Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Memaknai Satu Abad NU

Memaknai Satu Abad NU

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
  • visibility 581
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Tepat pada tanggal 7 Februari 2023 Nahdlatul Ulama (NU) berusia 100 tahun atau lebih tepatnya satu abad menurut kalender hijriyah. Tentunya di usia satu abad ini, NU memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia dan dunia dalam hal dunia Islam. Dalam usia satu abad NU, ada tonggak-tonggak sejarah yang patut dicatat dan dikenang.

Adapun dalam hal ini, tonggak-tonggak NU dalam sejarahnya dapat kita lihat antara lain menurut hemat penulis yaitu.

Pertama, komitmen NU dalam menjaga keutuhan NKRI yang tercermin dalam pernyataan momentum resolusijihad yang berbunyi; “Berperang  menolak dan melawan penjajah itu fardu ain (yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempuan, anak-anak,bersenjata atau tidak) bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 kilometer dari tempat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar itu, jadi fardu kifayah.”

Diktum resolusi jihad yang kemudian menjelma menjadi pemompa  semangat dan kenekatan perlawanan rakyat Indonesia yang didominasi sipil dan sebagaian besar dari kalangan santri itu adalah karya agung progresif nan-revolusioner yang lahir dari pikiran jernih dan hati yang suci ulama-ulama dan kiai saat itu,termasuk hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Bisri Syansuri.

Penting untuk dicatat bahwa pemicu utama meletusnya pertempuran pada 26-29 Oktober 1945 di Surabaya antara rakyat sipil dan NICA adalah fatwa jihad fi sabilillah yang dikeluarkan oleh ulama-ulama NU yang diinisiasi oleh hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Dari adanya fatwa di atas, semua unsur elemen masyarakat khususnya kalangan santri terpelecut untuk melakukan jihad fi sabilillah dalam membela ibu pertiwi dari kolonialisme. Sehingga dari peristiwa tersebut hingga sekarang kita kenal dengan Peringatan Hari Santri Nasional.

Kedua, NU sebagai garda terdepan dalam mengawal Pancasila. Karena sejauh inimenurut hemat penulis, NU selalu membentengi Pancasila dan NKRI dari segala ancaman yang ingin memecah belah bangsa dari adanya terorisme, ekstremisme, fundamentalisme, dan radikalisme. Itu semua bertujuan untuk merusakporanda tatanan negara dari aliran-aliran yang tidak jelas. Maka, peran NU di sini selalu mengajak dan merangkul mereka yang sengaja ingin memecah belah bangsa untuk kembali pada ajaran Nabi Muhammad yang rahmatal lilalamin yakni agama rahmat bagi seluruh umat Islam di dunia. Karena Islam mengajarkan nilai-nilai rahman, rahim, welas-asih, kasih-sayang, dan mengajarkan sifat yang penuh dengan kedamaian.

Oleh karena itu, selama ini NU selalu mengajarkan dan mengamalkan nialai-nilai yang fleksibel di masyarakat tidak kaku, melainkan lebih menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang dijalankan oleh masyarakat adat setempat dan diselami dengan khasanah Islam. Sepertihalnya yang diajarkan oleh para wali songo. Sehingga peran NU di tengah-tengah masyarakat mudah diterima dan ajaraannya diamalkan oleh masyarakat.

Ketiga, komitmen NU untuk memajukan ekonomi kerakyatan. Dalam bidang ini, NU melalui Nahdlatut Tujjar bisa kita temukan dalam statute NU fatsal 3 yaitu; “mendirikan badan-badan untuk memajukan urusan pertanian, perniagaan, dan perusahaan yang tiada dilarang oleh sara.”

Mengenai salah satutujuan pendirian NU  yang berkonsentrasi untuk memberikan perhatian kepada ekonomi kerakyatan atau perdagangan. Dalam hal ini, tercantum dalam ekonomi kerakyatan ala NU dan menyangkut banyak bidang, seperti perdagangan, penyediaan barang dan jasa, dan tentu saja pertanian, serta kelautan. Sebab kita tahu, bahwa pertanian dan kelautan merupakan sektor dominan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan nahdliyin. Oleh karena itu, melalui satu abad NU ini dan memasuki abad kedua NU, sudah sayogjanya NU harus berbenah dari pelbagai sektor, agar kedepan NU lebih baik dan menjadi pusat peradaban dunia.

