Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Diskusi Publik, Gus Ulil Wonosobo Sebut Sistem Khilafah bukan Produk Alquran

Diskusi Publik, Gus Ulil Wonosobo Sebut Sistem Khilafah bukan Produk Alquran

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
  • visibility 702
  • comment 0 komentar

Hariannu.com-Temanggung – – Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Temanggung menggelar Diskusi Publik bertajuk “Temanggung Untuk Semua: Di Bawah Naungan Pancasila, Dari Temanggung untuk Indonesia,” pada Minggu (1/6/2025) di Pendopo Pengayoman Temanggung.

Sebelum diskusi publik dimulai, kegiatan diawali dengan Deklarasi Kembali Ke Pangkuan NKRI yang dilakukan oleh sepuluh eks anggota Jemaah Islamiyah (JI) Wilayah Kabupaten Temanggung. Dalam kesempatan itu, hadir narasumber Direktur Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi, Pengasuh Ponpes Al Falah Wonosobo M. Ulil Al-Bab Djalaludin, dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah yang juga dosen Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda sebagai moderator.

Islah Bahrawi yang hadir sebagai narasumber, mengaku sangat terharu atas deklarasi yang telah dilakukan oleh para eks napiter sekaligus eks anggota JI wilayah Kabupaten Temanggung tersebut. Ia juga berharap mereka benar-benar mendukung, tidak sekadar kembali ke NKRI karena hakikatnya mereka tidak pernah meninggalkan NKRI.

Dalam paparannya, dijelaskan Pancasila sebenarnya memiliki akar sejarah tersendiri yang bertentangan dengan faham Jemaah Islamiyah. “Padahal, pada zaman dahulu, Rasulullah (Nabi Muhammad SAW-red), telah merumuskan Perjanjian Madinah atau Shahifatul Madinah, demi menjaga hak dan kewajiban seluruh warga negara,” kata dia.

Begitu juga kerangka besar Pancasila, kata dia, adalah untuk memayungi semua perbedaan, dan penghargaan atas harkat martabat individu. Pancasila juga menjadi jembatan penghubung dan penaung seluruh warga negara Indonesia.

Semua sudah ada takdirnya sendiri-sendiri, kata Islah, Rasulullah pun sudah sejak dahulu menjunjung tinggi toleransi. “Tidak ada gunanya berdebat tentang dalil dan tafsir kitab suci masing-masing, berarti kita menjadikan Tuhan sebagai objek sengketa,” bebernya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Wonosobo, M.Ulil Albab Djalaludin (Gus Ulil), menyebut banyak literasi dan sumber bacaan apabila seseorang ingin memiliki paham moderat dalam mengawal NKRI. Dirinya juga berpesan agar tidak ada lagi pihak yang coba mengkhianati Pancasila. dan terus menjaga api nasionalisme.

“Sistem Khilafah bukan produk Alquran maupun ajaran Nabi Muhammad SAW. Indonesia bukan tempatnya sistem tersebut. Demokrasi sudah sesuai dengan ajaran Islam. Pancasila juga sudah final,” tegasnya.

Islah pada sesi diskusi, juga menegaskan bahwa substansi Pancasila selamanya tidak pernah tergantikan karena mengandung unsur ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, persatuan, yang menjadi penopang kehidupan manusia.

“Harus dipahami bersama, bahwa tidak ada satu aturan yang menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara. Tidak ada aturan itu. Mengapa tidak ada aturan itu? Kalau ada aturan yang mengatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara, maka aturan itu di atasnya Pancasila. Kalau aturan itu dicabut, maka Pancasila akan gugur dengan sendirinya sebagai dasar negara.

Di akhir sesi, Hamidulloh Ibda mengutip pendapat ilmuwan politik Muslim, Al-Mawardi yang menegaksan bahwa konsep politik yang tidak hanya berfokus pada kepentingan duniawi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keagamaan dan keselamatan di akhirat.

