Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Sebuah pertanyaan satir menyeruak saat Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin membuka NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (18/7) malam. Dia melempar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini.
Meski terasa sederhana, namun pertanyaan ini merupakan upaya eksplorasi filosofis mengenai sifat manusia, keberadaan, dan kondisi manusia di era modern.
Anis Sholeh Ba’asyin menantang para hadirin untuk merenungkan apakah apa yang sejatinya mereka kejar. Apakah kekayaan, kekuasaan, atau status merupakan kebutuhan sejati atau pengaruh yang didorong oleh tekanan eksternal, budaya, dan kekuatan sistemik modern?
Menurut Anis, manusia seolah-olah dikejar-kejar oleh kebutuhan; padahal seringkali itu bukan kebutuhan melainkan keinginan.
“Sekarang ini batas antara keinginan dan apa yang benar-benar kebutuhan menjadi bias. Kita menganggap semua keinginan harus terpenuhi sehingga memosisikan kita sebagai pengemis dunia. Pada dasarnya kita memang dikondisikan menjadi paria, menjadi masyarakat faqir yang setiap hari dipaksa mengemis dunia,” ucap Anis satir.
Anis menyebut bahwa saat ini orang dikondisikan untuk tidak pernah merasa puas terhadap apa pun yang sudah dia dapat. Dan pada tahap tertentu, ini merupakan sumber lahirnya kriminalitas.
“Jika dirunut, perampokan, korupsi sampai penghancuran alam secara membabi buta pada dasarnya berawal dari kontruksi yang sama, yaitu dari kondisi tidak pernah puas. Kondisi yang telah menjadi standar baru gaya hidup,” imbuh dia.
Anis mencatat bagaimana orang sering merasa dipaksa untuk mengadopsi gaya hidup modern, mulai dari kebutuhan akan listrik sampai dengan konektivitas terus-menerus melalui ponsel pintar misalnya, yang setahap demi setahap mengubah pola perilaku, harapan dan kecemasannya.
Anis menceritakan, dulu para petani memiliki peradaban yang tampak berjalan lebih lambat namun terasa menenangkan. Mereka hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhannya. Sehingga memiliki waktu yang cukup untuk merenung, mencari makna dan nilai kerohanian.
“Kebutuhan hidup mereka belum terlalu kompleks, sehingga punya banyak waktu untuk menghayati dan merenungi kehidupan; tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu,” imbuh dia.
Manusia saat ini, lanjut Anis, terus menerus disuguhi fatamorgana air di tengah gurun. Kita dikondisikan untuk terus mengejar, meski tak akan pernah menemukan. Kita hanya hanya terus berlari meski sebenarnya tanpa pencapaian apa pun.
Anis juga menyinggung narasi modern tentang kelangsungan hidup dan mengkritik pola pikir berdasar hukum seleksi alam yang diimpor dari ideologi Barat. Kecuali menyuguhkan fatamorgana, modernitas juga menanam pola pikir yang menciptakan keadaan konflik dan persaingan yang tak berkesudahan dan tidak perlu. Kombinasi kedua hal ini mengekploitasi sifat-sifat buruk manusia.
“Hidup kita dikondisikan terus saling berkejaran dan saling membinasakan untuk mengejar sesuatu yang tidak pernah bisa memuaskan kita. Itu yang merangsang orang berebut kekuasaan dan menghancurkan bumi tanpa pernah berfikir tentang nasib anak cucunya. Lalu apa yang dicari?” ucap dia.
“Karena peradaban kita dikendalikan oleh sifat tamak, maka yang paling beruntung adalah yang mampu mensucikan hatinya. Membersihkan hati supaya tidak terkontaminasi oleh sifat-sifat tersebut. Kita diberi Allah kemampuan untuk mengolah hal negatif dari luar menjadi positif di dalam diri. Seburuk-buruk diluar tidak meracuni diri kita jika punya filter yang canggih, yakni hati kita,” ingat Anis.
Oleh karena itu Anis mengingatkan jika saat ini harus memiliki pijakan dan ukuran yang kuat. Mencari apa yang ada di dunia harus direnungkan setiap hari agar tidak salah arah. Orang yang tak punya pijakan bisa salah menempatkan sesuatu yang tidak penting menjadi penting, begitu pula sebaliknya.
Untuk mengatasi kegelisahan dalam kehidupan modern, Anis menekankan pentingnya dzikir, mengingat Allah. Dzikir bukan sekadar ritual, melainkan sebagai cara untuk menemukan keridhaan, kepuasan, penerimaan dan kedamaian di dalam hati, yang menghubungkan diri manusia kembali ke asal-usulnya.
“Maka salat lima waktu dan membaca Qur’an mengingatkan kita kembali ke jalan itu. Seolah-olah sedang bercakap dengan Allah. Allah itu guru, maka setiap saat kita butuh dibimbingnya. Karena tujuan hidup kita hanyalah dari Allah menuju Allah,” imbuh dia.
Sementara itu budayawan, Nur Cahyo juga menyebut di Jawa ada istilah “ndok amun-amun”. Istilah itu juga mengingatkan pada sesuatu yang bersifat fatamorgana. Sekencang apapun orang mengejar maka tidak akan terkejar.
“Dunia ini bagai ndok amun-amun, kemana kita kejar tetap tidak akan terkejar,” imbuh dia.
Topik bahasan yang begitu menyentil itu membuat ratusan masyarakat antusias menyaksikan baik datang secara langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia maupun melalui berbagai kanal media sosial Suluk Maleman. Suasana kian hangat dengan iringan musik Sampak GusUran dan Hadrah Syubbanul Muttaqin.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dan Nur Cahyo dalam NgAllah Suluk Maleman “Apa Yang Kau Cari?” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (18/7).

