Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Komitmen Go Internasional; Guru Madrasah/Sekolah Ma’arif NU Se Jateng Wajib Diklat Bahasa Inggris

Komitmen Go Internasional; Guru Madrasah/Sekolah Ma’arif NU Se Jateng Wajib Diklat Bahasa Inggris

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar

Semarang, 30 Mei 2026 — Lebih dari 100 guru dan Kepala sekolah/madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan di hotel Novotel Semarang. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WIB ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dalam memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Inggris melalui kolaborasi strategis bersama Medan Pustaka Mas dan Pearson Indonesia.
Forum ini menjadi ruang bersama bagi para pemimpin sekolah dan guru bahasa Inggris untuk menyamakan persepsi mengenai arah pembelajaran bahasa Inggris di masa depan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menyiapkan peserta didik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Hidayatun, M.Pd., Plh. Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, yang menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak lagi dapat dipandang sebagai kompetensi tambahan, melainkan salah satu bekal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini agar peserta didik mampu memanfaatkan berbagai peluang yang terbuka di era global.
Dalam sambutannya, Dr. Hidayatun, M.Pd., menyampaikan bahwa LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah terus membuka berbagai peluang kolaborasi dengan institusi nasional maupun internasional, termasuk dalam menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Oleh karena itu, penguatan kompetensi bahasa Inggris menjadi salah satu fondasi penting agar peserta didik memiliki kesiapan untuk bersaing dan berkontribusi di tingkat global.
“Program ini merupakan wujud dari mimpi yang sudah lama kami bangun. Berangkat dari kebutuhan agar anak-anak memiliki daya saing internasional, program ini tidak hanya menghadirkan sumber belajar berstandar global, tetapi juga pendampingan selama satu tahun penuh untuk meningkatkan profisiensi guru. Kita perlu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa anak-anak kita harus dipersiapkan untuk berkompetisi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global,” ungkap beliau.
Pada sesi utama, Business Development Manager Medan Pustaka Mas, Derby BS, mengajak para peserta untuk melihat kembali arah pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar memastikan siswa menyelesaikan materi pelajaran, tetapi bagaimana sekolah mampu membangun sistem pembelajaran yang secara konsisten menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Derby menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang sering muncul adalah adanya perbedaan ekspektasi antara guru, sekolah, orang tua, dan peserta didik mengenai hasil belajar bahasa Inggris. Tidak sedikit sekolah yang mengukur keberhasilan hanya berdasarkan nilai ujian atau kemampuan mengerjakan soal, sementara kompetensi berbahasa yang sesungguhnya membutuhkan proses yang lebih panjang dan terukur.
Oleh karena itu, diperlukan kerangka acuan yang jelas agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai target pembelajaran dan indikator keberhasilannya. Melalui pengenalan Common European Framework of Reference (CEFR) dan Global Scale of English (GSE), peserta diajak memahami bagaimana standar internasional dapat membantu sekolah merancang perjalanan belajar yang lebih terstruktur, menetapkan target yang realistis, serta mengukur perkembangan peserta didik secara lebih objektif dan bermakna.
Sementara itu, pada sesi khusus guru, Ibu Dian Fransiska Maharani, S.Pd., Pearson Master Trainer, mengangkat berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pembelajaran bahasa Inggris di ruang kelas. Salah satu tantangan terbesar, menurutnya, adalah paradigma pembelajaran yang masih terlalu berpusat pada penguasaan struktur bahasa dan tata bahasa semata.
Beliau menjelaskan bahwa proses pemerolehan bahasa (language acquisition) tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak aturan tata bahasa yang dipahami siswa, tetapi juga oleh seberapa sering mereka terpapar dan menggunakan bahasa tersebut dalam konteks yang bermakna.
Untuk membantu peserta memahami konsep tersebut, Ibu Dian memberikan analogi sederhana yang dekat dengan keseharian para guru. Ketika seorang anak belajar bahasa Jawa dan melakukan kesalahan dalam berbicara, orang tua atau lingkungan sekitar umumnya tidak langsung menjelaskan aturan tata bahasa secara rinci. Sebaliknya, mereka akan memberikan contoh penggunaan yang benar, mengulanginya dalam berbagai situasi, hingga pada akhirnya anak mampu menggunakannya secara alami. Prinsip yang sama berlaku dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Karena itu, guru perlu mulai menggeser perannya dari sekadar pemberi informasi menjadi fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan interaksi dan penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa Inggris sebagai medium of instruction di kelas juga menjadi salah satu strategi penting agar peserta didik mendapatkan paparan bahasa yang lebih banyak dan lebih autentik.

