Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Warta » Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

  • account_circle Harian NU
  • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar

 

hariannu.com – Tradisi manuskrip di wilayah Kajen, Pati, bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan cermin dari keberislaman masyarakat Jawa yang khas. Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taufiq Hakim, mengungkapkan bahwa Islam di wilayah ini diresapi secara konvergen dan vernakular, menggabungkan ketauhidan yang kokoh dengan ekspresi rasa dan simbol budaya lokal.

​Poros dari peradaban Jawa-Muslim di Kajen ini tak lepas dari sosok Syekh Mutamakkin. Pangeran asal Tuban sekaligus waliyullah ini membangun fondasi literasi yang kritis dan kontemplatif sejak awal abad ke-18, sebuah era yang terekam jelas dalam arsitektur Masjid Kajen.

​Salah satu bukti otentik dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah Suluk Alif. Manuskrip yang ditulis oleh santri kesayangan beliau, Syekh Abdul Karim Al Haj, menggunakan aksara Pegon dalam bentuk tembang Macapat.

​”Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim, Selasa (24/3/2026).

​Secara turun-temurun, manuskrip ini rutin ditembangkan dalam peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi lisan ini sempat terhenti pada tahun 1950-an karena minimnya generasi yang mampu menembangkannya.

​Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin menggunakan lakon wayang Dewa Ruci sebagai media dakwah. Beliau mengajarkan masyarakat untuk membaca keadaan melalui parameter kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan sekadar mengejar viralitas atau retorika.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkap Taufiq Hakim.

​Inti dari ajaran tersebut dirangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya penyucian jiwa.

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

​Menurut Taufiq, laku keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin adalah bentuk tanggung jawab sosial-ontologis. Manusia dipandang sebagai makhluk spiritual yang tujuannya (paran) adalah kejernihan niat dan konsistensi antara pikiran, perasaan, serta dharma kepada sesama.

​Upaya membedah kembali Suluk Alif bukanlah bentuk nostalgia semata, melainkan upaya menemukan “peta jalan” yang aktual untuk menghadapi tantangan masa depan dengan batin yang teguh dan identitas yang tidak membeku.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia. (Angga/LTN)

  • Penulis: Harian NU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ponpes Al-Asas Kajen Gelar Nobar 'Pesta Babi', Ajak Santri Bedah Permasalahan Ekologi di Papua

    Ponpes Al-Asas Kajen Gelar Nobar ‘Pesta Babi’, Ajak Santri Bedah Permasalahan Ekologi di Papua

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 167
    • 0Komentar

      PATI – Halaman Pondok Pesantren Al-Asas Mubtadi’in, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dipadati ratusan santri dan masyarakat umum pada Kamis (14/5/2026) malam. Mereka berkumpul untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter terbaru karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. ​Pengasuh Ponpes Al-Asas, Muhammad […]

  • Selain ke Singapura, Ma'arif NU Jateng Kunjungi Kunjungi Management and Science University (MSU) Malaysia

    Selain ke Singapura, Ma’arif NU Jateng Kunjungi Kunjungi Management and Science University (MSU) Malaysia

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

      Hariannu.com Selangor, Malaysia — Dalam rangka memperkuat jejaring pendidikan dan membuka peluang kolaborasi internasional, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Management and Science University (MSU) Malaysia pada Kamis (7/11). Rombongan diterima langsung oleh Mohd Hairunizam Ibrahim, Regional Manager Global Affairs Office MSU, di ruang Theater kampus tersebut. Dalam sambutannya, […]

  • Daripada Pidato, Peserta Lebih Suka Berkhotbah

    Daripada Pidato, Peserta Lebih Suka Berkhotbah

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam perlombaan Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, juri berkomentar peserta masih terjebak ke dalam khotbah daripada pidato. Hal itu diungkapkan Dr. S. Prasetyo Utomo juri Lomba Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP di sela-sela lomba. […]

  • Diseminasi BNPT dan FKPT Jateng, Indeks Potensi Radikalisme Jateng Turun di Angka 10,9

    Diseminasi BNPT dan FKPT Jateng, Indeks Potensi Radikalisme Jateng Turun di Angka 10,9

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Harian NU
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang diikuti 372 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi masyarakat, media, dan pemangku kepentingan lainnya pada Kamis, 2 Juli […]

  • Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • account_circle Harian NU
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Oleh : DR. Abdul Karim, M.Pd. Hariannu.com – Tuntutan Dunia Baru Kehidupan yang terus mengalami perubahan pada semua aspek baik sosial, budaya, ekonomi, dan politik menuntut pembaruan pemahaman aswaja yang menjadi pedoman dalam menjalankan syariat dan pembinaan umat. Bukan menggeser isi dan substansi namun menyelaraskan metode kajian (manhaj) agar hasil pemaknaan teks yang sudah ada […]

  • LP Maarif PCNU Kabupaten Magelang Gelar Pelatihan Koding dan AI untuk Pendidikan Dasar

    LP Maarif PCNU Kabupaten Magelang Gelar Pelatihan Koding dan AI untuk Pendidikan Dasar

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Harian NU
    • visibility 396
    • 0Komentar

      Harianu.com.Kabupaten Magelang – Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU PCNU Kabupaten Magelang saat ini baru mengadakan pelatihan koding dan Artificial Intelligence (AI) bagi wakil guru SD se-Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Pelatihan yang berlangsung mulai Senin,28 Juli sd Jumat,1 Agustus 2025 ini diikuti oleh 66 […]

expand_less