  • Penulis: Harian NU

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Sambut Gembira Pembatalan Kebijakan Lima Hari Sekolah

    PCNU Pati Sambut Gembira Pembatalan Kebijakan Lima Hari Sekolah

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati resmi membatalkan kebijakan lima hari sekolah, Jumat (8/8/2025). Alasan pembatalan kebijakan yang telah berjalan sebulan ini pun terungkap saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati menyerahkan SK ke PCNU Pati. Keputusan ini tertuang dalam surat keputusan (SK) perihal penyesuaian hari sekolah dan penguatan karakter anak melalui kegiatan keagamaan. Dalam […]

  • PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 518
    • 0Komentar

      Pati- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, Sabtu (19/7/2025). Mereka menyampaikan hasil kajian dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU  soal kanaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati yang mencapai 250 persen pada tahun 2025 ini. Perwakilan dari PCNU Pati […]

  • ‎LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah Resmi Luncurkan OSKANU IV Tahun 2026: Cetak Generasi Nahdliyin Unggul Sains dan Berkarakter Aswaja

    ‎LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Resmi Luncurkan OSKANU IV Tahun 2026: Cetak Generasi Nahdliyin Unggul Sains dan Berkarakter Aswaja

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 94
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) IV Tahun 2026. Ajang kompetisi akademik bergengsi tingkat provinsi ini mengusung tema “OSKANU 2026: Unggul dalam Sains, Teguh dalam Ke-NU-an, Terdepan dalam Kompetisi” serta slogan semangat “Ma’arif Hebat, Nusantara Kuat, Prestasi Dahsyat!”. ‎ ‎Penyelenggaraan OSKANU IV […]

  • ‎Tampil Tangguh di LKS Nasional 2026, Nia Aulia Buktikan Kompetensi Alat Berat Tak Kenal Gender

    ‎Tampil Tangguh di LKS Nasional 2026, Nia Aulia Buktikan Kompetensi Alat Berat Tak Kenal Gender

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 99
    • 0Komentar

    ‎Jakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026. Nia Aulia Jayanti, siswi SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh, berhasil meraih Juara 1 Nasional pada Cabang Lomba Alat Berat sekaligus mengantarkan Jawa Tengah mempertahankan gelar juara nasional yang sebelumnya juga diraih pada LKS Nasional 2025. ‎ ‎LKS Nasional […]

  • Tingkatkan Keahlian Berbahasa Inggris, Siswa Program Bilingual SMP Al Madina Wonosobo Ikuti Immersive English Study di Pare Kediri

    Tingkatkan Keahlian Berbahasa Inggris, Siswa Program Bilingual SMP Al Madina Wonosobo Ikuti Immersive English Study di Pare Kediri

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 417
    • 0Komentar

      WONOSOBO – Sebagai upaya mencetak generasi yang kompeten di kancah global, SMP Al Madina Wonosobo memberangkatkan 48 siswa Program Bilingual untuk mengikuti kegiatan Immersive English Study (IES) di Kampung Inggris Pare, Kediri (Minggu, 4/1). Program ini berlangsung selama sembilan hari dan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris secara intensif di luar kelas formal. […]

  • Suluk Maleman Kali Ini; Asal Allah Tak Murka

    Suluk Maleman Kali Ini; Asal Allah Tak Murka

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Hariannu.com Kisah di balik doa Rasulullah di Thaif memberi pelajaran penting bagi umat muslim. Selain mengajarkan kasih sayang, juga agar tidak mudah terpengaruh omongan orang. Kisah tersebut menjadi salah satu bahan refleksi yang diangkat dalam gelaran Suluk Maleman pada Sabtu (19/9). Anis Sholeh Ba’asyin mengungkapkan ada cerita penuh makna dibalik doa itu. Dia menceritakan saat […]

expand_less