Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Majalah Mopdik Ma’arif Jateng Terintegrasi Makesta IPNU dan IPPNU

Majalah Mopdik Ma’arif Jateng Terintegrasi Makesta IPNU dan IPPNU

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
  • visibility 687
  • comment 0 komentar

Hariannu.com-Semarang – Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi penyusunan kurikulum Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDIK) pada Rabu (12/2/2025).

Hadir Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Koordinator Tim Penyusun Kurikulum MOPDIK Hamidulloh Ibda, Ketua PW IPNU Jawa Tengah M Irfan Khamid, Ketua PW IPPNU Jawa Tengah Dwi Sangita, dan segenap tim.

Dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani menegaskan bahwa kegiatan MOPDIK pada tahun ajaran 2025-2026 mendatang akan terintegrasi dengan kurikulum dan materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU dan IPPNU. “Kita pastikan, Maret 2025 kurikulum Mopdik terintegrasi Makesta ini selesai dengan memasukkan penguatan Aswaja Annahdliyah pada murid yang nanti berupa majalah,” kata Fakhrudin.

Pihaknya memastikan juga, bahwa majalah Mopdik bukan majalah bacaan biasa, melainkan menjadi panduan pelaksanaan MPLS dan MATSAMA. Dikatakannya, Masa Orientasi Peserta Didik (Mopdik) yang terintegrasi dengan materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan upaya untuk memberikan orientasi kepada peserta didik baru, sekaligus menanamkan nilai-nilai dasar Ahlussunnah Waljamaah dan memperkenalkan mereka pada lingkungan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama.

Pihaknya mendorong untuk pelaksanaan MOPDIK yang terintegrasi Makesta sebagai rangkaian MPLS atau MATSAMA menjadi pintu didirikannya Komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah dan madrasah bagi yang belum terbentuk.

Sementara itu, Koordinator Tim Penyusun Kurikulum MOPDIK LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda menyampaikan bahwa MOPDIK adalah kegiatan yang dilaksanakan di awal tahun ajaran untuk mengenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah, aturan, dan budaya sekolah. “Dalam kurikulum terintegrasi dengan Makesta, Mopdik juga berfungsi untuk memberikan pengenalan tentang organisasi, seperti IPNU dan IPPNU, serta prinsip-prinsip dasar keagamaan dan kebudayaan yang menjadi identitas Nahdlatul Ulama,” katanya.

Ibda juga menambahkan, bahwa di dalam kurikulum MOPDIK diintegrasikan materi MPLS, Matsama, Makesta dan Aswaja Annahdliyah yang merupakan paham dan dasar ajaran NU. “Materi ini mencakup pemahaman tentang keyakinan dasar dalam ajaran Islam yang moderat, toleran, dan damai,” kata Ibda.

Dalam konteks Mopdik, pengenalan Aswaja Annahdliyah bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang ajaran Islam yang moderat, yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama. Materi ini juga mengajarkan tentang pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, toleransi, dan saling menghargai sesama umat beragama.

Secara umum, sekolah dan madrasah di bawah LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah yang akan melaksanakan MPLS dan Matsama memberikan ruang mengenalkan peserta didik baru dengan lingkungan sekolah, baik secara fisik, maupun budaya dan kebiasaan yang berlaku di sekolah tersebut. Program ini juga mencakup pengenalan tentang visi dan misi sekolah, tata tertib, serta norma-norma yang berlaku. Dalam kurikulum terintegrasi, MPLS juga bisa menyentuh aspek sosial dan keagamaan yang ada di lingkungan sekolah, seperti pengenalan terhadap organisasi keislaman dan keorganisasian pelajar seperti IPNU dan IPPNU.

Sementara Matsama, kata Ibda, menjadi kegiatan yang serupa dengan MPLS yang dilakukan di madrasah, bertujuan untuk mengenalkan peserta didik baru pada lingkungan madrasah, budaya belajar di madrasah, serta nilai-nilai keagamaan yang ada. Dalam konteks kurikulum terintegrasi dengan Makesta, Matsama juga berfungsi untuk memperkenalkan siswa pada nilai-nilai Aswaja Annahdliyah, serta mengajak mereka untuk ikut serta dalam organisasi pelajar seperti IPNU dan IPPNU.