Selain mendapatkan paparan konsep dan strategi pembelajaran, para peserta guru juga mengikuti berbagai aktivitas praktik menggunakan sumber belajar internasional serta pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik di kelas.
Forum ini sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari Program Pendampingan Guru Bahasa Inggris Batch 1 yang telah diikuti oleh 27 peserta dari sekolah-sekolah Ma’arif NU di Jawa Tengah dalam program peningkatan profisiensi bahasa Inggris.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan capaian selama mengikuti program, penghargaan diberikan kepada Ibu Kishartini dari SMK NU Lasem, Rembang dan Ibu Ria Perdani dari SMK Ma’arif Salam, Magelang yang dinilai menunjukkan dedikasi, konsistensi, dan perkembangan positif selama proses pendampingan berlangsung.
Menjelang penutupan kegiatan, Ibu Dr. Hidayatun, M.Pd. kembali mengingatkan para pimpinan sekolah bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara individual. Menurut beliau, sekolah perlu aktif memanfaatkan berbagai peluang, jejaring, dan program pengembangan yang telah dibuka oleh LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah.
Beliau menegaskan bahwa kolaborasi merupakan salah satu kunci penting untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, terutama di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, sekolah perlu berani membuka diri terhadap praktik-praktik baik, inovasi pembelajaran, dan kemitraan yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas peserta didik.
Komitmen yang sama juga ditegaskan oleh Bapak Christian Puguh Sulistyo, Business Development Manager Pearson Indonesia & Malaysia, yang menyampaikan kesiapan Pearson Indonesia untuk terus mendukung sekolah-sekolah Ma’arif dalam membangun perjalanan pembelajaran bahasa Inggris yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi yang telah berjalan, Pearson Indonesia bersama Medan Pustaka Mas berkomitmen memberikan berbagai bentuk dukungan kepada sekolah, termasuk kesempatan memperoleh layanan placement test secara gratis bagi sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam program pengembangan pembelajaran bahasa Inggris. Langkah ini diharapkan dapat membantu sekolah memetakan kemampuan peserta didik secara lebih akurat sehingga program pembelajaran dapat dirancang sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Menutup rangkaian kegiatan, Ibu Melvi Tan, Chief Executive Officer (CEO) Medan Pustaka Mas, mengajak para pimpinan sekolah untuk tidak takut memulai proses perubahan.
Menurut beliau, transformasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perubahan yang konsisten dan berkelanjutan justru sering kali lahir dari keberanian untuk mengambil langkah kecil yang dilakukan secara serius dan terarah.
“Transformasi besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Yang terpenting bukan seberapa cepat kita bergerak, tetapi keberanian untuk memulai dan terus berproses demi menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Medan Pustaka Mas, dan Pearson Indonesia, diharapkan lahir ekosistem pembelajaran bahasa Inggris yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah-sekolah Ma’arif NU.
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas akses peserta didik terhadap peluang global, memperkuat daya saing generasi muda, serta mengokohkan posisi LP Ma’arif NU sebagai jaringan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman, terbuka terhadap kolaborasi internasional, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam menyiapkan generasi masa depan.

