Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Suluk Maleman Kali Ini; Asal Allah Tak Murka

Suluk Maleman Kali Ini; Asal Allah Tak Murka

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

Hariannu.com Kisah di balik doa Rasulullah di Thaif memberi pelajaran penting bagi umat muslim. Selain mengajarkan kasih sayang, juga agar tidak mudah terpengaruh omongan orang. Kisah tersebut menjadi salah satu bahan refleksi yang diangkat dalam gelaran Suluk Maleman pada Sabtu (19/9).
Anis Sholeh Ba’asyin mengungkapkan ada cerita penuh makna dibalik doa itu. Dia menceritakan saat itu nabi berusia 50 tahun dan harus menghadapi tantangan besar saat harus berdakwah.
“Saat itu ditolak terus menerus. Bahkan di waktu haji disebarkan rumor jika Nabi adalah ahli sihir sehingga warga harus menutup kupingnya bila bertemu beliau. Kala itu nabi juga kehilangan dua orang yang selalu mendukungnya dalam berdakwah, yakni Abu Tahlib dan Khadijah,” imbuh dia.
Saat itu rasul kemudian memilih mencoba berdakwah ke Thaif. Berjalan kaki dengan lokasi yang begitu jauh serta berupa gunung berbatu.
“Di Thoif juga menerima penolakan. Bukan hanya penolakan, tapi untuk menghinakan, anak-anak kecil yang disuruh melempari beliau dengan batu. Pada saat terpuruk itulah nabi berdoa,” imbuh dia.
Mendengar doa itu, malaikat Jibril bahkan bergetar hingga menawarkan membalikkan gunung agar menelan Thaif seisinya. Namun tawaran itu justru ditolak nabi lantaran begitu sayangnya dengan sesama manusia.
Peristiwa tersebut juga menekankan bahwa manusia harus melampaui naluri dasar hewan, dengan berfokus pada belas kasih dan empati terhadap seluruh umat manusia bahkan orang yang memusuhinya, bukan hanya keluarga sendiri atau orang dekatnya saja.
Kecuali itu, peristiwa itu juga mengajarkan umat muslim untuk tidak pernah ragu atau berhenti hanya gara-gara sudut pandang dan perilaku orang lain.
“Kalau memikirkan dengan segenap pemikiran bahwa yang dilakukan itu benar, jangan sekali-kali menjual itu hanya karena ingin dipuja manusia. Persoalan terbesar karena sering kali di kehidupan ini kita dikendalikan pemikiran orang lain. Takut melakukan sesuatu yang dianggap benar karena khawatir orang lain tidak suka,” ujar dia.
Apalagi di zaman keberisikan media sosial seperti sekarang, di mana gangguan-gangguan narasi media acap digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu substansial yang dihadapinya.
Anis berujar, ada hadis yang menceritakan jika orang memegang kebenaran seperti memegang api. Banyak yang tidak kuat dan melemparnya.
“Ada masanya kita tidak peduli dengan pemikiran orang lain, yang penting Allah tidak murka,” ujar dia.
Anis menyebut ada dua hal yang sebenarnya bisa dilakukan umat muslim saat ini, yakni khauf dan raja’. Dia menyebut hal itu seperti halnya beribadah seolah-olah melihat Allah atau jika tidak bisa selalu merasa dilihat Allah.
“Kalau masuk ke suatu tempat banyak CCTV pasti kita akan berhati-hati atau sehingga kita merasa semua terasa serba sempit. Itulah sumber khauf. Sementara jika bisa seolah-olah melihat Allah, pasti akan memunculkan harapan kuat, menjadikan semua terasa luas. Itulah sumber raja’. Prose perluasan dan penyempitan adalah sepasang sayap yang membuat kita bisa terbang tataran ruhani yang lebih tinggi,” tambah dia.
Sementara itu KH. Ahmad Nawawi Cholil dari Rembang menambahkan, kanjeng Nabi pernah memberi nasihat agar senantiasa hati-hati dan optimis. Sikap itu perlu dilakukan kepada berbagai hal.
“Seperti dalam sikap berbangsa, maka kita harus berani mengingatkan jika salah tapi juga harus tetap optimis,” ujar dia.
Oleh karena itu, Kiai Nawawi menyebut kenikmatan paling besar adalah ilmu. Sehingga bisa tahu dalam menempatkan situasi.
“Saya teringat Mbah Maimoen pernah memberi nasihat. Orang yang mau bejo dunia akhirat harus punya ilmu ngempet. Bahkan setelah beliau wafat ada peristiwa aneh, dicoba dengan pandemi. Itu kan kita harus ngempet,” ujar dia.
Topik yang begitu dalam itu rupanya menjadi bahan renungan mendalam bagi ratusan pemirsa yang menyaksikan secara langsung maupun melalui berbagai media sosial Suluk Maleman. Hadirnya musik religi dari Sampak GusUran juga kian menghangatkan suasana.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dan KH. A. Nawawi Cholil dalam NgAllah Suluk Maleman “Asal Kau Tak Murka, Aku Tak Peduli” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (19/9).

