Semarakkan Hari Santri Nasional, YPM Kembang Dukuhseti Gelar Perkemahan 1001 Santri
- account_circle Harian NU
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

Semarakkan Hari Santri Nasional, YPM Kembang Dukuhseti Gelar Perkemahan 1001 Santri
PATI — Yayasan Pengembangan Madarijul Huda (YPM) Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, menggelar Perkemahan 1001 Santri pada 18–20 Oktober 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan YPM Kembang ini diselenggarakan dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Santri Nasional.
Suasana lapangan tampak semarak dengan kehadiran tak kurang dari 1.001 siswa-siswi yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan YPM Kembang. Para peserta terdiri dari siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 5 dan 6, Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Madarijul Huda.
Pengurus YPM Kembang, H. Muhammad Yasin Shodiq (Gus Yasin), mengungkapkan bahwa perkemahan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengobat rindu akan suasana perkemahan seru yang melibatkan seluruh tingkat pendidikan di YPM.
”Kegiatan Perkemahan 1001 Santri di lembaga kami ini pertama untuk memperingati Hari Santri. Kemudian yang kedua, kita memang sudah lama merindukan suasana perkemahan yang melibatkan seluruh jenjang yang ada di lembaga kami, mulai dari MI kelas 5–6, MTs, Aliyah, hingga SMK,” ujar Gus Yasin.
pembukaan kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Mujadilah ayat 10–12, dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Pramuka dan Mars YPM Kembang, pengibaran bendera perkemahan, serta pembacaan Pancasila dan Dasadarma Pramuka oleh petugas upacara.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, KH Fuad Abdillah dalam amanatnya mengulas kembali sejarah kepanduan dunia yang digagas Baden Powell hingga lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia yang diresmikan Presiden Soekarno pada 14 Agustus 1961.
KH Fuad Abdillah menekankan pentingnya menanamkan Dasadarma Pramuka, khususnya poin suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, sebagai bagian dari akhlakul karimah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa Pramuka tidak keluar dari prinsip-prinsip agama, karena nilai-nilai Dasadarma sejatinya merupakan cerminan akhlakul karimah.
“Pramuka ini tidak keluar dari prinsip-prinsip agama. Dasadarma suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan merupakan bagian dari akhlakul karimah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh dan pembina yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini, seperti Kakak Kamabiran Suhartono dan Sudarto, serta Kiai Muslim Assalamy yang tampil unik bersarung namun ber-hasduk atau berdasi Pramuka. KH Fuad memuji penampilan khas tersebut yang dinilainya langka dan selalu memancarkan semangat muda.
Usai amanat, acara dilanjutkan dengan peletakan panji-panji perkemahan, penyematan tanda peserta secara simbolis, dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Kiai Muslim Assalamy.
Camat Dukuhseti selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), Suhartono, turut memberikan sambutan dan motivasi kepada para peserta. Menurutnya, Gerakan Pramuka merupakan wadah efektif untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan memiliki jiwa gotong royong, baik di lapangan perkemahan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Pramuka membentuk karakter dan kehidupan panjenengan dengan semangat gotong royong. Mari kita jaga dan bangun yayasan yang telah dibangun dengan baik ini. Pramuka membina serta memberikan semangat gotong royong, baik di lapangan perkemahan maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Suhartono.
Suasana pembukaan perkemahan semakin memukau ketika atraksi Marching Band YPM Kembang tampil menghibur seluruh peserta dan tamu undangan.
Perkemahan 1001 Santri YPM Kembang diisi dengan beragam agenda menarik. Pada malam hari usai shalat Maghrib, panggung pentas seni digelar sebagai wadah untuk menampilkan berbagai bakat dan potensi kesenian para siswa-siswi.
Sementara itu pada Selasa pagi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bakti sosial masyarakat. Para santri disebar ke berbagai tempat ibadah, seperti masjid dan musala di Desa Kembang dan desa sekitarnya, untuk melangsungkan tradisi khataman Al-Qur’an sekaligus membersihkan fasilitas ibadah masyarakat.
Gus Yasin menjelaskan bahwa kegiatan Selasa pagi tersebut difokuskan pada bakti sosial berupa khataman dan aksi bersih-bersih tempat ibadah di sekitar Desa Kembang.
Lebih jauh, Gus Yasin menegaskan bahwa perkemahan ini bukan sekadar ajang rekreasi luar ruangan, melainkan media untuk menegaskan kembali jati diri dan peran strategis santri di tengah masyarakat. Nilai-nilai perjuangan ini meneladani spirit para muassis (pendiri) YPM Kembang, seperti Mbah Hasbullah, yang dahulu aktif memperjuangkan kemerdekaan serta membangun peradaban melalui pendidikan keagamaan dan kegiatan kemasyarakatan.
Pihak yayasan berharap perkemahan ini mampu memupuk jiwa patriotisme dan sinergi yang kuat antara santri dan warga sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa patriotisme santri supaya tetap bisa bersinergi dengan masyarakat, membangun negeri, dan selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk negara kita,” pungkasnya.
- Penulis: Harian NU
