Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Napak Tilas Hari Santri 2026: Mengenang Perjuangan Mbah Hasyim Mahfudh, Syuhada Santri Asal Kajen

Napak Tilas Hari Santri 2026: Mengenang Perjuangan Mbah Hasyim Mahfudh, Syuhada Santri Asal Kajen

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

​PATI— Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar pawai napak tilas perjuangan tokoh santri Mbah Hasyim Mahfudh pada Rabu (21/10/2026) siang.

​Rangkaian pawai dimulai dari Gedung MWCNU Sukolilo dan berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Pati. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran pengurus PCNU Pati, jajaran lembaga, badan otonom (banom) NU, serta ratusan santri dari berbagai pesantren dan Madrasah di Kabupaten Pati.

​Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim, menyampaikan bahwa kegiatan napak tilas ini merupakan bagian dari rangkaian agenda peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Pati.

​”Puncaknya besok, kita akan menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri secara masif di seluruh MWC kecamatan, madrasah, hingga pesantren,” ujar KH Yusuf Hasyim.

​Usai mengikuti apel dan pawai, para peserta berziarah ke makam Mbah Hasyim Mahfudh di TMP Giri Dharma untuk memanjatkan doa serta melakukan tabur bunga. Mbah Hasyim merupakan santri asal Pati yang gugur sebagai syuhada saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

​”Beliau adalah pahlawan santri kita di Kabupaten Pati. Kami berharap para santri dapat meneladani semangat beliau bahwa sejak usia muda kita sudah harus berkontribusi untuk NKRI. Kontribusi saat ini tidak lagi harus dengan perang fisik, melainkan melalui aksi nyata,” lanjut dia.

 

​Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi tinggi napak tilas ini. Ia mengutip pesan ulama bahwa kehidupan di dunia ini tidak kekal sehingga manusia perlu mengukir cerita dan warisan yang indah.

​”Hal itu sudah dibuktikan oleh Gus Hasyim Mahfudh yang sejarah perjuangannya terus kita kenang hingga hari ini. Melalui momentum napak tilas, dan ziarah ini, mari jadikan awal bagi para santri di Pati untuk terus meningkatkan ilmu dan dakwah,” kata Chandra.

​Chandra menekankan agar kegiatan peringatan ini tidak sekadar menjadi seremoni rutin.

​”Kita semua punya tujuan yang sama menuju Indonesia Emas, dan santri Kabupaten Pati harus menjadi tolak ukur kemajuan di masa mendatang. Lewat kegiatan ini, kita ingin mengabarkan bahwa santri Pati itu hebat dan luar biasa,” pungkas dia.

​Mengenal Gus Hasyim: Tokoh Muda Pejuang Kemerdekaan Asal Kajen
​Muhammad Hasyim Mahfudh, atau yang akrab disapa Gus Hasyim, merupakan santri asal Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati. Lahir pada tahun 1929, ia merupakan putra dari pasangan Mbah Mahfudh Salam dan Nyai Badiah.

​Gus Hasyim adalah anak sulung dari enam bersaudara, yang di antaranya Muhammad Hasyim, Hj. Muzayyanah (istri KH Mansyur Lasem atau ibu dari Gus Qoyyum), KH. MA. Sahal Mahfudh Kajen, Hj. Salmah (istri KH Mawardi Bugel Jepara), Hj. Fadhilah (istri KH Rodhi Sholeh Jakarta), dan Hj. Khodijah (istri KH Maddah Zawawi Kencong Jember).

​Jiwa perjuangan Gus Hasyim mewarisi keberanian sang ayah, KH Mahfudh Salam, seorang pejuang gigih melawan Belanda yang gugur di Penjara Ambarawa pada 17 Februari 1944. Sepeninggal sang ayah, Gus Hasyim bersama saudara-saudaranya diasuh oleh sang paman, KH Abdullah Zen Salam (Mbah Doellah Kajen).

​Gus Hasyim dikenal berkarakter tegas dan teguh memegang prinsip. Saat seruan Resolusi Jihad dikumandangkan oleh Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, Gus Hasyim langsung memimpin rekan-rekanya untuk terjun ke medan laga.

​Bergabung dalam barisan Laskar Hizbullah bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gus Hasyim aktif dalam pertempuran sengit masa Agresi Militer Belanda I dan II. Ia mahir menyergap tentara Belanda, merampas senjata musuh, hingga menyimpan serta mendistribusikannya ke pejuang lain.