“Intinya, berpolitik harus membawa keselamatan dan kedamaian di dunia dan akhirat. Maka, jika kita menopangkan politik kita pada Pancasila, sudah seharusnya kita membawa kedamaian, bukan menyebar fitnah, ujaran kebencian, hoaks, isu SARA, apalagi mengebom,” kata dia. (*)

  • Penulis: Harian NU

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma'arif Sapuran

    Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma’arif Sapuran

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 111
    • 0Komentar

    WONOSOBO – MTs Ma’arif Sapuran menggelar acara pelantikan Kepala Madrasah baru pada Sabtu (1/8/2026). Dalam prosesi tersebut, Sri Wahyu Susilowati, S.Pd. resmi dilantik sebagai Kepala MTs Ma’arif Sapuran, menggantikan Arif Muchtar, S.E. yang telah menuntaskan masa khidmahnya selama dua periode atau delapan tahun. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Rois Syuriah MWCNU Sapuran KH. Yahya, […]

  • ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 338
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., dosen sekaligus Direktur Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, memaparkan materi krusial mengenai dinamika kekuasaan dunia dalam seminar internasional bertajuk “Disorientation of Global Imperialism”. Presentasi ini menyoroti bagaimana pola penjajahan telah berevolusi dari pendudukan fisik menjadi kontrol digital dan ekonomi yang kerap tidak disadari oleh […]

  • Dari Pati untuk Dunia: Gong Cik sebagai Simfoni Tradisi yang Memadukan Beladiri, Kesenian, dan Falsafah Jawa

    Dari Pati untuk Dunia: Gong Cik sebagai Simfoni Tradisi yang Memadukan Beladiri, Kesenian, dan Falsafah Jawa

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 562
    • 0Komentar

    ditulis: Arif Khilwa (Ketua Lesbumi PCNU Pati) Seni tradisi bukan sekadar pertunjukan warisan masa silam. Ia adalah cermin nilai-nilai luhur, identitas kolektif, sekaligus denyut kebudayaan yang senantiasa hidup di tengah masyarakat. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kita menjumpai sebuah bentuk seni tradisi yang unik dan sarat makna: Gong Cik, sebuah ekspresi kebudayaan yang memadukan seni […]

  • UNNES-LP Ma'arif NU PCNU Kudus Siapkan Program Peningkatan Kompetensi Jurnalistik bagi Guru

    UNNES-LP Ma’arif NU PCNU Kudus Siapkan Program Peningkatan Kompetensi Jurnalistik bagi Guru

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama LP Ma’arif NU PCNU Kudus tengah menyiapkan program penguatan literasi bagi guru tingkat SMA/MA/SMK. Tim pengabdian terdiri atas tujuh orang, yaitu Abdul Arif, Edi Subkhan, Muhammad Nazil Iqdami dari Prodi Teknologi Pendidikan UNNES. Lalu Farida Rachmawati dari Prodi KPI UIN Walisongo. Serta tiga mahasiswa UNNES, Rian […]

  • Gandeng Pemerintah Blora, LP Ma'arif NU Jateng gelar Seleksi Nasional Magang Jepang

    Gandeng Pemerintah Blora, LP Ma’arif NU Jateng gelar Seleksi Nasional Magang Jepang

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 136
    • 0Komentar

    BLORA – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda di kancah internasional. Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker), LP Ma’arif NU resmi menggelar Seleksi Nasional Program Magang Jepang Kemnaker RI dan IM Japan untuk Zona Blora. Rangkaian kegiatan […]

  • Ayo, Ikuti Lomba Menulis Puisi “Melawan Radikalisme”

    Ayo, Ikuti Lomba Menulis Puisi “Melawan Radikalisme”

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 439
    • 0Komentar

      Hariannu.com-Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk ikut serta dalam kegiatan Undangan Menulis Puisi dengan tema “Melawan Radikalisme”. Program ini terbuka bagi siapa saja, baik penyair maupun bukan penyair, tanpa batasan usia maupun domisili. Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan bahwa karya puisi […]

expand_less