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teliti Kurikulum Merdeka, Ketua Ma’arif Jateng Minta Kementerian Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    Teliti Kurikulum Merdeka, Ketua Ma’arif Jateng Minta Kementerian Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 325
    • 0Komentar

      Semarang – Penelitian disertasi Fakhruddin Karmani tidak hanya menawarkan model integrasi nilai, tetapi juga memberikan pesan strategis kepada pembuat kebijakan pendidikan nasional. Dalam temuannya, integrasi nilai Islam Nusantara menjadi jembatan yang menghubungkan ajaran Islam dengan Pancasila dan kebhinekaan Indonesia tanpa menciptakan dikotomi antara agama dan negara. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sistem pendidikan […]

  • Lolos Seleksi Ketat hingga Dilirik Perusahaan Jepang, LP Ma’arif NU Jateng Resmi Tutup Pelatihan Pemagangan Tahap I

    Lolos Seleksi Ketat hingga Dilirik Perusahaan Jepang, LP Ma’arif NU Jateng Resmi Tutup Pelatihan Pemagangan Tahap I

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 133
    • 0Komentar

    *PEKALONGAN* – Suasana haru bercampur bangga mewarnai acara Penutupan Pelatihan Tahap I Daerah Program Magang ke Jepang, program kerjasma Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dengan Kemnaker RI dan IM Japan Indonesia. Bertempat di SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan pada Selasa (21/07/2026), acara ini menjadi momentum penting bagi puluhan pemuda pilihan yang siap […]

  • ‎Jadwal Diubah, Diklat Kepala Madrasah LP Ma’arif NU Jateng Digelar 12–16 Oktober 2026

    ‎Jadwal Diubah, Diklat Kepala Madrasah LP Ma’arif NU Jateng Digelar 12–16 Oktober 2026

    • calendar_month Sab, 26 Sep 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 25
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG — Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengubah jadwal pelaksanaan Diklat Kepala Madrasah MI, MTs, dan MA yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang. Kegiatan yang semula dijadwalkan pada 5–9 Oktober 2026 tersebut kini dilaksanakan pada Senin–Jumat, 12–16 Oktober 2026. ‎ ‎Perubahan […]

  • Tingkat Mutu, SD Negeri 1 Banyuurip Temanggung Gelar IHT

    Tingkat Mutu, SD Negeri 1 Banyuurip Temanggung Gelar IHT

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 414
    • 0Komentar

        Hariannu.com Temanggung – SD Negeri 1 Banyuurip Temanggung menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Penguatan Literasi dan Digitalisasi” pada Selasa-Rabu, 18-19 November 2025, sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad 21. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang laboratorium SD Negeri 1 Banyuurip tersebut menghadirkan Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd, Koordinator Bidang […]

  • PC GP Ansor Temanggung Gelar Ngaji Media untuk Kader Se-Kabupaten

    PC GP Ansor Temanggung Gelar Ngaji Media untuk Kader Se-Kabupaten

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 604
    • 0Komentar

      Temanggung, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Temanggung menyelenggarakan kegiatan Ngaji Media pada Rabu (9/7/2025), bertempat di Aula Pondok Pesantren Mualimin, Temanggung. Kegiatan ini diikuti oleh kader media GP Ansor dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Ansor dalam pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan penguatan peran sosial. […]

  • Menguatkan Suara Keadilan: Advokasi Non Litigasi melalui Media Sosial

    Menguatkan Suara Keadilan: Advokasi Non Litigasi melalui Media Sosial

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 351
    • 0Komentar

      Hariannu.com. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI) mengadakan Kelas Advokasi Non Litigasi yang bertempat di Aula Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan selama tiga hari, Rabu, Jumat dan Sabtu (5,7,8/11/2025). Kegiatan yang diikuti oleh 32 peserta ini menghadirkan lima narasumber yang punya pengalaman di bidangnya. Salah satu materi pada acara […]

expand_less