​Gugur Sebagai Syahid di Usia Muda

​Kepiawaian Gus Hasyim dalam melancarkan serangan mendadak di jalur patroli lawan membuatnya menjadi target utama operasi militer Belanda. Untuk menghindari intaian intelijen musuh, beliau tidak pernah menginap di satu lokasi lebih dari satu malam.

​Naas, pada penghujung tahun 1949 di sebuah surau wilayah Sukolilo, Pati, keberadaannya tercium musuh. Usai mengimami salat Asar bersama dua santri (Abdul Manan dan Sholeh) serta seorang anggota TNI (Harun), surau tersebut disergap oleh pasukan patroli Belanda.

​Gus Hasyim ditangkap saat sedang memanjatkan doa seusai salat. Pasukan Belanda lantas memberondongnya dengan senjata otomatis hingga beliau gugur sebagai syahid di usia yang sangat muda, yakni 20 tahun.

​Jasad beliau awalnya dimakamkan di Sukolilo. Namun, beberapa tahun kemudian, atas izin keluarga, makamnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Pati (Nomor Makam 95). Konon, saat proses pemindahan makam dilakukan, jasad Mbah Hasyim Mahfudh masih utuh.

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif PWNU Jateng Resmi Bermitra dengan Pearson Indonesia, Penguatan Bahasa Inggris Jadi Prioritas

    LP Ma’arif PWNU Jateng Resmi Bermitra dengan Pearson Indonesia, Penguatan Bahasa Inggris Jadi Prioritas

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Juli 2026 – LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah dan Pearson Indonesia resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan kompetensi Bahasa Inggris bagi guru dan peserta didik di lingkungan madrasah dan sekolah Ma’arif di Jawa Tengah. Dalam kesempatan […]

  • Teliti Peminjaman Uang ke Rentenir, Fatmawati Sungkawaningrum Raih Doktor

    Teliti Peminjaman Uang ke Rentenir, Fatmawati Sungkawaningrum Raih Doktor

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 624
    • 0Komentar

    Hariannu.com. Yogyakarta – Berteman di aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam (FSHEI) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Fatmawati Sungkawaningrum berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya berjudul “Determinan Keputusan Masyarakat Meminjam Uang ke Renternir” pada Senin (13/1/2025). Fatmawati lulus sebagai doktor dalam bidang […]

  • Gerakan Literasi Ma’arif Ramadan, Angkat Tema GEMUKKAN

    Gerakan Literasi Ma’arif Ramadan, Angkat Tema GEMUKKAN

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Hariannu.com.Blora – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah pada Ramadan 1446 H tahun 2025 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus Bidang Literasi, Numerasi, dan Pendidikan Inklusi melalui Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus. Dikatakan Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, bahwa Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah sebagai lembaga pendidikan […]

  • Pesantren Sudah Setara dalam Sistem Pendidikan, Mengapa Belum Setara dalam Pendanaan?

    Pesantren Sudah Setara dalam Sistem Pendidikan, Mengapa Belum Setara dalam Pendanaan?

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Jakarta — Majelis Masyayikh menegaskan bahwa negara wajib membiayai pendidikan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Pandangan tersebut disampaikan dalam sidang pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren pada Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026 Rabu 3 Juni 2026 di Mahkamah Konstitusi. Ketua Majelis Masyayikh, Abdul Ghofarrozin, menyatakan bahwa persoalan utama Pasal 48 UU Pesantren bukan […]

  • Chandra Apresiasi Kontribusi Nyata LAZISNU PCNU

    Chandra Apresiasi Kontribusi Nyata LAZISNU PCNU

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 111
    • 0Komentar

    PATI – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi kontribusi nyata LAZISNU PCNU Kabupaten Pati dalam menangani persoalan sosial dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan dana masyarakat yang transparan dan akuntabel. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Laporan Semester 1 LAZISNU PCNU Kabupaten Pati di Ruang Pragolo, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Minggu (9/8/2026). Chandra mengatakan, sinergi LAZISNU […]

  • Rakercab LP Ma’arif NU PCNU Temanggung Rumuskan Program Strategis Lima Tahun ke Depan

    Rakercab LP Ma’arif NU PCNU Temanggung Rumuskan Program Strategis Lima Tahun ke Depan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 571
    • 0Komentar

        Hariannu.com.Temanggung – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU PCNU) Temanggung menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Selasa (17/6/2025) bertempat di Hall Babussalam NU, Kompleks INISNU Temanggung. Kegiatan ini merupakan forum tertinggi LP Ma’arif NU di tingkat cabang yang bertujuan merancang program kerja jangka pendek tahun 2025 serta program […]

expand_less