Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Siswa MA Tarbiyatul Banin Buat Film Dokumenter Manuskrip Kalongan untuk Pelestarian

Siswa MA Tarbiyatul Banin Buat Film Dokumenter Manuskrip Kalongan untuk Pelestarian

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
  • visibility 276
  • comment 0 komentar

 

“Upaya siswa MA Tarbiyatul Banin mengangkat manuskrip Kalongan ke layar dokumenter dianggap sebagai langkah pelestarian warisan kuno yang cerdas. Manuskrip yang awalnya hanya tersimpan dalam lemari keluarga pewaris kini bertransformasi menjadi produk digital, sekaligus ikon cagar budaya lokal yang bisa diwariskan lintas generasi.”

Pati – Salsabila Azzahra, siswa Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Pati, punya cara unik melestarikan warisan kuno. Dengan dibantu tim, Meutia Ayu Safitri, Mutiara Alfita Sari, dan Fikri Hadi Mahmudan, mereka membuat film dokumenter tentang Manuskrip Kalongan, naskah fiqih-sufistik warisan ulama lokal yang berusia ratusan tahun.
Langkah ini disebut sebagai cara kreatif generasi muda pesantren menjaga warisan sekaligus mengenalkan manuskrip ke publik di era digital.
Naskah Rapuh, Isi Tetap Relevan
Manuskrip Kalongan adalah bagian dari tiga naskah kuno di Desa Pekalongan. Selain manuskrip Syathoriyah dan Al-Qur’an tulisan tangan ulama alumnus Baghdad, ada naskah fiqih-sufistik yang banyak bicara tentang syariat, thariqah, haqiqah, hingga ma’rifah.
Walau kondisi fisik naskah sudah lusuh dan sebagian huruf hilang, isinya masih bisa dibaca. Keluarga pewaris hingga kini tetap merawatnya dengan baik.
Dari manuskrip ini, saya kira apa yang dilakukan siswa MA Tarbiyatul Banin itu, jelas terlihat bahwa ilmu pada masa lalu bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian,” ungkap KH. Ubaidillah Achmad Taman Munji, Dosen UIN Semarang sekaligus peneliti Manuskrip Pesantren saat dihubungi melalui telepon.

Sumber: Dokumen milik Salsabila Azzahra, tahun 2025

Jejak Pendidikan dan Perlawanan
Sejarah manuskrip Kalongan juga tak terpisahkan dari lahirnya lembaga pendidikan Islam di Pekalongan Winong. Pada tahun 1930 KH Anwar beserta rombongan mendatangi KH. Ismail Zainal Abidin di desa pelakongan yang belum ada masdrasah dan masjidnya. Tidak lama kemudian madrasah Far’iyah Matholiul Falah berdiri. Guru-gurunya dikirim dari Kajen antara lain KH. Sanadji, KH.Fahrur Rozi dan dibantu guru-guru lokal lainnya.
Namun, sekolah itu ditutup oleh pemerintah Hindia Belanda karena dianggap bagian dari gerakan anti-kolonial. Pendidikan Islam kembali ke surau-surau.
Saat pendudukan Jepang, tepatnya pada tahun 1943, sekolah dibuka lagi dengan nama Tarbiyatul Banin. Nama ini lalu bertahan hingga sekarang sebagai lembaga pendidikan Islam di desa tersebut.
Manuskrip Jadi Cagar Budaya Digital
Lewat dokumenter buatan siswa MA Tarbiyatul Banin, manuskrip Kalongan kini muncul dengan wajah baru. Film tersebut memuat wawancara tokoh masyarakat, akademisi, hingga pewaris naskah, sekaligus memperlihatkan nilai-nilai sufistik yang relevan dengan masa kini.
“Fiqh itu fleksibel, bisa mengikuti zaman. Dengan dokumenter ini, metode lama seperti ngaji kitab kuning bisa disambungkan dengan cara belajar digital,” respon Roiyan Roiyyanallillah selaku Guru PAI MA Tarbiyatul Banin saat ditanya tentang film dokumenter dengan model pembelajaran fiqih di masrasah.
Generasi Muda Urun Peran
Film dokumenter menjadi cara generasi muda melestarikan khazanah keilmuan ulama sekaligus menjadikannya produk budaya. Proses ini mengubah manuskrip dari sekadar naskah kertas menjadi memori digital yang bisa diakses kapan saja.
“Bukti bahwa tradisi ulama Pekalongan masih hidup sampai sekarang ada di manuskrip ini. Dan generasi muda berhasil menghadirkannya kembali dalam bentuk modern,” tutur Dhofir Maqosith, selaku Ketua MWC NU Kecamatan Winong.

