Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Menyusuri Jalur Silsilah Perasaan Lewat Buku “Sanad Rindu dari Kajen”

Menyusuri Jalur Silsilah Perasaan Lewat Buku “Sanad Rindu dari Kajen”

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

​PATI – Sebuah karya literatur yang merangkum memori, spiritualitas, dan romantisme masa-masa nyantri resmi lahir. Buku berjudul “Sanad Rindu dari Kajen” sukses diluncurkan di Pondok Pesantren Ar-Roudloh, Kajen, Margoyoso, Pati, Kamis (25/6/2026).

Buku tersebut ditulis oleh sejumlah alumni madrasah maupun pesantren di Kajen. Di antaranya Angga Saputra, Siswanto, Zainal Abidin, Niam At Majha, Andi Syarqowi, Elin Khanin, Inayatun Najikah, Nur Hayati Aida, Aba Fariduddin, dan Taufiq Hakim.

​Acara peluncuran ini dihadiri oleh puluhan alumni, santri aktif, serta kiai setempat.

​Buku ini bukan sekadar catatan harian, melainkan sebuah ikhtiar literasi untuk mendokumentasikan “jalur silsilah” perasaan para alumnus terhadap tanah Kajen, sebuah desa yang dikenal sebagai salah satu episentrum spiritual dan pencetak ulama di Tanah Jawa.

Siswanto, salah satu penulis buku tersebut, mengungkapkan bahwa latar belakang penulisan karya ini berangkat dari sebuah pengakuan jujur dari hati seorang alumnus. Menurutnya, sejauh apa pun kaki melangkah dan ke mana pun arah pulang, hati seorang santri akan selalu memiliki jalur silsilahnya sendiri yang bermuara di Kajen.

​”Dalam tradisi pesantren, sanad adalah garis pertanggungjawaban ilmu agar tidak kehilangan berkah dan otentisitasnya. Namun, ketika sanad ini berkaitan erat dengan rindu, maknanya menjadi silsilah perasaan yang utuh,” kata Siswanto.

​”Rindu yang kita rasakan hari ini tidak tumbuh dari ruang hampa. Ia tersambung langsung ke hangatnya gotakan (kamar) pondok, bangku sekolah, hingga teduhnya tatapan para kiai. Ini adalah ‘Rindu yang Sahih’, murni, valid, dan tak terbantahkan karena kita semua benar-benar pernah melakoni hidup di sana,” tambah dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) ini.

​Sementara itu Angga Saputra yang juga penulis buku tersebut, menekankan alasan kuat mengapa buku ini secara spesifik mengangkat nama Kajen. Menurutnya, Kajen bagi para alumni bukan sekadar nama geografis di Kecamatan Margoyoso.

“Kajen adalah episentrum spiritual. Di tanah inilah bersemayam Waliyyullah Syekh Ahmad Mutamakkin, sang hulu keberkahan. Mondok dan sekolah di Kajen berarti kita terhubung dalam satu ikatan sanad keilmuan dan spiritualitas yang sama,” jelas Angga.

Menyusuri Jalur Silsilah Perasaan Lewat Buku "Sanad Rindu dari Kajen"

Menyusuri Jalur Silsilah Perasaan Lewat Buku “Sanad Rindu dari Kajen”

​Alumnus Salafiyah Kajen ini menambahkan bahwa buku tersebut dirancang sebagai mesin waktu bagi pembaca untuk menyusuri kembali kenangan masa lalu. Mulai dari riuh suasana sekolah, kehangatan pondok, aroma tempat makan legendaris, hingga sudut Kajen yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka.

​”Buku ini tidak ditulis untuk sekadar meratapi masa lalu yang telah lewat, tetapi untuk merawat ingatan. Agar di tengah bising dan kerasnya dunia luar, kita tidak pernah lupa pada ‘hulu’ tempat kita dibentuk. Bagi para alumni, selamat pulang dan selamat menyusuri kembali jalur sanad rindu ini,” tutur ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Pati ini.

Apresiasi tinggi terhadap kehadiran buku ini juga datang dari sejumlah tokoh, akademisi, dan intelektual Muslim. Penulis Buku Syekh Mutamakkin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Peradaban Santri, Dr. Zainul Milal Bizawie, menyebut karya ini sangat asyik dan renyah untuk dinikmati.

​”Bahasanya ringan, enak dibaca, tapi kental banget sama tradisi santri Kajen yang autentik. Semoga dengan hadirnya buku ini, semakin banyak anak muda yang jatuh cinta dan betah mondok di Kajen. Karena di sini sanad ilmunya terjaga banget, ilmu yang tersambung langsung dari generasi ke generasi lewat para masyayikh yang mumpuni,” ujar dia.