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Porsema XIII Pati Resmi Dimulai, Ribuan Siswa Ma'arif NU Siap Bertanding

    Porsema XIII Pati Resmi Dimulai, Ribuan Siswa Ma’arif NU Siap Bertanding

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 630
    • 0Komentar

      Pati – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama (Porsema) XIII tingkat Kabupaten Pati resmi dibuka di lapangan Safin Pati Sport School (SPSS) yang berada Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, pada Sabtu (9/8/2025) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh 1.550 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK yang berada di bawah naungan […]

  • UKM Teater Suryo Pati IPMAFA Gelar Workshop Kesusastraan dan Keaktoran

    UKM Teater Suryo Pati IPMAFA Gelar Workshop Kesusastraan dan Keaktoran

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Hariannu.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryo Pati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menyelenggarakan workshop kesusastraan dan keaktoran di Aula 2 Kampus IPMAFA, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan mahasiswa dalam bidang penulisan sastra dan seni peran. ​Workshop yang diinisiasi oleh pengurus UKM Teater Suryo Pati tersebut menghadirkan dua narasumber yang […]

  • Bawaslu Libatkan FKPT Jateng Perkuat Jurnalisme

    Bawaslu Libatkan FKPT Jateng Perkuat Jurnalisme

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Ungaran – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Semarang melibatkan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dalam penguatan jurnalisme pengawasan melalui Pelatihan Jurnalistik Pengawasan Pemilu pada Selasa (20/5/2025). Kegiatan itu bertempat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang yang dihadiri puluhan peserta. Meskipun tahapan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 yang telah terlaksana, namun hal itu […]

  • Gelar Workshop Deep Learning dan Kurikulum Cinta; Maarif NU Kota Pekalongan

    Gelar Workshop Deep Learning dan Kurikulum Cinta; Maarif NU Kota Pekalongan

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Pekalongan -Workshop Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Cinta dengan tema “Menciptakan Suasana Belajar dan Proses Pembelajaran Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful) & Menggembirakan (Joyful) menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang diikuti Kepala madrasah/sekolah beserta guru sebanyak 200 Peserta terlaksana pada Rabu, 28 Mei 2025 di Ballroom Hotel Dafam Pekalongan yang digelar oleh LP. Ma’arif NU PCNU […]

  • LAZISNU se-Pati Kelola Dana ZIS.Photo by Mufid Majnun on Unsplash.

    LAZISNU se-Pati Kelola Dana ZIS Mencapai Rp15,6 Miliar, Keren

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 563
    • 0Komentar

    PATI – Selama tahun 2022, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah, Nahdlatul Ulama (LAZISNU) se-Kabupaten Pati, telah mengelola dana sebesar Rp15,6 miliar.  Adapun dana itu terdiri atas Rp. 2,087,913,520 dana Zakat, Rp. 742,254,261 penerimaan dana Infak non Koin, Rp. 5,180,900,204 dana Koin NU, dan Rp. 7,603,488,020 yang bersumber dari dana lainnya.  Jika dibandingkan tahun sebelumnya, […]

  • Seleksi Nasional Magang Jepang Digelar di Pekalongan, 234 Peserta Ikut Berkompetisi

    Seleksi Nasional Magang Jepang Digelar di Pekalongan, 234 Peserta Ikut Berkompetisi

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 107
    • 0Komentar

    PEKALONGAN — Seleksi Nasional Magang Jepang, kerja sama LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan IM Japan, resmi dilaksanakan pada 10–13 Agustus 2026 di SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan. Sebanyak 234 peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi ini. Kegiatan dibuka secara langsung oleh perwakilan Direktorat […]

expand_less