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma`arif NU Jateng - Kanwil Kemenag Jateng Teken Nota Kerjasama Pengembangan Pendidikan Madrasah

    LP Ma`arif NU Jateng – Kanwil Kemenag Jateng Teken Nota Kerjasama Pengembangan Pendidikan Madrasah

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Semarang – Rombongan pengurus Lembaga Pendidikan Maarif (LPM) NU PWNU Jawa Tengah diterima audiensi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Saiful Mujab pada Jumat (10/1/2025). Dengan didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma) H. Ahmad Faridi serta Kepala Bagian Tata Usaha H. Wahid Arbani, pertemuan dilaksanakan di ruang kerja Kanwil Kemenag Jawa Tengah. […]

  • INISNU Berangkatkan 157 Peserta Pancadharma Internasional di Singapura, Malaysia dan Thailand

    INISNU Berangkatkan 157 Peserta Pancadharma Internasional di Singapura, Malaysia dan Thailand

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 244
    • 0Komentar

      Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung secara resmi memberangkatkan 157 peserta dalam program Pancadharma Internasional ke tiga negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kegiatan ini dimulai dengan upacara pemberangkatan dan doa bersama yang berlangsung pada Senin, 25 Agustus 2025 di halaman rektorat kampus INISNU. Acara tersebut menjadi momentum penting dalam rangka internasionalisasi […]

  • Wibowo Prasetyo Sebut AI Harus Digunakana untuk Luruskan Hoaks

    Wibowo Prasetyo Sebut AI Harus Digunakana untuk Luruskan Hoaks

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 168
    • 0Komentar

        Temanggung – Dalam menggunakan kecerdasan buatan (AI), masyarakat utamanya dosen dan mahasiswa wajib digunakan untuk meluruskan hoaks dan menyebar narasi positif di media sosial. Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia H. Wibowo Prasetyo dalam kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah berbantuan Kecerdasan Artifisial Kerjasama Direktorat Diktis, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam […]

  • INISNU Teken MoU dan MoA dengan Global Interfaith University USA dan Delapan Kampus Nasional

    INISNU Teken MoU dan MoA dengan Global Interfaith University USA dan Delapan Kampus Nasional

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 80
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dan Memorandum of Agreement (MoA) atau Nota Kesepakatan dengan Global Interfaith University (GIU) USA serta delapan perguruan tinggi mitra nasional, yaitu AKPER Alkautsar Temanggung, UNUGHA Cilacap, STAI Wali Sembilan Semarang, UNDARIS Semarang, IIM Surakarta, STITMA Yogyakarta, […]

  • Selapanan dan Syukuran Garasi Om Second Semarang Digelar Bersama Jamaah Rabu Legi

    Selapanan dan Syukuran Garasi Om Second Semarang Digelar Bersama Jamaah Rabu Legi

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 85
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Tradisi keagamaan yang sarat nilai spiritual kembali dihidupkan melalui kegiatan Selapanan sekaligus Syukuran Garasi Om Second yang digelar pada Selasa malam Rabu Legi, 13 Januari 2026, bertempat di Garasi Om Second, Blok A.5 Perum Graha Mandiri Residence Patemon, Kecamatan Gunungpati, Semarang. ‎ ‎Kegiatan ini menjadi momentum rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus […]

  • Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 12
    • 0Komentar

      Semarang – Disertasi Fakhruddin Karmani menegaskan bahwa Islam Nusantara merupakan model keberagamaan yang relevan bagi Indonesia sebagai bangsa multikultural. Dalam pendahuluannya dijelaskan bahwa Islam Nusantara menekankan toleransi, komunikasi terbuka, serta penghormatan terhadap perbedaan sebagai kekuatan penyatu dalam bingkai NKRI. Nilai-nilai utama seperti tasāmuh (toleransi), musāwah (egaliter), insāniyyah (humanis), dimūqrāṭiyyah (demokratis), dan waṭaniyyah (nasionalis) menjadi […]

expand_less