​Senada dengan hal itu, Prof. Islah Gusmian, yang merupakan Alumni Madrasah Salafiyah sekaligus Guru Besar Tafsir dan Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, menilai buku ini memiliki kedalaman rasa yang kuat. Bagi dia, buku ini berhasil menangkap esensi hubungan antara santri dan pesantrennya.

​”Sanad Rindu dari Kajen bukan sekadar kumpulan memoar, melainkan mosaik kenangan yang merawat hubungan batin antara murid, guru, dan kampung ilmu. Di tangan para alumni muda, Kajen hadir bukan sebagai ruang geografis yang beku dalam nostalgia, tetapi sebagai mata air nilai yang terus mengalir dalam perjalanan hidup mereka,” ungkap Prof. Islah.

​Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Media dan Advokasi sekaligus Co-Founder NU Online, Savic Ali, menegaskan bahwa Kajen adalah tempat ribuan manusia menyimpan kenangan akan susah-senangnya menimba ilmu dan mencari berkah.

​”Masyarakatnya, kiai-kiainya, makam-makam masyayikh, dan terutama Mbah Mutamakkin, akan senantiasa melekat di relung santri yang menghayatinya. Dan buku ini adalah rekaman pertama atas kenangan-kenangan yang tak mungkin hilang atas Kajen, desa yang punya sejarah panjang dalam penyebaran ajaran dan keilmuan Islam di Jawa bagian utara,” tutur dia.

​Melalui peluncuran buku “Sanad Rindu dari Kajen” ini, diharapkan nilai-nilai sarat berkah dari para kiai dan bumi Kajen dapat terus mengalir dan menjaga identitas santri di mana pun mereka mengabdi.

​Buku ini tidak langsung tersedia secara ready stock, tetapi dapat dimiliki oleh khalayak luas, khususnya para pencinta literasi pesantren melalui sistem pemesanan Pre-Order (PO) yang kini telah resmi dibuka.

Adapun PO bisa melalui nomor 0896-5465-6722 (Siswanto) atau 08157608923 (Angga)

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • 103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 371
    • 0Komentar

      BANJARNEGARA – Sebanyak 103 guru di Kabupaten Banjarnegara dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah menuntaskan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahap 1. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara mendesak para pengajar segera mengimplementasikan materi tersebut di sekolah masing-masing. Penutupan pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan, sejak 13 Juli hingga 12 Oktober 2025, […]

  • ‎INISNU Temanggung Buka Rekrutmen Dosen dan Tenaga Kependidikan, Pendaftaran Dibuka hingga 31 Juli 2026

    ‎INISNU Temanggung Buka Rekrutmen Dosen dan Tenaga Kependidikan, Pendaftaran Dibuka hingga 31 Juli 2026

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 52
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi membuka rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan (tendik) untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus mendukung pengembangan institusi yang terus bertumbuh. Pendaftaran dibuka mulai 23 hingga 31 Juli 2026. Informasi tersebut diumumkan melalui kanal resmi kampus inisnu.ac.id. dan Instagram inisnu_temanggung. ‎ ‎Rektor Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., […]

  • INISNU Temanggung Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo

    INISNU Temanggung Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 343
    • 0Komentar

    ‎ ‎Sidoarjo – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU Temanggung) Temanggung secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU Sidoarjo), Rabu (14/1/2026). ‎ ‎Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan benchmarking dan penguatan jejaring antar-PTNU. ‎ ‎Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan lanjutan […]

  • ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    ‎Dosen INISNU Temanggung Bedah Disorientasi Imperialisme Global dalam Seminar Internasional bersama Tezpur University

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 288
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., dosen sekaligus Direktur Program Pascasarjana Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, memaparkan materi krusial mengenai dinamika kekuasaan dunia dalam seminar internasional bertajuk “Disorientation of Global Imperialism”. Presentasi ini menyoroti bagaimana pola penjajahan telah berevolusi dari pendudukan fisik menjadi kontrol digital dan ekonomi yang kerap tidak disadari oleh […]

  • Hadapi Era VUCA, Rektor INISNU Temanggung Bekali Peserta Yudisium FTK Strategi 3C dan Pilihan Karier

    Hadapi Era VUCA, Rektor INISNU Temanggung Bekali Peserta Yudisium FTK Strategi 3C dan Pilihan Karier

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 96
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar prosesi Yudisium dan Seminar Karier bagi para calon lulusannya. Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang memberikan arahan penting terkait tantangan dunia kerja modern. Hal itu disampaikan usai pembacaan Surat Keputusan oleh Dekan FTK […]

  • Isra' Mi'raj Warga PGAP-NU Balung on Unsplash

    Mengenal Isra’ Mi’raj, Salah Satu Peristiwa Penting Dalam Islam

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Hariannu.com – Isra’ Mi’raj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadi bagian dari keyakinan dan ajaran agama. Isra’ Mi’raj terjadi ketika Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha dan bertemu dengan Allah SWT. Isra’ Mi’raj juga merupakan momen yang penuh […]

expand_less