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selapanan dan Syukuran Garasi Om Second Semarang Digelar Bersama Jamaah Rabu Legi

    Selapanan dan Syukuran Garasi Om Second Semarang Digelar Bersama Jamaah Rabu Legi

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 410
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Tradisi keagamaan yang sarat nilai spiritual kembali dihidupkan melalui kegiatan Selapanan sekaligus Syukuran Garasi Om Second yang digelar pada Selasa malam Rabu Legi, 13 Januari 2026, bertempat di Garasi Om Second, Blok A.5 Perum Graha Mandiri Residence Patemon, Kecamatan Gunungpati, Semarang. ‎ ‎Kegiatan ini menjadi momentum rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus […]

  • Sakoma NU Rembang Buat Badan Kerja

    Sakoma NU Rembang Buat Badan Kerja

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Rembang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakoma NU) Cabang Rembang menggelar acara pembentukan badan kerja pada Sabtu, 22 Februari 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pengembangan Sakoma NU di Kabupaten Rembang. Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten […]

  • Rektor INISNU Temanggung Lolos Seleksi Asesor LAMGAMA

    Rektor INISNU Temanggung Lolos Seleksi Asesor LAMGAMA

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 29
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dinyatakan lolos seleksi calon asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA) Batch 2. Capaian tersebut tertuang dalam Pengumuman Hasil Seleksi Asesor Batch 2 Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan Nomor 06/DE/KEPLAMGAMA/X/2026 tertanggal 28 Oktober 2026. Hamidulloh Ibda menjadi satu-satunya dosen dari INISNU Temanggung yang lolos […]

  • Raih Medali Emas, Tim Voli Putri Kontingen Ma’arif Kudus Tumbangkan Kontingen Ma’arif Wonosobo

    Raih Medali Emas, Tim Voli Putri Kontingen Ma’arif Kudus Tumbangkan Kontingen Ma’arif Wonosobo

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 443
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Riuh sorak-sorai penonton mewarnai partai final lomba voli putri tingkat SMA/MA/SMK dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII Jawa Tengah. Final yang digelar di lapangan olahraga MAN 1 Wonosobo pada Jumat (12/9/2025) itu mempertemukan tuan rumah kontingen LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Wonosobo melawan wakil dari LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten […]

  • MA Salafiyah Kajen Pati Ajak Siswa Praktik Hisab dan Rukyat Hilal di UIN Walisongo

    MA Salafiyah Kajen Pati Ajak Siswa Praktik Hisab dan Rukyat Hilal di UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 46
    • 0Komentar

    hariannu.com – Memperdalam ilmu falak tidak cukup hanya melalui pembelajaran teori di ruang kelas. Guna memberikan pengalaman praktis, puluhan siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen, Pati, Konsentrasi Kitab, diajak belajar langsung di Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Ahad (11/10/2026). ​Kunjungan edukatif ini menjadi sarana bagi para siswa untuk mempraktikkan ilmu […]

  • Sako Ma’arif NU Jateng Targetkan 4.270 Peserta di Perkemahan Prestasi ke-2

    Sako Ma’arif NU Jateng Targetkan 4.270 Peserta di Perkemahan Prestasi ke-2

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kendal – Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah menggelar Temu Teknis Perkemahan Prestasi Ma’arif NU ke-2 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Ahad (11/10/2026). Temu teknis tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Perkemahan Prestasi Ma’arif NU ke-2 yang dijadwalkan berlangsung pada 13-16 Desember 2026 di lokasi yang sama. Kegiatan […]

expand_less