Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Menyusuri Jalur Silsilah Perasaan Lewat Buku “Sanad Rindu dari Kajen”

Menyusuri Jalur Silsilah Perasaan Lewat Buku “Sanad Rindu dari Kajen”

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
  • visibility 149
  • comment 0 komentar

​PATI – Sebuah karya literatur yang merangkum memori, spiritualitas, dan romantisme masa-masa nyantri resmi lahir. Buku berjudul “Sanad Rindu dari Kajen” sukses diluncurkan di Pondok Pesantren Ar-Roudloh, Kajen, Margoyoso, Pati, Kamis (25/6/2026).

Buku tersebut ditulis oleh sejumlah alumni madrasah maupun pesantren di Kajen. Di antaranya Angga Saputra, Siswanto, Zainal Abidin, Niam At Majha, Andi Syarqowi, Elin Khanin, Inayatun Najikah, Nur Hayati Aida, Aba Fariduddin, dan Taufiq Hakim.

​Acara peluncuran ini dihadiri oleh puluhan alumni, santri aktif, serta kiai setempat.

​Buku ini bukan sekadar catatan harian, melainkan sebuah ikhtiar literasi untuk mendokumentasikan “jalur silsilah” perasaan para alumnus terhadap tanah Kajen, sebuah desa yang dikenal sebagai salah satu episentrum spiritual dan pencetak ulama di Tanah Jawa.

Siswanto, salah satu penulis buku tersebut, mengungkapkan bahwa latar belakang penulisan karya ini berangkat dari sebuah pengakuan jujur dari hati seorang alumnus. Menurutnya, sejauh apa pun kaki melangkah dan ke mana pun arah pulang, hati seorang santri akan selalu memiliki jalur silsilahnya sendiri yang bermuara di Kajen.

​”Dalam tradisi pesantren, sanad adalah garis pertanggungjawaban ilmu agar tidak kehilangan berkah dan otentisitasnya. Namun, ketika sanad ini berkaitan erat dengan rindu, maknanya menjadi silsilah perasaan yang utuh,” kata Siswanto.

​”Rindu yang kita rasakan hari ini tidak tumbuh dari ruang hampa. Ia tersambung langsung ke hangatnya gotakan (kamar) pondok, bangku sekolah, hingga teduhnya tatapan para kiai. Ini adalah ‘Rindu yang Sahih’, murni, valid, dan tak terbantahkan karena kita semua benar-benar pernah melakoni hidup di sana,” tambah dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) ini.

​Sementara itu Angga Saputra yang juga penulis buku tersebut, menekankan alasan kuat mengapa buku ini secara spesifik mengangkat nama Kajen. Menurutnya, Kajen bagi para alumni bukan sekadar nama geografis di Kecamatan Margoyoso.

“Kajen adalah episentrum spiritual. Di tanah inilah bersemayam Waliyyullah Syekh Ahmad Mutamakkin, sang hulu keberkahan. Mondok dan sekolah di Kajen berarti kita terhubung dalam satu ikatan sanad keilmuan dan spiritualitas yang sama,” jelas Angga.

Menyusuri Jalur Silsilah Perasaan Lewat Buku "Sanad Rindu dari Kajen"

Menyusuri Jalur Silsilah Perasaan Lewat Buku “Sanad Rindu dari Kajen”

​Alumnus Salafiyah Kajen ini menambahkan bahwa buku tersebut dirancang sebagai mesin waktu bagi pembaca untuk menyusuri kembali kenangan masa lalu. Mulai dari riuh suasana sekolah, kehangatan pondok, aroma tempat makan legendaris, hingga sudut Kajen yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka.

​”Buku ini tidak ditulis untuk sekadar meratapi masa lalu yang telah lewat, tetapi untuk merawat ingatan. Agar di tengah bising dan kerasnya dunia luar, kita tidak pernah lupa pada ‘hulu’ tempat kita dibentuk. Bagi para alumni, selamat pulang dan selamat menyusuri kembali jalur sanad rindu ini,” tutur ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Pati ini.

Apresiasi tinggi terhadap kehadiran buku ini juga datang dari sejumlah tokoh, akademisi, dan intelektual Muslim. Penulis Buku Syekh Mutamakkin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Peradaban Santri, Dr. Zainul Milal Bizawie, menyebut karya ini sangat asyik dan renyah untuk dinikmati.

​”Bahasanya ringan, enak dibaca, tapi kental banget sama tradisi santri Kajen yang autentik. Semoga dengan hadirnya buku ini, semakin banyak anak muda yang jatuh cinta dan betah mondok di Kajen. Karena di sini sanad ilmunya terjaga banget, ilmu yang tersambung langsung dari generasi ke generasi lewat para masyayikh yang mumpuni,” ujar dia.

​Senada dengan hal itu, Prof. Islah Gusmian, yang merupakan Alumni Madrasah Salafiyah sekaligus Guru Besar Tafsir dan Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, menilai buku ini memiliki kedalaman rasa yang kuat. Bagi dia, buku ini berhasil menangkap esensi hubungan antara santri dan pesantrennya.

​”Sanad Rindu dari Kajen bukan sekadar kumpulan memoar, melainkan mosaik kenangan yang merawat hubungan batin antara murid, guru, dan kampung ilmu. Di tangan para alumni muda, Kajen hadir bukan sebagai ruang geografis yang beku dalam nostalgia, tetapi sebagai mata air nilai yang terus mengalir dalam perjalanan hidup mereka,” ungkap Prof. Islah.

​Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Media dan Advokasi sekaligus Co-Founder NU Online, Savic Ali, menegaskan bahwa Kajen adalah tempat ribuan manusia menyimpan kenangan akan susah-senangnya menimba ilmu dan mencari berkah.

​”Masyarakatnya, kiai-kiainya, makam-makam masyayikh, dan terutama Mbah Mutamakkin, akan senantiasa melekat di relung santri yang menghayatinya. Dan buku ini adalah rekaman pertama atas kenangan-kenangan yang tak mungkin hilang atas Kajen, desa yang punya sejarah panjang dalam penyebaran ajaran dan keilmuan Islam di Jawa bagian utara,” tutur dia.

​Melalui peluncuran buku “Sanad Rindu dari Kajen” ini, diharapkan nilai-nilai sarat berkah dari para kiai dan bumi Kajen dapat terus mengalir dan menjaga identitas santri di mana pun mereka mengabdi.

​Buku ini tidak langsung tersedia secara ready stock, tetapi dapat dimiliki oleh khalayak luas, khususnya para pencinta literasi pesantren melalui sistem pemesanan Pre-Order (PO) yang kini telah resmi dibuka.

Adapun PO bisa melalui nomor 0896-5465-6722 (Siswanto) atau 08157608923 (Angga)

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Hasyim Asy’ari Gentan Bendosari Kunjungi LANUD Adisumarmo Surakarta

    KH. Hasyim Asy’ari Gentan Bendosari Kunjungi LANUD Adisumarmo Surakarta

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Hariannu.com-Sukoharjo – Raudhatul Athfal KH. Hasyim Asy’ari Gentan Bendosari, Sukoharjo, melakukan kunjungan ke Lapangan Udara Adi Udara (LANUD) Adisumarmo Surakarta. Kepala RA KH. Hasyim Asy’ari, Tri Maryati, S.Pd mengatakan Kegiatan Wisata Edukasi merupakan program sekolah yang menggabungkan kegiatan wisata atau refreshing dengan memasukkan muatan materi pembelajaran di dalamnya. “Kegiatan kunjungan ke Lapangan Udara Adi Sumarmo […]

  • Pengukuhan Duta Literasi SMAN 1 Tayu

    Pengukuhan Duta Literasi SMAN 1 Tayu

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Harian NU
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Tayu. Puncak Acara Kegiatan Bulan Bahasa SMA Negeri 1 Tayu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96. Tema kegiatan “Bangkit Bersama Bahasa dan Budaya untuk Bangsa” yg dimotori oleh GANTARI (Gerakan Literasi Mandiri) SMA Negeri 1 Tayu, Senin, 28 Oktober 2024 di aula SMA Negeri 1 Tayu “Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga sekolah (peserta […]

  • Festival Rebana Ramaikan Haul KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT Ke-93 YAPIM Ngagel

    Festival Rebana Ramaikan Haul KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT Ke-93 YAPIM Ngagel

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 550
    • 0Komentar

      hariannu – Festival Rebana dalam rangka Haul ke-103 KH Abdurrahman bin Yahya dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM), digelar di halaman Masjid Baiturrahman, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, pada Selasa (15/7/2025). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi antarpeserta. Ketua HUT YAPIM, Ahmad Jami’in, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas […]

  • Komitmen Go Internasional; Guru Madrasah/Sekolah Ma'arif NU Se Jateng Wajib Diklat Bahasa Inggris

    Komitmen Go Internasional; Guru Madrasah/Sekolah Ma’arif NU Se Jateng Wajib Diklat Bahasa Inggris

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Semarang, 30 Mei 2026 — Lebih dari 100 guru dan Kepala sekolah/madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan di hotel Novotel Semarang. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WIB ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah […]

  • Pembinaan Dai dan Daiyah di Pati: Meningkatkan Kemampuan Dakwah di Era Digital

    Pembinaan Dai dan Daiyah di Pati: Meningkatkan Kemampuan Dakwah di Era Digital

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 584
    • 0Komentar

      Hariannu.com –  Sebanyak 60 dai dan daiyah dari berbagai elemen keagamaan se-Kabupaten Pati mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Kegiatan berlangsung di Gedung Islamic Center Masjid Baitunnur Pati, Rabu (9/7/2025). Peserta yang hadir berasal dari unsur mubaligh-mubalighah, pembina majelis taklim, serta penyuluh agama Islam. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan […]

  • Mendapat Dukungan Ulama, Ansor Bermi Bangkit dan Siap Berkontribusi Lagi

    Mendapat Dukungan Ulama, Ansor Bermi Bangkit dan Siap Berkontribusi Lagi

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 602
    • 0Komentar

      Pati – Setelah vakum selama kurang lebih dua dekade, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Bermi mulai menata kembali langkah. Sebagai permulaan, para pengurusnya sowan guna memohon doa restu kepada para ulama dan masyayikh setempat. Sejak Selasa (5/7), Pimpinan Ranting GP Ansor Bermi telah menyowani beberapa kiai. Di antaranya, KH. Masruron, KH. Abdul Mu’in, Gus […]

expand_less