Sementara itu, Ketua PW IPNU Jawa Tengah M Irfan Khamid, Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU dan IPPNU ini memastikan bahwaa dalam MOPDIK berisi materi kaderisasi Makesta dan memastikan selepas pelaksanaan MOPDIK peserta didik menjadi anggota IPNU maupun IPPNU, serta menumbuhkan semangat kesetiaan terhadap organisasi tersebut. Makesta memberikan wawasan materi tentang sejarah NU, perjuangan para pendiri NU, serta pengenalan terhadap berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh IPNU dan IPPNU. “Dalam kurikulum Mopdik yang terintegrasi, peserta didik yang menjadi anggota IPNU atau IPPNU juga akan dikenalkan pada organisasi ini sejak awal,” kata dia.

Secara keseluruhan, kurikulum Mopdik yang terintegrasi dengan materi Makesta, Aswaja Annahdliyah, MPLS, dan Matsama bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kebangsaan yang penting bagi perkembangan karakter peserta didik. Irfan juga menegaskan, bagi murid Ma’arif NU Jateng yang mengikuti serangkaian MPLS maupun MATSAMA menjadi pintu gerbang menjadi anggota IPNU dan IPPNU. “Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki identitas keagamaan yang kuat, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Nahdlatul Ulama,” kata Irfan. (“)

  • Penulis: Harian NU

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PWNU Jateng Gus Rozin Serukan Idulfitri Bermakna, Utamakan Persaudaraan

    Ketua PWNU Jateng Gus Rozin Serukan Idulfitri Bermakna, Utamakan Persaudaraan

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 309
    • 0Komentar

      SEMARANG — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Gus Rozin saat di Kantor PWNU Jateng, Jalan dr Cipto Nomor 180 Semarang, Jumat (20/3/2026). Dalam keterangannya, ia […]

  • Ponpes Al-Asas Kajen Gelar Nobar 'Pesta Babi', Ajak Santri Bedah Permasalahan Ekologi di Papua

    Ponpes Al-Asas Kajen Gelar Nobar ‘Pesta Babi’, Ajak Santri Bedah Permasalahan Ekologi di Papua

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 225
    • 0Komentar

      PATI – Halaman Pondok Pesantren Al-Asas Mubtadi’in, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dipadati ratusan santri dan masyarakat umum pada Kamis (14/5/2026) malam. Mereka berkumpul untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter terbaru karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. ​Pengasuh Ponpes Al-Asas, Muhammad […]

  • Fakhruddin Karmani Tegaskan Urgensi Akidah Aswaja Annhdliyah

    Fakhruddin Karmani Tegaskan Urgensi Akidah Aswaja Annhdliyah

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 612
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Jepara – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menegaskan pentingnya penguatan akidah Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah. Hal itu terungkap dalam Halalbihalal Keluarga Besar LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Jepara yang bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Sabtu (12/4/2025). Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menuturkan Aswaja Annahdliyah […]

  • ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 335
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., dosen sekaligus Direktur Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, memaparkan materi krusial mengenai dinamika kekuasaan dunia dalam seminar internasional bertajuk “Disorientation of Global Imperialism”. Presentasi ini menyoroti bagaimana pola penjajahan telah berevolusi dari pendudukan fisik menjadi kontrol digital dan ekonomi yang kerap tidak disadari oleh […]

  • Capacity Building, Ketua PWNU Jateng Sebut PDBK Harus Diberi Ruang Sama

    Capacity Building, Ketua PWNU Jateng Sebut PDBK Harus Diberi Ruang Sama

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 569
    • 0Komentar

      Hariannu.com- Semarang – Model pengembangan pendidikan madrasah inklusi atau pendidikan inklusi yang diterapkan Kementerian Agama RI merupakan hasil dari adopsi dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah salahsatunya. “Pengembangan modul madrasah inklusif di Kementerian Agama salah satunya lahir dari modul yang dikembangkan oleh LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah. Lahirnya Forum Pendidik Madrasah […]

  • ‎Ma'arif Jateng Resmi Teken MoU dan PKB dengan 19 Media

    ‎Ma’arif Jateng Resmi Teken MoU dan PKB dengan 19 Media

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 327
    • 0Komentar

    SEMARANG – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Media Ma’arif Kuat, Nusantara Hebat” di Kantor LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi publikasi bersama media massa guna mendukung pendidikan karakter berbasis digital di lingkungan satuan pendidikan Ma’arif. […]

expand_less