan ini diikuti 100 santri dalam kegiatan bertema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Dalam pembuka, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa […]

  • Peringati Bulan Bahasa, SMAN 1 Tayu Gelar Pelatihan Jurnalistik

    Peringati Bulan Bahasa, SMAN 1 Tayu Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Tayu – Dalam rangka Bulan Bahasa, SMA Negeri 1 Tayu melaksanakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik dalam rangka memperkuat literasi dengan tema “Lestarikan Bahasa, Lestarikan Budaya” digelar pada Kamis pagi (24/10/2024) Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan sambutan oleh Kepsek sekaligus membuka acara. “Terima kasih untuk semua guru dan siswa yang mengikuti acara […]

  • Sako Ma’arif NU Jateng Komitmen Mewujudkan Pendidikan Karakter Melalui Kepramukaan

    Sako Ma’arif NU Jateng Komitmen Mewujudkan Pendidikan Karakter Melalui Kepramukaan

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Temanggung – Ketua Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif PWNU Jawa Tengah Kakak H. Shobirin, S.Ag., M.Pd.I. hadir secara pribadi dalam acara Pengukuhan Pimpinan Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Temanggung Rabu, 28 Mei 2025 di aula INISNU Temanggung. Hal ini selain sebagai bentuk dukungan moral spiritual langsung juga dalam rangka mensosialisasikan program program Sako Ma’arif […]

expand_less