Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Pesantren Sudah Setara dalam Sistem Pendidikan, Mengapa Belum Setara dalam Pendanaan?

Pesantren Sudah Setara dalam Sistem Pendidikan, Mengapa Belum Setara dalam Pendanaan?

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
  • visibility 155
  • comment 0 komentar

Jakarta — Majelis Masyayikh menegaskan bahwa negara wajib membiayai pendidikan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Pandangan tersebut disampaikan dalam sidang pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren pada Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026 Rabu 3 Juni 2026 di Mahkamah Konstitusi.

Ketua Majelis Masyayikh, Abdul Ghofarrozin, menyatakan bahwa persoalan utama Pasal 48 UU Pesantren bukan hanya frasa “sesuai dengan kemampuan keuangan negara”, melainkan penggunaan frasa “membantu pendanaan penyelenggaraan pesantren” yang dinilai melenceng dari amanat Pasal 31 UUD 1945.

Menurutnya, setelah negara mengakui pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, negara tidak dapat diposisikan sekadar sebagai pemberi bantuan, melainkan sebagai pihak yang memikul tanggung jawab konstitusional terhadap pembiayaannya.

Ketua Majelis Masyayikh Gus Rozin mengungkapkan bahwa berdasarkan sejarah pembentukan UU Pesantren, konstruksi awal yang diperjuangkan adalah negara wajib membiayai pesantren. Namun, keterbatasan skema fiskal pada saat pembahasan undang-undang menyebabkan digunakan frasa “membantu pendanaan” sebagai kompromi teknis penganggaran.

“Negara tetap wajib membiayai pendidikan pesantren sebagaimana amanat Pasal 31 UUD 1945. Karena itu, frasa ‘membantu pendanaan penyelenggaraan pesantren’ telah bergeser dari semangat konstitusi,” tegas Gus Rozin.

Majelis Masyayikh menilai penggunaan frasa tersebut telah menimbulkan ketidakpastian hukum dalam praktik. Tidak sedikit pemerintah daerah menempatkan pendanaan pesantren hanya dalam skema hibah yang bersifat insidental, bergantung pada kemampuan fiskal dan kebijakan politik anggaran daerah.

Akibatnya, pesantren yang menjalankan fungsi pendidikan nasional justru tidak memperoleh jaminan pendanaan yang setara dengan lembaga pendidikan lainnya. Kondisi ini dinilai berpotensi melahirkan perlakuan yang tidak setara terhadap santri sebagai warga negara dan mereduksi tanggung jawab negara di bidang pendidikan.

Bagi Majelis Masyayikh, perkara ini bukan semata menyangkut anggaran, melainkan menyangkut konsistensi negara dalam menjalankan amanat konstitusi. Jika pesantren diakui sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional, maka pendanaannya harus diposisikan sebagai kewajiban negara, bukan sekadar bantuan yang bergantung pada kemampuan dan kemauan pemerintah.

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Api Unggun dan Penutupan Resmi oleh Sekjen Ma’arif PBNU

    Api Unggun dan Penutupan Resmi oleh Sekjen Ma’arif PBNU

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 422
    • 0Komentar

      Suasana khidmat dan penuh keakraban terasa pada malam api unggun sekaligus penutupan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal LP Ma’arif PBNU, Haryando Oghie, pada Kamis (19/12/2025) malam. Api unggun menjadi simbol persatuan dan semangat kebersamaan seluruh peserta. Berbagai refleksi dan penampilan singkat […]

  • ‎INISNU Silaturahmi ke Kapolres Temanggung, Perkuat Sinergi Kampus dan Kepolisian

    ‎INISNU Silaturahmi ke Kapolres Temanggung, Perkuat Sinergi Kampus dan Kepolisian

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 322
    • 0Komentar

    ‎ ‎TEMANGGUNG – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., beserta Wakil Rektor, dan Ketua Dewan Pengurus BPP INISNU Temanggung Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., melakukan silaturahmi dengan Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini, S.H., S.I.K., M.H., M.B.A., di Kantor Polres Temanggung, Selasa (27/1/2026). ‎ ‎Silaturahmi tersebut bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus […]

  • Baznas Pati Bakal Tarik Zakat Petani hingga Kiai

    Baznas Pati Bakal Tarik Zakat Petani hingga Kiai

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 200
    • 0Komentar

      Pati – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati tak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menampung zakat. Mereka juga bakal menyasar zakat petani hingga kiai atau penceramah. Ketua BAZNAS Pati, Minanurrohman, menjelaskan langkah ini dilakukan untuk mengembangkan potensi zakat di Kabupaten Pati. Apalagi kewajiban zakat bukan hanya ASN, melainkan bagi orang yang […]

  • LP Ma’arif PWNU Jateng Akan Sosialisasikan Majalah Ma’arif Tahun Ajaran 2025/2026

    LP Ma’arif PWNU Jateng Akan Sosialisasikan Majalah Ma’arif Tahun Ajaran 2025/2026

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 638
    • 0Komentar

      Hariannu.com.Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah akan menggelar Sosialisasi Majalah Ma’arif / Majalah Mopdik edisi Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu, 18 Juni 2025 pukul 08.30 WIB melalui platform Zoom Meeting. Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa kegiatan ini […]

  • Hari Santri Momentum Bersama Santri, Pesantren, dan Bangsa untuk Terus Maju

    Hari Santri Momentum Bersama Santri, Pesantren, dan Bangsa untuk Terus Maju

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 337
    • 0Komentar

      Hariannu.com. Semarang — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum refleksi dan kemajuan bagi pesantren, santri, dan seluruh umat Islam Indonesia. Dalam arahannya di Gedung PWNU Jawa Tengah, Jalan dr Cipto No 180 Semarang, Gus Rozin—sapaan […]

  • ‎Libatkan 19 Media, Ma'arif Jateng Perkuat Pendidikan Karakter berbasis Digital

    ‎Libatkan 19 Media, Ma’arif Jateng Perkuat Pendidikan Karakter berbasis Digital

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 272
    • 0Komentar

    SEMARANG – LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Media Ma’arif Kuat, Nusantara Hebat” di Kantor Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). ‎ ‎Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi publikasi bersama media massa dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan satuan pendidikan Ma’arif. ‎ ‎Ketua LP […]

expand_less