Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Komitmen Go Internasional; Guru Madrasah/Sekolah Ma’arif NU Se Jateng Wajib Diklat Bahasa Inggris

Komitmen Go Internasional; Guru Madrasah/Sekolah Ma’arif NU Se Jateng Wajib Diklat Bahasa Inggris

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Semarang, 30 Mei 2026 — Lebih dari 100 guru dan Kepala sekolah/madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan di hotel Novotel Semarang. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WIB ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dalam memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Inggris melalui kolaborasi strategis bersama Medan Pustaka Mas dan Pearson Indonesia.
Forum ini menjadi ruang bersama bagi para pemimpin sekolah dan guru bahasa Inggris untuk menyamakan persepsi mengenai arah pembelajaran bahasa Inggris di masa depan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menyiapkan peserta didik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Hidayatun, M.Pd., Plh. Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, yang menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak lagi dapat dipandang sebagai kompetensi tambahan, melainkan salah satu bekal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini agar peserta didik mampu memanfaatkan berbagai peluang yang terbuka di era global.
Dalam sambutannya, Dr. Hidayatun, M.Pd., menyampaikan bahwa LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah terus membuka berbagai peluang kolaborasi dengan institusi nasional maupun internasional, termasuk dalam menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Oleh karena itu, penguatan kompetensi bahasa Inggris menjadi salah satu fondasi penting agar peserta didik memiliki kesiapan untuk bersaing dan berkontribusi di tingkat global.
“Program ini merupakan wujud dari mimpi yang sudah lama kami bangun. Berangkat dari kebutuhan agar anak-anak memiliki daya saing internasional, program ini tidak hanya menghadirkan sumber belajar berstandar global, tetapi juga pendampingan selama satu tahun penuh untuk meningkatkan profisiensi guru. Kita perlu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa anak-anak kita harus dipersiapkan untuk berkompetisi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global,” ungkap beliau.
Pada sesi utama, Business Development Manager Medan Pustaka Mas, Derby BS, mengajak para peserta untuk melihat kembali arah pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar memastikan siswa menyelesaikan materi pelajaran, tetapi bagaimana sekolah mampu membangun sistem pembelajaran yang secara konsisten menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Derby menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang sering muncul adalah adanya perbedaan ekspektasi antara guru, sekolah, orang tua, dan peserta didik mengenai hasil belajar bahasa Inggris. Tidak sedikit sekolah yang mengukur keberhasilan hanya berdasarkan nilai ujian atau kemampuan mengerjakan soal, sementara kompetensi berbahasa yang sesungguhnya membutuhkan proses yang lebih panjang dan terukur.
Oleh karena itu, diperlukan kerangka acuan yang jelas agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai target pembelajaran dan indikator keberhasilannya. Melalui pengenalan Common European Framework of Reference (CEFR) dan Global Scale of English (GSE), peserta diajak memahami bagaimana standar internasional dapat membantu sekolah merancang perjalanan belajar yang lebih terstruktur, menetapkan target yang realistis, serta mengukur perkembangan peserta didik secara lebih objektif dan bermakna.
Sementara itu, pada sesi khusus guru, Ibu Dian Fransiska Maharani, S.Pd., Pearson Master Trainer, mengangkat berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pembelajaran bahasa Inggris di ruang kelas. Salah satu tantangan terbesar, menurutnya, adalah paradigma pembelajaran yang masih terlalu berpusat pada penguasaan struktur bahasa dan tata bahasa semata.
Beliau menjelaskan bahwa proses pemerolehan bahasa (language acquisition) tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak aturan tata bahasa yang dipahami siswa, tetapi juga oleh seberapa sering mereka terpapar dan menggunakan bahasa tersebut dalam konteks yang bermakna.
Untuk membantu peserta memahami konsep tersebut, Ibu Dian memberikan analogi sederhana yang dekat dengan keseharian para guru. Ketika seorang anak belajar bahasa Jawa dan melakukan kesalahan dalam berbicara, orang tua atau lingkungan sekitar umumnya tidak langsung menjelaskan aturan tata bahasa secara rinci. Sebaliknya, mereka akan memberikan contoh penggunaan yang benar, mengulanginya dalam berbagai situasi, hingga pada akhirnya anak mampu menggunakannya secara alami. Prinsip yang sama berlaku dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Karena itu, guru perlu mulai menggeser perannya dari sekadar pemberi informasi menjadi fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan interaksi dan penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa Inggris sebagai medium of instruction di kelas juga menjadi salah satu strategi penting agar peserta didik mendapatkan paparan bahasa yang lebih banyak dan lebih autentik.

Selain mendapatkan paparan konsep dan strategi pembelajaran, para peserta guru juga mengikuti berbagai aktivitas praktik menggunakan sumber belajar internasional serta pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik di kelas.
Forum ini sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari Program Pendampingan Guru Bahasa Inggris Batch 1 yang telah diikuti oleh 27 peserta dari sekolah-sekolah Ma’arif NU di Jawa Tengah dalam program peningkatan profisiensi bahasa Inggris.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan capaian selama mengikuti program, penghargaan diberikan kepada Ibu Kishartini dari SMK NU Lasem, Rembang dan Ibu Ria Perdani dari SMK Ma’arif Salam, Magelang yang dinilai menunjukkan dedikasi, konsistensi, dan perkembangan positif selama proses pendampingan berlangsung.
Menjelang penutupan kegiatan, Ibu Dr. Hidayatun, M.Pd. kembali mengingatkan para pimpinan sekolah bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara individual. Menurut beliau, sekolah perlu aktif memanfaatkan berbagai peluang, jejaring, dan program pengembangan yang telah dibuka oleh LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah.
Beliau menegaskan bahwa kolaborasi merupakan salah satu kunci penting untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, terutama di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, sekolah perlu berani membuka diri terhadap praktik-praktik baik, inovasi pembelajaran, dan kemitraan yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas peserta didik.
Komitmen yang sama juga ditegaskan oleh Bapak Christian Puguh Sulistyo, Business Development Manager Pearson Indonesia & Malaysia, yang menyampaikan kesiapan Pearson Indonesia untuk terus mendukung sekolah-sekolah Ma’arif dalam membangun perjalanan pembelajaran bahasa Inggris yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi yang telah berjalan, Pearson Indonesia bersama Medan Pustaka Mas berkomitmen memberikan berbagai bentuk dukungan kepada sekolah, termasuk kesempatan memperoleh layanan placement test secara gratis bagi sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam program pengembangan pembelajaran bahasa Inggris. Langkah ini diharapkan dapat membantu sekolah memetakan kemampuan peserta didik secara lebih akurat sehingga program pembelajaran dapat dirancang sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Menutup rangkaian kegiatan, Ibu Melvi Tan, Chief Executive Officer (CEO) Medan Pustaka Mas, mengajak para pimpinan sekolah untuk tidak takut memulai proses perubahan.
Menurut beliau, transformasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perubahan yang konsisten dan berkelanjutan justru sering kali lahir dari keberanian untuk mengambil langkah kecil yang dilakukan secara serius dan terarah.
“Transformasi besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Yang terpenting bukan seberapa cepat kita bergerak, tetapi keberanian untuk memulai dan terus berproses demi menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Medan Pustaka Mas, dan Pearson Indonesia, diharapkan lahir ekosistem pembelajaran bahasa Inggris yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah-sekolah Ma’arif NU.
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas akses peserta didik terhadap peluang global, memperkuat daya saing generasi muda, serta mengokohkan posisi LP Ma’arif NU sebagai jaringan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman, terbuka terhadap kolaborasi internasional, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam menyiapkan generasi masa depan.

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • INISNU Gelar Workshop Peningkatan Mutu Akademik melalui Penyelenggaraan RPL

    INISNU Gelar Workshop Peningkatan Mutu Akademik melalui Penyelenggaraan RPL

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 310
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menyelenggarakan Workshop Peningkatan Mutu Akademik Melalui Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2. Workshop menghadirkan dua narasumber dari Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, yakni Ummu Jauharin Farda, S.Pd.I., […]

  • FKPT Jawa Tengah Siap Lakukan Riset IRT dan IPR

    FKPT Jawa Tengah Siap Lakukan Riset IRT dan IPR

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 383
    • 0Komentar

      Hariannu.com Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah siap melaksanakan riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) pada tahun 2025. Riset ini akan dilakukan di 15 kabupaten/kota untuk IRT dan 10 kabupaten/kota untuk IPR dengan total responden mencapai 600 orang. “Setiap enumerator akan menghimpun data dari 20 hingga 40 […]

  • Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 340
    • 0Komentar

      Aceh Timur, 15 Januari 2026 — Tim relawan Nahdlatul Ulama (NU) terus bergerak menembus wilayah terdampak banjir di pelosok Aceh Timur. Khatib Syuriyah NU Aceh Timur, Kecamatan Peunaron, Ustadz Maftukhin, bersama anggota Banser dan relawan NU, melakukan perjalanan puluhan kilometer menuju daerah yang terisolir akibat banjir bandang. Perjalanan dimulai dari Kota Langsa menuju Aceh […]

  • INISNU Resmi Teken MoU dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II

    INISNU Resmi Teken MoU dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 276
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (INISNU) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II pada Jumat (27/2/2026). Penandatanganan dilaksanakan di Aula Lantai II INISNU Temanggung sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pendidikan tinggi dan otoritas perpajakan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat […]

  • Workshop Public Speaking “Suarasa Papringan” Hadir untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan

    Workshop Public Speaking “Suarasa Papringan” Hadir untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Temanggung — Workshop Public Speaking Remaja Papringan bertajuk “Suarasa Papringan: Berani Bersuara, Berani Berkarya!” akan diselenggarakan pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 08.00 WIB di Pasar Papringan. Kegiatan ini ditujukan bagi para remaja Pasar Papringan sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik sekaligus membangun rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan masyarakat dan pengunjung. Workshop […]

  • Menjelang Muktamar ke-35, MIP IV Tawarkan Peta Jalan NU sebagai Masyarakat Sipil Keagamaan

    Menjelang Muktamar ke-35, MIP IV Tawarkan Peta Jalan NU sebagai Masyarakat Sipil Keagamaan

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KUDUS — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026, perhatian publik biasanya tertuju pada dinamika kepemimpinan organisasi. Siapa yang akan memimpin menjadi topik yang paling ramai diperbincangkan. Namun, di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, akhir pekan lalu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengarahkan pada percakapan ke arah yang lebih mendasar: […]

expand_less